Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ibu Mertua Sakit


__ADS_3

"Kenapa kamu ngga ngebolehin Aku untuk bilang pada Ibu kalau sebenarnya Aku yang mandul Sayang, kalau Ibu tidak tau kebenaranya Dia akan terus menekanmu, "sambil memeluku dan juga mengusap kepalaku.


"Mas,, Ibu sedang emosi itu tidak baik,takutnya Ibu kaget dan penyakit jantungnya kambuh.kita bisa bicarakan masalah ini setelah Ibu tidak sedang marah lagi yah.Mas juga harus pikirkan resikonya kalau kita jujur,pasti berpengaruh pada kesehatan Ibu, "sambil kulepaskan pelukan suamiku.


"Iya Sayang, Mas akan coba memberi pengertian dan berkata jujur pada Ibu,kalau Ibu sudah tidak marah dan juga sudah tenang,"Aku pun melanjutkan memasak.


Sekarang sudah waktunya Jam makan siang,tapi Ibu belum juga mau keluar dari kamar, Suamiku sudah mencoba untuk menyuruhnya untuk keluar tapi tetap tidak ada tanda tanda Ibu yang mau keluar.


"Sayang ambilkan kunci cadangan kamar ini dong,"Lalu Aku mengambilnya dan setelah ketemu Suamiku langsung membuka pintu.


Saat pintu terbuka, ternyata Ibu sedang tertidur dengan ber keringat ,Suamiku langsung mendekat dan saat kening Ibu di usapnya, Suamiku merasakan panas.


"Sayang Ibu sakit, ayo kita bawa ke rumah sakit, "sambil suamiku mengangkat badan Ibu, Aku mengikuti dari belakang dan membukakan pintu mobil.Dan sepertinya Ibu pingsan.


Aku lari kedalam,mengambil tas juga dompet Suamiku. Setelah dapat Aku langsung masuk mobil dan pergi menuju rumah sakit.


Sampainya di rumah sakit, Suamiku langsung meminta perawat untuk memanggilkan Dokter secepatnya, karena sepertinya Ibu sangat lemah.


Dokter pun datang dan langsung memeriksa Ibu. Ibu langsung di masukan ke ruangan UGD.


Aku dan Suamiku menunggu di luar ruangan, Suamiku terlihat sangat cemas, Aku pun menggenggam tanganya.


"Tenang ya Mas, Ibu pasti sembuh,"Suamiku hanya tersenyum tipis.


Setelah menunggu 30 menit, ahirnya dokterpun keluar.


"Gimana Dok keadaan Ibu saya,? "Suamiku sambil mendekati Dokter.


"Ibu anda sepertinya kelelahan dan kayanya dia juga merasa adanya tekanan,"ucap Dokter.


"Saya harap jangan ada berita atau perkataan yang bisa membuat Ibu anda berfikir keras dulu, karena imbasnya akan lari ke jantung. Jadi kalau ada masalah jangan di beri taukan dulu, biar Ibu anda cepat pulih, "kata Dokter lagi.


Aku dan Suamiku pun berterimakasih, dan Dokter pun menyarankan untuk Ibu di rawat inap untuk beberapa hari, guna untuk Ibu beristirahat total.


Setelah mendapat kamar rawat, Ibu langsung di pindahkan dari UGD.

__ADS_1


"Mas,,Nana beli makanan dulu yah, soalnya kita tadi ngga jadi makan siang, takutnya malah kita ikut sakit lagi, karena jagain Ibu dengan perut kosong, "kataku.


"Iya,,, Sayang,"Aku pun keluar dari ruang rawat Ibu dan keluar rumah sakit untuk membeli makanan.


Setelah Aku mendapatkan makanan, Aku langsung menuju kamar rawat Ibu, saat akan membuka pintu Aku mendengar Ibu dan Mas Anton sedang mengobrol.


"Bu,,, percaya sama Anton, Nana itu sehat kita udah priksakan kesehatan kita, kalau Ibu ngga percaya besok Anton bawakan hasil tes ke sehatan Nana, "kata Mas Anton.


"Tapi kenapa kalian belum juga punya anak Ton,,,? "


"Ibu tenang aja, Anton dan Nana sedang mengikuti program kehamilan, doakan saja ya Bu, 2 sampai 3 bulan pasti Nana hamil,"


"Baik Ibu kasih waktu sampai yang kamu katakan tadi, kalau sampai Nana ngga hamil juga, kamu harus siap untuk nikah lagi atau kamu pisah dengan Nana, "


"Iya Anton janji, tapi Ibu juga harus janji akan bersikap baik pada Nana, Anton ngga mau Nana tertekan bu, takutnya berpengaruh pada kesehatanya, "Ibupun menyanggupinya.


"kenapa Mas Anton berbohong pada Ibu sih ya ampun dadaku rasanya sesak sekali mendengarkan kata kata yang Ibu ucap"batinku.


Aku mengetuk pintu agar mereka tau kalau Aku datang. Setelah itu Aku pun masuk.


"Udah mendingan dan ngga ada yang sakit! "Aku hanya berucap sukur.


"Mas,, kita makan dulu yuk, keburu dingin nanti makananya, "Suamiku pun lansung menuju sofa untuk Makan. setelah menjawab IYA.


Aku menyiapkan makanan di atas meja, setelah siap kita makan bersama.


"Sayang nanti kamu pulang aja yah, biar Ibu Mas yang jaga, kamu takut cape, "kata Suamiku sambil makan.


"Apa ngga papa Mas, ?"


"Ngga papa Sayang, mas lebih takut kamu kecapean malah sakit lagi, "


"Tapi besok Mas kerja,, ?"


"Ngga, Mas nanti mau izin untuk cuti kerja dulu sampai Ibu sembuh,"Aku hanya mengangguk sambil menghabiskan makan kita.

__ADS_1


Sekitar pukul 4 sore Aku berpamitan pada Suamiku dan Ibu untuk pulang dulu, dan besok pagi datang lagi ke rumah sakit.


Sampai rumah Aku langsung beberes, seperti menyapu,mengepel dan mencuci baju. sampai tidak terasa jam sudah pukul 6 sore. Aku langsung mandi, dan selesai mandi Aku merebahkan badanku di kasur untuk istirahat.


Di saat sendiri begini,fikiranku justru langsung terlintas perkataan Ibu pada Mas Anton. Akan gimana nantinya kalau sampai Aku dipisahkan dari Suamiku. dan bagai mana reaksi Ibu kalau tau bahwa Mas Anton lah yang mandul. Air mataku mengalir tanpa Aku sadari, sangat sesak rasanya sampai ahirnya Aku menangis dengan kencangnya, agar rasa sesak di dadaku hilang. Setelah Aku menangis rasa lega di hatiku pun terasa.


📲......Mas Ali


Hpku berbunyi dan saat ku lihat ternyata Mas Ali yang menelfonku. Aku langsung mencuci mukaku agar tidak kelihatan habis menangis. setelah ku lap dengan handuk, ternyata Mas Ali mengalihkan telfon menjadi video call.


"Hay Mas,,,, "kataku.


"Hay Na,, ganggu ngga,? ni Kiki pengin ngobrol katanya, "


"Oh,, ngga ganggu kok Mas, Nana juga lagi sendiri ini, "


"Emang Anton lagi pergi kemana, ? "


"Ibunya Mas Anton lagi sakit, dan Mas Anton yang nungguin di rumah sakit,"


"Oh,,Sakit apa? kapan di bawa kerumah sakitnya,? "


"Tadi siang Mas di bawa ke rumah sakitnya, kata Dokter sih karena kelelahan, "


"Oh gitu, kenapa itu mukanya ngga di kelihatin, masa Mas suruh liat tembok sih, "kata Mas Ali, karena memang Aku ngga lihatin ke mukaku karena takutnya masih kelihatan habis menangis.


"Ngga sopan itu Na,, kalau orang ngajak ngobrol itu harus lihat ke mukanya dong,,, "


Lalu Aku pun melihatkan mukaku.dan dalam hatiku kenapa Mas Ali terus sih yang ngomnong, jangan jangan modus doang ini mah, mengatas namakan anaknya yang pengin telfon.


"Kenapa matanya bengkak kaya gitu, kamu habis nangis,? "setelah melihat mukaku Mas Ali langsung kelihatan kuatir.


**Ayo dong kaka di vote biar aku tambah semangat untuk nulisnya.


Terimakasih yang masih menyukai ceritaku, jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak, trimakasih**..

__ADS_1


__ADS_2