Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Nana Sakit


__ADS_3

"Maaf,,, kalau diamnya Mas justru membuat Bunda terbebani dan kepikiran, Mas hanya tidak suka melihat Anton yang memegang perut Bunda,, Mas mau ngomong sama Bunda takutnya Bunda marah, jadi Mas hanya bisa diam,"sambil mata kita masih saling tatap.


Nana tiba tiba mengeluarkan airmatanya, lalu Aku usap air mata yang jatuh di pipinya.


"Mas sungguh minta Maaf, ternyata Bunda sungguh terluka karena Mas,, "sambil ku cium keningnya.


Nana pun memeluku dan membendamkan wajahnya di dadaku, sambil masih sedikit terisak.


"Sudah malam,, kita tidur yah,,, "Nana kembali mendongakan wajahnya.


"Apa Nana boleh minta satu permintaan pada Mas,, "Aku pun mengangguk.


"Jangan diam kan Nana lagi, karena Nana merasa sakit dan sedih saat Mas diamkan, kalau Mas tidak suka dengan perbuatan atau sikap Nana, Mas tegur atau bicara kan saja ,,"


"Iya,, Mas takan melakukanya lagi,,, "sambil ku cium keningnya.


Kita pun tidur sambil saling peluk, dan tak terasa pagi pun datang,dan posisi kita masih saling peluk.


"Bun,, bangun,sudah pagi,, "kataku. tapi Nana ngga mau bangun, dan saat ku pegang tanganya terasa hangat, Aku langsung memegang keningnya, ya Tuhan Nana rupanya sakit.


Aku bangun dan mengambil air hangat buat mengkompres kening Nana. Nana rupanya terbangun.


"Nana kenapa Mas,, "sambil mengambil kain kompresan.


"Bunda panas,, kita ke Dokter yah, Mas bantu Bunda bersiap,, "sambil Aku bantu Duduk.


"Kepala Nana pusing banget Mas,, "Sambil memijit keningnya.


"Bunda ganti baju aja kita langsung berangkat, "Sambil Aku ambil baju dan menggantikan baju Nana.

__ADS_1


Setelah Nana rapi Aku bantu untuk turun dari kasur dan keluar kamar.


"Bunda duduk dulu,, Mas mau bangunin Kiki,, "sambil ku bantu duduk di sofa.


Setelah itu Aku ke kamar kiki, di kamar kiki belum bangun, Aku pun membangunkanya, sambil Aku memakaikan baju .


"Kiki cuci muka sama pipis dulu yah, setelah itu kita anatar Bunda ke rumah sakit,, "sambil ku gendong menuju kamar mandi.


"Bunda sakit lagi yah,, ?"


"Iya,, "sambil Aku mencuci muka dan menggosok gigi, setelah itu baru Aku suruh pipis.


Saat Aku keluar Nana sedang berjalan.


"Bunda mau ke mana,,? "tanyaku.


"Nana haus Mas,,, "Aku menyuruhnya untuk duduk kembali.


Setelah itu kita pun menuju rumah sakit,sekitar 30 menit kita sampai di rumah sakit, Suster langsung membawa Nana menuju UGD. Aku duduk di luar bersama Kiki.


Tidak begitu lama Dokter keluar dan Aku langsung berdiri dan menanyakan kondisi Nana.


"Ibu Nana harus di rawat Pak, karena Ibu Nana kurang darah dan kondisinya sangat lemah, kalau di biarkan akan sangat membahayakan untuk bayi dalam kandung, dan mungkin pada Ibunya juga, "rasanya badanku tak bertulang sangat lemas.


"Lakukan yang terbaik untuk Istri Saya Dok,, kalau memang harus di rawat lakukan Dok, asal Istri Saya sembuh,, "Dokter pun lalu pergi, sedang Aku di suruh mendaftar. sambil Kiki Aku gendong menuju tempat pendaftaran.


Selesai mendaftar Aku menuju UGD.


"Masss,,, "Aku pun mendekat bersama kiki.

__ADS_1


"Kapan kita pulang Mas,,? "tanya Nana.


"Bunda harus di rawat, Bunda kurang darah dan kondisinya sangat lemah,, "sambil ku usap kepalanya.


"Apa Nana sebegitu parah sampai harus di rawat, kalau Nana di rawat kasian Kiki Mas,, "Aku baru sadar dengan kiki nanti yang tidak baik harus di rumah sakit.


"Apa Mas suruh Ibu pulang ke sini aja dulu ya Bun, biar Kiki ada yang jagain,, "


"Ya coba aja Mas telfon Ibu, Ibu mau ngga suruh pulang, "Aku pun langsung melakukan panggilan pada Ibu, dan mengatakan kalau Nana sakit. Tapi Ibu akan pulang hanya untuk menjemput Kiki, karena Ibu juga ngga bisa ninggalin tante di rumah sakit, karena tanteku sudah makin kritis, Kata Ibu nanti kiki di rumah bersama anak tante yang punya anak kecil dan umurnya tidak begitu jauh dengan kiki.


Ahirnya Aku pun mengiyakan, sebenarnya Aku kasihan tapi mau bagai mana lagi, kalau di titipkan ke mamahnya Kiki Aku kurang yakin karena dia gila kerja dan hobi nongkrong, takutnya Kiki nanti justru di sia siakan, kalau sama anak tante Aku sudah percaya, karena kiki dulu di sana lama dan kiki sangat betah.


Jam pun berlalu, sekarang Nana sudah di pindahkan ke kamar rawat, Aku sedang menunggu Ibu yang sedang otw ke sini, setelah tadi Ibu nenelfonku sudah di bandara.


"Kiki ikut Nenek dulu yah,Soalnya Bunda sedang sakit dan anak kecil ngga boleh ada di sini, soalnya banyak kuman,, "kata Nana, kiki sekarang sedang duduk di atas ranjang bersama Nana.


"Iya Bunda,, Bunda cepet sembuh yah,, sakitnya jangan lama lama,, "


"Iya,, Bunda Sakitnya ngga lama kok,, Kiki doain yah biar Bunda cepat sembuh jadi nanti Bunda cepat pulang,, "kiki pun mengangguk.


Setengah jam kemudian, Ibu pun datang, dan Nana langsung minta di peluk.


"Udah,,, jangan nangis,,, malu udah jadi Ibu kok cengeng, "Nana menangis di pelukan Ibu. untungnya Kiki sedang tidur di sofa.


"Kenapa bisa sakit kaya gini sih Al,, kamu ngga jagain Nana dengan baik apa, "Ibu memarahiku.


"Maafin Al Bu,, besok besok ngga akan ada kaya gini lagi, Al akan jagain Nana dengan lebih baik lagi,, "jawabku.


"Mas Al ngga salah kok Bu,, memang Nana yang suka rewel kalau di bilangin Mas Al suruh minum obat, Nana yang ngga mau dan malas malasan,, "sambil menunduk.

__ADS_1


**Besok lagi yah,,, maaf kalau ada typo,.


Jangan lupa like, komen, dan votenya,, trimakasih**...


__ADS_2