Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Penyatuan Siang Hari


__ADS_3

NANA


"Mas mau ngapain,? "tanyaku saat Aku naik ke kasur kok Mas Al ngikut. Bukanya tadi dia sedang menggambar.


"Heheee,,, Mas mau ikut tidur siang, "jawabnya sambil merebahkan badanya di kasur.


"Kenapa bengong,, ayo sinih kita tidur,, "sambil menarik tanganku agar merebahkan badanku.


Kita pun saling hadap, dan Mas Al langsung memeluku, Aku pun membalasnya.Aku benamkan wajahku di dada Mas Al.


Saat mataku sudah terpejam, Aku merasakan ada usapan di pahaku, Aku pun ahirnya membuka mataku dan melihat siapa yang mengusap pahaku.


"Iiihhhh,,, Masss,,, Nana geli ah, "kataku sambil menggeserkan tangan Mas Al.


"Bun,,, Mas pengin. Tom bangun ini jadi Mas ngga bisa tidur, "sambil mengusap kebali di pahaku.


"Tapi ini masih siang loh Mas,, nanti malam aja yah,, "sambil sedikit memelas.


"Emang kenapa kalau siang Bun,, hemm,,, "sambil menciumi leherku.


"Takut Kiki bangun,, Maasss,, aahh,, "kataku sambil sedikit mengeluarkan suara aneh karena kelakuan lidah Mas Al yang menjilati leherku.


"Kiki kan baru tidurr,,, hemmm,,, udah Bunda tenang aja, "sambil ciuman itu turun ke bawah.


Karena Aku tidur hanya menggunakan kaos longgar tanpa lengan ,membuat tangan Mas Al mudah masuk ke dalam bajuku.


Apa gara gara baju yang Aku pakai yah, Mas Al jadi mesum begini. Mati Aku pasti Mas Al ngga bakalan ngelepasin Aku kalau udah begini.


"Bentar ya Bun,,, "berbisik di telingaku. Dan ahirnya Aku pun mengangguk karena menolak pun sudah tak mungkin bisa.


Mas Al langsung tersenyum. Dengan semangatnya Mas Al langsung melepaskan bajuku,Aku yang di pandang dengan intens langsung membuang mukaku ke arah samping karena merasa malu, pasti mukaku kelihatan merahnya karena ini siang hari.


Setelah bajuku terlepas, Mas Al menarik celana pendeku dan membuangnya ke lantai, Aku hanya memakai dalaman saja sekarang.


"Bun,, Mas sangat suka lihat badan Bunda kalau begini,, sangat sexsi,, "sambil terus menatap badanku dari atas sampai bawah.


"Mas iihh,, jangan di liatin terus, Nana malu, "jawabku yang langsung tengkurap.

__ADS_1


Keputusanku tengkurap justru membuat Mas Al langsung menggrayangi punggungku dengan bibir dan lidahnya, hingga punggungku rasanya basah.Dan tidak lupa juga Mas Al melepaskan kaitan BHku.


"Eeeeeeeemmm,,,, "lengkuhanku keluar karena merasa geli dan nikmat.


Ciuman yang Mas Al lakukan rupanya tidak hanya di atas aja, ciuman itu turun sampai ke bokong, ke paha sampai ke kaki, Aku merasakan sensasi yang luar biasa antara geli dan nikmat.


Aku hanya bisa memejamkan mataku dan tanganku mencekram sepri ,untuk menahan rasa geli yang menjalar sampai ke dalam dada.


Selesai melakukan ciuman dari punggung sampai kakiku, Mas Al membalikan badanku supaya terlentang. Tanganku langsung menutupi wajahku. Aku rasanya sangat malu pada Mas Al karena suara aneh dari mulutku selalu keluar tak bisa ku tahan.


Di setiap Permainan Mas Al sungguh membuatku melayang, setiap sentuhan dan ciumanya seakan Aku terbang melayang,sampai suara aneh pun selalu keluar dari mulutku.


"Jangan di tutup,,,Mas paling seneng lihat wajah Bunda yang sedang mendesah, "Aku langsung memukul lengan Mas Al dan mataku yang melotot. sedang Mas Al tertawa puas melihatku yang malu.


Di angkatnya tanganku ke atas kepalaku oleh tangan Mas Al.


"Mas,,, Nanti pelan pelan yah masukinya, "kataku saat Mas Al sedang bermain dengan gunung kembarku.


" Apa masih sakit,? "sambil melihatku.


"Ng,,, ngga, Cuman setiap Tom masuk, rasanya sakit banget,,, "sambil membuang mukaku.


Lalu Mas Al melanjutkan bermainya di gunung kembarku, setelah puas bermain di sana ,Mas Al lanjut ke yang bawah dan melepas penutupnya.


Mas Al menepati janjinya, Mas Al sangat pelan melakukan penyatuan kita, saat Aku merasakan kesakitan Mas Al pun menghetikanya, menungguku tenang dan sudah tak sakit lagi, Mas Al lalu melanjutkanya dengan menggerakanya lagi.


Rasanya Aku sudah sangat lemas, karena Mas Al terus saja membuatku meregang kenikmatan, Mas Al sepertinya tak punya rasa lelah karena sampai sekarang pun belum ada tanda tanda akan melakukan penembakan.


"Aaahh,,, aahh,, Maasss Nanaa dah lemas banget,, "kataku yang ada di bawah badan Mas Al yang masih menggerakan badanya.


"Iyaaa,, Bun. Bentar lagi yaahhh... "Aku hanya diam tak menjawab,karena sudah sangat lemas.


Lalu Mas Al menggerakanya dengan sangat cepat,Aku sampai berteriak kencang menahan rasa nikmat dari hentakan hentakan Mas Al pada tempat terlarangku.


"Aaahhhh,, Aaahhh,, aaaaaaahhhh.... "


"Oooooohhhhh,,,,,, "Ahirnya Mas Al pun melepaskan tembakan dan yang membuatku merasa sangat nikmat. Rasanya di dalam langsung sangat basah.

__ADS_1


"Maakasihh,,, Bunn,,, "sambil nafas yang ngosngosan sambil mencium keningku lalu bangun dari atas tubuhku.


Aku pun mengangguk dan langsung memejamkan mataku, karena merasa lelah dan mengantuk. Mas Al pun turun dari kasur dan menyelimuti badanku dengan selimut.


.


.


.


ALI


Aku keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badanku. Dan Aku hanya memakai celana pendek saja. Aku melihat ke arah kasur ,Aku melihat Nana yang sedang tidur dengan nyenyaknya.


Wanita yang membuatku merasa nyaman dan bahagia, walau hanya baru beberapa hari tapi Aku sungguh sangat beruntung memilikinya saat ini.Lalu Aku usap keningnya yang masih ada sisa keringatnya. sambil tersenyum ku kecup keningnya.


Lalu Aku langsung menuju meja kerjaku untuk menyelesaikan gambarku. setelah temanku memilih gambar Hotelnya ,sekarang Aku akan mulai membuat rancangan Hotel untuk pembangunanya.


Tak terasa sudah jam 5 sore,Aku pun melihat ke arah Nana, dia masih meringkuk di bawah slimutnya. Lalu Aku memutuskan keluar untuk melihat anaku.


Saat keluar dari kamar, Aku melihat anaku yang juga baru keluar dari kamar, sepertinya anaku juga baru bangun tidur.


"Ayahhh,,, Kiki mau susu, "katanya. Aku pun mengajaknya untuk ke dapur.


"Bunda mana Yah,,? "setelah duduk di kursi meja makan.


"Masih tidur,,biar Bunda tidur yah jangan di ganggu ,Bunda pasti lelah habis bersih bersih rumah tadi, "kataku sambil memberikan gelas yang sudah berisi susu.


"Iya Yahh,, "jawabnya sambil meminum susunya.


"Bagus,, sekarang Kiki temenin Ayah saja di sini, Ayah mau masak buat makan malam, "sambil ku usap kepala Anaku. dan anaku pun mengangguk.


Aku membuka kulkas untuk melihat bahan apa yang bisa Aku masak, Aku melihat ayam yang sudah di ungkep dengan bumbu, Aku mengambilnya 3 potong karena ukuranya gede gede. lalu Aku mengabil tempe ,akan Aku bikin tempe bacem saja, lalu sambal.


Aku pun langsung mengerjakanya, Aku sudah mahir untuk melakukan hal seperti ini, karena dulu saat kuliah Aku masak sendiri.jadi sudah tidak kaku lagi, karena saat di tinggal Ibu pun Aku suka masak sendiri.


**Trimakasih buat kaka kaka yang suka dengan ceritaku...

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak.Trimakasih**...


__ADS_2