
Sekarang sudah Jam pulang kerja ,Aku pun bersiap akan pulang, rasanya Aku sangat bersemangat untuk pulang ke rumah.Rasanya sudah kangen dengan anaku juga Istriku.
Aku menuju parkiran untuk menuju ke mobilku. Saat Aku akan masuk ke dalam mobilku, ada yang memanggilku.
"Mas Al,,, Anis boleh numpang sampai bengkel mobil yang ada di depan sana ngga, mobil Anis soalnya di sana,, "Anis yang datang mendekatiku.
"Oh gitu,, boleh ayo,,,, "kita pun lalu masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil kita mengobrol tentang pekerjaan, saat kita sedang mengobrol hpku berbunyi tanda panggilan dari Istriku.
📲Bunda
"Iya Hallo Bun,, "
"Hallo Mas,, Mas sudah pulang dari kantor belum, soalnya Kiki minta di beliin martabak coklat, "
"Iya,, Mas udah pulang, bilang Kiki nanti akan Mas belikan."
Anis"Mas setop sini aja ,Anis mau turun sini aja soalnya, Makasih ya Mas udah nganterin, "kata Anis yang memintaku menghentikan mobilku, rupanya sudah sampai depan bengkel. Aku hanya menjawab Iya.
Setelah Anis turun dari mobil Aku pun menjalankan mobilku lagi dan rupanya panggilan masih terhubung.
"Hallo Bun,,, Bun,, Bunda kok diam aja sih,, "belum juga Nana menjawab tiba tiba sambungan mati.
Aku pun langsung menuju tempat penjualan martabak yang anaku inginkan. Sampai di tempat martabak Aku langsung memesanya, dan untungnya tidak mengantri.
Setelah mendapatkan martabak Aku menjalankan mobil menuju rumah, jalanan saat ini sedikit macet dan Aku sampai rumah sudah jam 6 sore.
"Kiki,,, Bundaaa,, Ayah pulang,, "teriaku saat masuk rumah.
"Ayahh,,,, mana martabaknya, "Sambil mendekat padaku.
"Ini Ayah dah belikan, cium dulu dong "Kiki mau ambil langsung,tapi Aku ngga kasihkan kalau ngga cium dulu.
"Cup,,, udah sinih,, "Aku pun memberikanya setelah Kiki menciumku.
__ADS_1
"Bunda di mana Sayangg,? "tanyaku saat Kiki Aku ajak duduk di Sofa.
"Di kamar,,, "jawabnya, setelah itu Aku membukakan kardus martabaknya.
"Ayah mau ke kamar dulu yah,, Kiki makan martabak aja di sini, "kataku, dan Kiki mengangguk.
Aku langsung berjalan arah ke kamar, setelah ku buka pintu, Aku langsung tersenyum melihat Nana yang sedang berdiri depan cermin sambil menyisir rambutnya.
"Wangi banget sih,, yang habis mandi heemmm,,, "sambil ku cium rambutnya dan ku peluk dari belakang.
"Iihhh,, Mas lepas dulu,Nana mau nyisir rabut susah nihh,, "jawabnya sedikit jutek. Aku langsung membalikan badanya agar menghadapku.
"Ada apa hemmm,, kok ngomongnya jutek gitu, ayo katakan, "sedang Nana hanya menundukan wajahnya dan menggelengkan kepala.
"Ngga usah bohong, "sambil ku angkat dagunya agar menatapku.
"Tatap mata Mas,,, Ada apa, "kataku lagi.
Nanapan berjalan ke kasur dan duduk, Aku mengikutinya dan duduk di sebelahnya sambil ku genggam tanganya.
"Apa tadi saat Nana telfon Mas, Mas sedang bersama kekasih Mas,,? "Aku. langsung mengingat ingat nya. Dan tak lama Aku langsung ingat.
Aku langsung tersenyum, dan tangan Nana ku ciumnya, apa Nana sedang cembiru, fikirku.
"Apa Bunda sedang cemburu,, ?"saat ku tanya seperti itu wajah Nana langsung memerah dan menunduk.
"Tadi pas Bunda telfon yang meminta untuk di beliin martabak buat Kiki, ada suara perempuan,Apa itu kekasih Mas, "katanya lagi tapi dengan wajah yang menunduk.
"Mas sama sekali ngga punya kekasih, dan yang tadi Bunda dengar suara perempuan bersama Mas, dia itu teman kantor Mas yang ikut nebeng untuk ke bengkel, karena mobilnya ada di bengkel yang mas lewati, jadi dia ngikut untuk sampai bengkel. Dia namanya Anis dan bukan kekasih Mas,, "Sambil ku peluk dari samping dan ku cium rambutnya.
"Udah jelas kan,sekarang ngga kesel lagi dong. Jadi mana senyumnya,,, "kataku. sambil ku lepas pelukanku, Nana pun tersenyum malu.Aku mencium bibir Nana sekilas dan makin membuatnya malu.
"Mas mau mandi dulu ya Bun,, udah gerah. Oh iya Kiki di luar sedang makan martabaknya, coba Bunda lihat, "kataku sambil ku lepas kancing bajuku.
"Iya Mas,, "lalu Nana pun keluar dari kamar.
__ADS_1
Aku masuk kamar mandi dan langsung mengguyur badanku dengan air dingin, karena rasanya sudah sangat gerah. Aku sambil tersenyum melihat wajah Nana yang memerah. Apa Nana tadi benar benar cemburu yah,,? kalau benar berarti sudah ada rasa padaku. Sukurlah kalau begitu.
Selesai mandi dan memakai baju, Aku meuju ruang tv, karena Nana dan Kiki ada di sana.
"Sayang Enak ngga martabaknya ,?"tanyaku pada Kiki.
"Enak Yah,, Kiki dah habis 2 potong, "jawabnya.Sedang Nana lagi memegang martabak yang mau di masukan ke mulutnya.
"Suapin Mas dong Bun,, "Kataku sambil membuka mulutku.
"Ih,, Ayah kok minta suapin Bunda sih,, makan sendiri dong,, "
"Ya biarin ya Bun,, orang ini Bundanya Ayah kok,, "kataku sambil memeluk nana dari samping.
"Bukan Bunda Ayah,,, Bunda Kiki,,, "sambil melepaskan tanganku yang sedang memeluk Nana.
"Ayahhh,,, jangan ngeledek,Iya ini Bunda Kiki, bukan Bunda Ayah,,, "sambil Aku pangku Kiki.
Aku pun tersenyum melihat keluarga kecilku yang bahagia.
"Bun,, Ayah lapar,, kita makan yuk,, "ajaku.
"Iya,, ayo. Sayang Ayo kita makan,, "kata Nana pada Kiki.
"Bunda,,, Kiki masih kenyang, tadi habis makan martabak,, "sambil mengusap perutnya.
"Ya udah,, makanya Kiki nanti aja kalau gitu, Bunda mau temenin Ayah makan dulu yah, Kiki di sini nonton tv aja, "kata Nana.
Lalu Aku dan Nana menuju meja makan. Sampai di meja makan Aku duduk sebelahan dengan Nana, karena biasanya Kiki yang selalu minta duduk di sebelah Nana.
"Bun,, piringnya satu aja yah,, Mas pengin di suapin,, "Nana hanya tersenyum dan mengangguk.
Nana pun menyuapiku makan dan sambil bergantian menyuapi dirinya. Aku merasakan kebahagiaan yang sesunghuhnya. Mempunyai Istri cantik, baik dan perhatian, semoga ini untuk selamanya, itulah doa yang selalu Aku minta pada Tuhan, walau kemungkinan akan sulit.
Besok lagi ya kak,,,
__ADS_1
Jangan lupa untuk like komen dan votenya yah,, trimakasih...