
Hari pun berlalu, sudah tiga hari Vian ada di jogja, sedang Ayah dan Bunda masih ada di kota jakarta,mereka sedang menikmati kebahagiaan karena baru mendapatkan cucu pertamanya.
Ana tiap pagi,setiap bangun tidur selalu muntah muntah, sampai lemas tak berdaya. Vian selalu membantu Ana saat sedang muntah, Vian memijit leher Ana serta mengusap keningnya yang penuh keringat.
"Kak,, lemas,,, kepala Ana juga pusing, "sambil duduk di closet.
"Kita ke kamar aja yah, kalau sudah selesai muntahnya, biar bisa rebahan,, "Ana mengangguk, lalu Vian menggendong Ana keluar dari kamar mandi menuju kasur.
"Kaka ambilkan minum dulu yah,, "
"Ana mau teh hangat yang pahit, "
"Iya,, kaka akan buatkan,, "Vian keluar dari kamar, menuju dapur untuk membuat teh.
Setelah jadi Vian membawanya ke kamar,dan memberikan pada Ana.
"Minumlah selagi hangat,, "Ana lalu meminumnya.
"Kak,,kaka sudah tiga hari di sini, apa kaka akan pulang ke kota,, apa kaka akan ninggalin Ana sendirian di sini, Ana ngga mau sendirian,, huhuuu,,, "Ana berkata sambil menangis.
"Sayang,,, kaka ngga ada fikiran sedikitpun untuk ninggalin kamu sendirian di sini, udah jangan nangis, Kaka akan tetap disini sampai Ayah dan Bunda pulang, udah yah jangan nangis,, "sambil mengusap air mata Ana.
"Kaka janji yah,, "
"Iya kaka janji,, "sambil mengusap rambut Ana lalu menciumnya.
"Kaka mau buat sarapan dulu buat kita yah, kamu mau di sini atau ikut ke dapur,, "
"Ana di sini aja,, "Vian lalu keluar dari kamar dan menuju dapur.
Vian lalu membuatkan sarapan untuk Ana, roti isi coklat dan di panggang, sedang Vian sendiri sarapan dengan membuat mi goreng instan, lalu setelah siap mereka berdua sarapan bersama.
Jam pun berlalu
"Kak,, Ana pengin makan rujak buah,, "saat mereka sedang duduk di sofa sambil nonton tv.
"Tapi ini masih pagi,, nanti aja yah, takutnya kalau makan rujak jam segini perutnya sakit,, "sambil melihat ke jam, dan masih jam 10 pagi.
"Tapi Ana pengin kak,, ini mulut Ana mau makan yang asem asem,, "
"Kaka telfonin Mamih dulu yah,mau tanya boleh ngga kalau kamu makan rujak buah jam segini, sebentar,, "lalu Vian menelfon Vina, dan Vina mengatakan boleh, dan mengatakan juga kalau orang sedang hamil muda itu harus di turuti keinginanya.
"Ya udah Kaka pergi dulu buat beli rujak buahnya yah,, "
"Ana ikut kak,, "
__ADS_1
"Ngga usah, nanti malah pusing lagi kepalanya,, "
"Ikuttt,, ngga pusing ngga,,ikut ya kak,, "sambil merengek seperti anak kecil, ahirnya Vian pun mengizinkan Ana untuk ikut.
"Ya udah ayo,, "Vian lalu mengambil kunci mobil dan mereka lalu pergi mencari penjual rujak buah.
Ana yang tau tempat penjual rujak , langsung mengarahkan Vian untuk ke sana, sampai di sana penjual Rujak baru bersiap. mereka pun menunggu.
"Kak,, itu ada penjual buah, Ana pengin jeruk yang kulitnya ijo itu dong kak,, "sambil. menujuk penjual buah.
"Kaka akan belikan, tapi sayang tetap di mobil aja, jangan keluar,, ngerti... "Ana mengangguk.
Vian membelikan jeruk keinginan Ana, dan Vian yang melihat mangga yang masih muda, Vian tiba tiba pengin, dan Vian juga membelinya.
Sampai di mobil, Ana langsung mengupas jeruk, dan rasanya sangat cocok buat orang hamil muda, karena ada asem asenya gitu.
"Kaka mau ngga,, "sambil menyodorkan jeruk ke mulut Vian. lalu Vian membuka mulutnya dan memakanya.
"Enak ngga kak,, "
"Enak, ada asemnya tapi seger,, "Vian lalu ikut makan jeruk, sampai habis 3 biji.
Penjual rujak buah memberikan dua bungkus rujak, setelah di bayar, Vian menjalankan mobilnya untuk pulang.
Sampai di rumah Ana dan Vian sama sama tidak sabar untuk memakan rujaknya, sepertinya Vian juga ikut nyidam, lalu mereka memakanya. saat sedang makan ada suara ketukan pintu, Vian lalu membukanya.
"Kita mau jenguk Alana, katanya Alana sakit,, "
"Ngga,, per,,, "
"Siapa kak yang datang,,? "tanya Ana yang mendekat ke Vian. sebelum Vian melanjutkan bicaranya.
"Eh,, kalian, ayo masuk,, "kata Ana. Vian melihat keduanya dengan tatapan tidak sukanya. tapi mereka berdua tetap masuk.
"Ayo duduk,, ada apa kalian datang kesini,,? "
"Katanya kamu lagi sakit, makanya kita jengukin,, "
"Oh gitu, makasih yah,, "
Vian duduk dekat Ana dan mengambil piring yang berisi rujak buahnya.
"Makan lagi rujaknya,, sayang ini masih banyak,,,"Sambil Vian menyuapi Ana. Ana pun menurut.
"Kamu lagi sakit kok makan gituan sih Al,? "
__ADS_1
"Ini obat sakitanya Ana,, "Vian yang menjawab.
Aksa dan Edo menatap Ana dengan penuh tanda tanya.
"Kamu tuh sakit apa sih, katanya pusing sama muntah muntah, kok obatnya malah makanan kaya gitu,,? "kata Aksa, yang lebih berani ngomong, sedang Edo dari tadi diam, mereka tidak tau kalau ada Vian di rumah Ana.kalau tau mereka berdua juga ngga mau datang.
"Ana itu sedang hamil anaku,,dan sedang nyidam jadi penginya makan yang asem asem juga seger gini, "Vian yang menjawab. Aksa dan Edo langsung menatap Ana. Ana tersenyum dan mengangguk lalu mengusap perutnya.
"Iya Ana lagi hamil, kalian berdua mau jadi Om,, hehe,, "jawab Ana.
"Katanya kamu ngga mau hamil dulu, nunggu kuliahnya selesai,,, "Aksa yang berkata lagi.
"Karena kita sama sama merasa enak dan menikmatinya, ahirnya ke bablasan,, jadi deh anak kita,, "Vian sambil mengusap perut Ana. Ana lalu tersenyum malu.
Setengah jam kemudian Aska dan Edo pamit pulang, Edo terlihat sedih tapi mau gimana lagi mereka kan suami istri wajar kalau Ana hamil.
Saat ini Ana sedang vc dengan Bunda, dan melihat anak Abang yang sangat lucu.
"Bundaa,, Anak Abang lucu banget sih,, Adek jadi pengin peluk,, "
"Iya,, lucu banget kan,, lihat pipinya aja udah tembem, "
"Adek jadi pengin kesitu,,, "
"Ya udah datang aja ke sinih,, "
"Emang Bunda masih lama di situ,, "
"Masih sayang, Bunda mau seminggu di sini, nunggu dedenya haqikah sama selamatan nama dulu ,,"
"Ya udah nanti Adek mau ajak kak Vian untuk ke kota,, udah dulu ya Bunda Adek matiin dulu,, "
"Iya sayang,, "
Ana langsung mencari Vian yang ada di belakang rumah, kalau siang Ana tidak merasa mual, jadi masih bisa jalan kemanapun, tapi tidak saat pagi, Ana selalu muntah dan kepalanya pusing.
"Kak,, kaka sedang apa,,? "
"Ini baru nerima telfon, besok kaka harus balik ke kota, ada urusan di kantor yang sangat penting, sayang ikut aja yuk ke kota,, gimana,"
"Ana juga niatnya mau ngajak kaka untuk pulang ke kota, Ana pengin lihat anak Abang, anak Abang sangat lucu,, "
"Ya udah kalau gitu kita perginya besok siang yah,, "
"Iya kak,, "Kata Ana,lalu mereka saling peluk.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..