Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Goooolllllllllll...


__ADS_3

Setelah melihat Ana sudah tediak lemas lagi, Vian mulai beraksi kembali. Dan Vian juga memasang sarung di miliknya.


"Kak,, kok jadi lucu yah bentuknya,, "


"Lucu gimana,,? "


"Kaya sosis gitu, hehee,, "kata Ana sambil memegang milik Vian yang sudah di bungkus.


"Padahal kalau pake ini ngga enak,, "


"Kok Kaka tau ngga enak, apa kaka pernah melakukan dengan wanita lain trus pake ginian,, "sambil mata Ana menatap tajam.


"Eehhh,, bukan, belum lah,, Kaka tau dari intrernet,, seriusan Kaka ngga bohong, Kaka ngga pernah berhubungan dengan siapa pun, ini yang pertama dan itu sama kamu, "


"Awas aja kalau sampai bohong, Ana potong ininya kamu Kak sampai habis,,"


"Iihh,,, serem amat sih, nanti kamu ngga punya yang buat mainan loh,, "sambil tangan Vian mengambil tangan Ana untuk memegang miliknya lagi.


"Udah jangan marah gitu ah,, Mas ngga bakalan hianati kamu,, Mas sayang banget sama kamu, ngga ada orang lain di hati Mas selain kamu,, "sambil mencium kening Ana.


Lalu Ana pun mengangguk dan tersenyum, itu. membuat Vian senang.


"Kita lanjutin yah,,"Ana mengangguk.


Vian pintar itu rupanya dia seneng dan sering lihat di internet, pantas saja Vian sangat lihai melakukanya.


Vian pertama tama mencium kening, mata, pipi lalu bibir, Vian melakukanya dengan pelan.

__ADS_1


Lalu ciumanya turun lagi ke bawah, dan sampai bawah terus, Vian mencium tubuh Ana sampai tidak ada yang terlewat sedikit pun.


Sampai di inti tubuh Ana, Vian menj**ilatnya dulu agar basah,biar nanti saat di masukan lebih gampang.


Setelah cukup basah, Vian lalu. memposiaikan miliknya di inti milik Ana.


"Sayang,, pasti nanti akan sakit, tapi sakitnya ngga lama kok, jadi di tahan yah, "Ana hanya mengangguk karena sebenarnya Ana juga takut.


Setelah itu Vian mulai menekan miliknya untuk masuk,dan ternyata sangat susah karena licin, Vian lalu mencopot sarung yang ada di senjatanya.


"Kak kenapa di copot, jangan nanti Ana hamil,"saat Ana melihat Vian melepaskan sarungnya.


"Iya nanti Kaka pake lagi, ini kaka mau masukin meleset terus, siapa tau karena ada sarungnya, kita coba lagi yah,, "sambil vian mencoba lagi.


Alvin lalu memposisikan miliknya, dan menekanya sedikit demi sedikit, Ana sudah mulai merasakan kesakitan.


"Kakkk,,, sakittt,, "


Tangan Ana sudah mencengkaram seprei dengan kencangnya, lalu matanya sambil terpejam, sedang mulutnya sudah mengeluarkan rintihan kesakitan.


Vian lalu mendorongnya dengan sedikit kuat, saat sudah masuk sedikit, Ana langsung teriak kesakitan.


"Kakaaaa,,, sakitttttt,,, "teriak Ana sampai kepalanya terangkat saat Vian memasukanya dengan menekan kuat kuat, rupanya Vian sudah tidak sabar.


Milik Vian sudah masuk semuanya, Ana yang kesakitan sampai menangis.


"Maaf sayang,,, jangan nangis,,"sambil mengusap air matanya Ana.

__ADS_1


"Sakit Kak,,, "


"Iya sayang,, nanti juga ngga sakit lagi kok,, "sambil mendiamkan miliknya.


Setelah Ana lebih baik dan lebih tenang, Vian mulai menggerakan pinggulnya.


"Aahhh,, kakkk,,, "


"Uuhhh,, enaknya sayangg,, ini sangat enak,, "Kata Vian.


"Pelan kak,, ini masih sakittt,, "


"Iya,, Kaka akan pelan pelan,, "


Vian lalu dengan pelan dan pasti menggerakan pinggulnya.


"Kakk,,, eeemmmm,,, aaahhh,, "Ana sudah mulai bisa menikmatinya.


Sedang vian makin cepat menggerakan pinggulnya,,, sampai Vian lupa untuk memakai sarung.


Saat makin cepat gerakan Vian, Ana pun makin kencang suara yang keluar dari mulutnya, dan Vian sepertinya sudah ingin melakukan penembakan.


"Kakk,,, punyamu belum di itu,, "


"Apa sayangggg,,,, aaahhh,,,, "


"Kak,, jangan dulu,,, "sambil Ana memukul dada Vian.

__ADS_1


"Kaka itu kamu belum pakai penganaman,, "Vian langsung sadar dan langsung saja mencabut miliknya, saat di cabut milik Vian langsung keluar laharnya, dan di tumpahkan di perut Ana.


Jangan lupa, like, komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2