Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Menolong Ayu


__ADS_3

Sudah satu bulan Abang bekerja di kota, dan Abang rupanya sangat betah bekerja di kota, karena banyak tempat nongkrong dan juga banyak mall yang sangat bagus yang bisa buat nongkrong juga. tapi tetap saja tempat kerja Abang juga membuatnya betah karena banyak teman temanya yang saling mendukung dan membantu Abang juga.


Karena Abang belum terlalu faham di kota, Abang selalu mengajak Vian untuk pergi nongkrong.Abang dan Vian bukan nongkrong di tempat tempat hiburan malam yah, tapi mereka nongkrong di cafe cafe yang bisa buat nongkrong dan juga ada jaringan internet gratisnya.


"Ian,,, besok Adek dan Ayah juga Bunda mau dateng,, kamu dah tau kan,,? "kata Abang sambil meminum Kopi hitamnya. saat ini mereka sedang nongkrong di cafe yang ada dalam Mall.


"Iya,, Ian dah tau Bang. Ana yang kemaren bilang,, dan besok Papih yang akan jemput ke bandara katanya,, "jawab Ian.


"Sukur deh kalau Papih kamu yang jemput, Aku bisa tidur tanpa pikiran, "


Lalu mereka pun sibuk dengan hp masing masing. Saat Abang sedang sibuk dengan hpnya Abang mendengar suara yang dia kenal.


"Yu,, Aku dah suka sama kamu lama loh,, tapi kenapa kamu selalu menghindari Aku sih dan kamu tidak pernah merespon perhatianku,, apa kurangku Yu,, apa kamu sudah punya pacar,, jawab Yu,, "


"Maaf Rik,, Ayu bukanya ingin menyakitimu, tapi Ayu memang belum ingin pacaran, karena Ayu masih banyak tanggung jawab, adik adik Ayu masih butuh biyaya untuk sekolah,dan juga Ayu mau lunasin hutang keluarga Ayu dulu, jadi Ayu ingin fokus kerja, "


"Dari dulu alasan kamu tuh kaya gitu terus sih Yu,, bilang aja kalau kamu tuh ngga suka sama Aku kan,, ingat yah Yu orang tuamu itu juga banyak hutang sama orang tuaku, "Ayu hanya diam.


"Maaf,,, "jawab Ayu sambil masih menunduk.


"Kalau kamu menolaku berarti hutang orang tuamu harus lunas besok juga,, kalau tidak akan Aku suruh orang tuaku untuk membawanya ke jalur hukum,, "


"Jangan Rik,, Ayu mohon ,"


"Kalau kamu ngga mau itu terjadi, kamu harus mau jadi pacarku,, gimana,, "Ayu hanya diam.


"Mas,,, kalau ingin jadi pacarnya jangan kaya gitu dong caranya,, kok pakai ngancem gitu,, "kata Abang yang mendekat ke meja Ayu, karena Abang tidak tega melihat Ayu di tekan dan di ancam.


"Kamu siapa berani ikut campur urusanku hah,,, "sambil menarik baju Abang. Ayu yang melihat Abang langsung kaget.


"Santai Mas,,, Aku memang ngga kenal sama kamu,, tapi Aku kenal sama cewe yang kamu ancam,, "sambil menarik tangan yang mencengkram baju Abang.


"Apa maksud kamu hah,, apa kamu pacarnya tuh cewe murahan,,? "Ayu pun hanya menggelengkan kepalnya pada Abang.

__ADS_1


"Kamu bilang dia cewe murahan, tapi kamu ngemis cinta padanya,,sebenarnya yang murahan kamu atau dia sih,, "sambil Abang tersenyum mengejek.


"Jangan banyak bacot luh,, "sambil tangangnya akan menonjok Abang, tapi Abang menangkisnya duluan.


Dan Abang memlintir tangan tuh cowo yang ngga punya sopan dan dia pun kesakitan sambil bilang ampun. lalu Abang pun mendorongnya ke arah pintu keluar.


"Pergi kamu,, "kata si Abang, dan tuh cowo pun pergi.


Sedang Ayu hanya menunduk, dan sepertinya Ayu juga malu karena di lihat banyak orang.


"Ayo ikut gabung di mejaku,, "kata Abang saat berdiri di samping Ayu yang sedang duduk sambil menundukan kepalanya.


"Te,, terimakasih,,, Ayu mau pulang saja,, "sambil bangun dari duduknya.


"Jangan dulu pulang, kamu sedang tidak baik tunggu sebentar lagi aja,, "Ayu hanya menggeleng dan akan jalan, tapi Abang langsung mencegahnya dengan menarik tangan Ayu sambil di genggamnya.


"Ian,, kamu pulang sendiri aja yah,, Abang mau pulang duluan,,"kata Abang kepada Vian.


"Ayo naik,, Aku akan antar kamu pulang,, "kata Abang saat sampai di parkiran motornya.


"Trimakasih Mas,, tapi Ayu mau pulang sendiri aja,, "


"Ngga usah nolak gitu,, kita kan teman, jadi sesama teman kan harus saling bantu,, udah jangan banyak fikir,, ayo naik,,, "sambil Abang menyuruh Ayu naik ke motor gedenya.


Ayu pun terpaksa mengikuti keinginan Abang, karena Abang terus memaksa. Ayu naik ke motor dan setelah itu Abang langsung menarik gas motornya untuk menuju rumah Ayu.


Di motor Abang bertanya Alamat rumah Ayu,karena Abang ngga tau jalan jadi Ayu selalu memberikan petunjuk jalan pada Abang.


Sampai di depan rumah Ayu,, rumahnya sangat ramai dan ada orang yang bicaranya keras juga kasar.


"Ayah,, Ibu,, ada apa,,? "tanya Ayu saat melihat Ibunya menangis.


"Oh jadi kamu nolak anak Saya gara gara pria ini,, kalau gitu sekarang juga lunasin hutang Ayah kamu pada Saya, atau besok Saya akan bawa ke jalur hukum,, "sambil menunjuk Abang, karena Abang ikut turun dari motor dan mendekati keluarga Ayu.

__ADS_1


"Tolong jangan Pak,, tolong kasih saya waktu, pasti saya akan lunasi,, "Sambil Ayu menggeleng gelengkan kepalanya.


"Memang Berapa hutang mereka pada Bapa,,,? "tanya Abang.


"Ngapain kamu tanya tanya,, kamu mau bayarin,, mana sanggup kamu,! "


"Berapa,,,? "tanya Abang lagi.


"50 juta,, "


"Bukan segitu kan Pak,, kita kan sudah cicil,, "kata Ayu.


"Kamu itu baru bayar bunganya tau ngga,,, "katanya.


"Mana rekening Bapa,, Saya akan melunasinya,,,"


"Mas Kiki jangan,, Ayu ngga mau ngerpotin Mas Kiki,, "kata Ayu. dan Si Bapa songong menyodorkan no rekening.


"Ngga papa,, kita kan teman,, jadi harus saling bantu,,, "sambil Abang mengetik no rekening, setelah terkirim Abang menujukan bukti trfranya.


"Sekarang sudah selesai kan,, jadi saya harap Bapa jangan mengganggu keluarga ini lagi,, sekarang silakan pergi,,, "si Bapa songong dengan pandangan yang tidak suka pada Kiki pun langsung pergi dengan kedua pengikutnya.


"Terimakasih,,, "kata Ayu.


"Pasti Ayu akan mengembalikan uang Mas Kiki,, tapi dengan mencicilnya,harap Mas Kiki bersabar,,, "


"Ngga usah di pikirkan,, yang penting keluarga kamu ngga ada yang mengusik lagi,,, "jawa Abang.


"Ayu,,, ajak temanmu masuk,, kita bicara di dalam saja,,, "Kata Ayah Ayu. Lalu Ayah dan Ibu Ayu pun masuk ke dalam, begitu juga Ayu dan Abang.


**Jangan lupa like, komen dan Votenya, trimakasih..


Jangan lupa mampir juga ke cerita baruku, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.

__ADS_1


__ADS_2