Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Permainan Mas Al


__ADS_3

Aku menemani Kiki bermain di kamar setelah memandikanya, Aku juga mengajaknya belajar mewarnai gambar serta berhitung sampai tidak melihat waktu, saat Aku lihat jam ternyata sudah jam 11 siang.


Aku pun bilang ke Kiki akan memasak untuk makan siang, dan Aku suruh Kiki untuk menyelesaikan gambarnya.


Setelah Aku keluar kamar Kiki, Aku mencari Mas Al yang dari tadi tak kelihatan, di ruang tv Mas Al ngga ada ,lalu Aku menuju kamar dan benar saja Mas Al ada di kamar, sepertinya Mas Al sedang serius sampai Aku membuka pintu aja tak mendengar.


Lalu Aku mendekatinya dan menegurnya, baru Mas Al tau Aku masuk kamar, saat Aku tanya sedang apa, katanya sedang ada pesanan gambar, saat Aku melihat gambarnya Mas Al langsung menariku untuk duduk di pangkuanya, Aku sebenarnya ingin menolaknya karena takut Kiki masuk dan melihat posisi kita begini kan kurang baik buat anak anak.


Tapi dasar Mas Al dia tertep aja kasih jawaban atas perkataanku, sampai Aku pun menurutinya.Gambar gambar yang Mas Al bikin cukup bagus, ini adalah gambar gedung perhotelan rupanya. dan Mas Al bilang temanya yang memesanya. dalam hatiku sukur Mas Al dapat pesanan gambar, biar bisa menambah penghasilanya, karena kasihan kalau hanya mengandalkan gaji ajah.


Saat Aku tanyakan gambar mana yang jadi pesanan, kata Mas Al nanti akan di kirimkan gambarnya dan teman Mas Al yang akan memilihnya.


Saat Aku sedang bertanya,mata kita pun bertemu,, entah gimana awalnya tiba tiba bibir kita sudah saling menempel.Aku awalnya hanya diam tapi saat Mas Al menggigit pelan bibirku ahirnya Aku pun membuka mulutku. Mas Al langsung ******* bibirku dan yang awalnya Aku hanya diam ahirnya Aku pun ikut terbawa rasa, dan kita pun saling membalas *******. dan tanganku di tarik Mas Al agar memegang pundaknya.


Kita berdua pun menikmati ciuman kita, tangan Mas Al rupanya sudah masuk ke dalam bajuku, dan tangan itu sudah sampai di gunung kembarku di usapnya gunung kembar itu dengan tanganya, dan setelah itu tangan Mas Al melepaskan pengait pembungkus gunung kembarku dan sekarang tangan Mas Al sudah bebas bermain di gunung kembarku.


Nafasku sudah hampir habis, lalu Aku melepaskan ciuman itu. Dan Mas Al langsung mengangkat bajuku ke atas. dan Aku rasanya sangat malu karena di bagian atas badanku sudah polos.

__ADS_1


Dengan gerakan cepat, mulut Mas Al sudah bermain dengan gunung kembarku. dan yang satunya dia mainkan dengan meremas serta menarik ujung daging coklatnya, rasanya sangat nikmat permainan Mas Al ini. Aku hanya bisa memejamkan mata dan tanganku sambil meremasi rambut Mas Al.


"Eeemmm,, Masss, "kataku,saat Mas Al mempermainkan ujung daging coklat kecilku di mulutnya,sambil di tarik tariknya.


"Maasss,, takut Adaa Kikii,, "kataku lagi sambil tersengal.


Lalu Mas Al mengangkat badanku ke mejanya, sedang dia langsung bangun menuju pintu, dan mengunci pintunya Aku pun makin takut dan malu ,Apa Mas Al akan melakukanya lagi, ini gilaa,, Aku aja masih kesakitan dalam hatiku berkata. Aku yang malu langsung menutupi gunung kembarku dengan bajuku yang ada di atas meja.


Mas Al lalu duduk lagi, kali ini Mas Al lebih mengagetkanku. Dia langsung membuka kakiku agar melebar lalu mengangkat roku. Tanganku reflek memegang roku ,karena ngga tau apa yang akan Mas Al lakukan. tapi Mas Al terap menariknya. hingga kakiku sekarang terbuka lenar.


"Mass,,, Nana masih sakitt,, lagian ini masih siang, nanti malam aja yah, "kataku sedikit memelas.


Aku hanya memejamkan mataku karena sangat malu, dengan posisiku duduk di meja sedang Mas Al duduk di kursi, membuat daerah terlarangku langsung terlihat di depan matanya. Rasanyaaa,,,, malu pake banget ini.


Setelah kain terlepas, mulut Mas Al langsung menciumi juga menjilati daerah terlarangku,rasanya sangat nikmat, Lidah Mas Al keluar masuk dengan sangat lincah,, Dan seperti menggelitik juga menyedotnya.


"Oohhh,, Masss,,, "kataku sambil memejamkan mataku .

__ADS_1


"Ayo keluarkan saja,jangan di tahan,"katanya.


Lalu Mas Al berdiri, bibirnya langsung menyambar gunung kembarku, sedang tanganya ngga tinggal diam, jari Mas Al bermain di sana.


"Aaahhh,,, aahhh,,aahhh, "kataku meracu tak jelas. karena hentakan hentakan dari jari Mas Al di bawah.


"Mass,, Nana ngga tahan,,, "Mas Al langsung duduk lagi, dan melepas tanganya di ganti dengan mulutnya lagi. Aku yang sudah ngga tahan langsung berteriak sambil menjambak rambut Mas Al.


"Aaaaaaaa,,,,, oooohhhh,, "teriaku yang merasakan kenikmatan itu datang. sambil kepalaku kutarik kebelakan dengan mata terpejam.


Saat ku buka mataku,Aku melihat Mas Al yang sedang menjilati daerah terlarangku itu sampai bersih. Dengan nafas yang masih belum setabil Mas Al mengangkat badanku ke kasur.


"Nana Istirahat saja dulu, "sambil merapikan roku agar menutupi tempat terlarangku.


Aku hanya terkapar lemas di kasur, sedang Mas Al langsung masuk kamar mandi. Ini mah gilaa,,, Mas Al sungguh pintar membuatku sampai merasakan sebuah kenikmatan yang tak pernah aku rasakan.


Saat Mas Al masuk kamar mandi Aku langsung memakai bajuku dan pembungkus gunung kembarku.

__ADS_1


Segini dulu ya Kak,, jangan lupa untuk like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2