Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Sayang Bunda


__ADS_3

Aku sungguh tak bisa mengontrol emosiku saat Anton mengatakan Aku dan Nana menikah hanya sementara,dan kalau Anak yang Nana kandung lahir kita akan berpisah, sampai Aku hilang ****** membanting hpku, Hpku pun sampai ancur berantakan. dan parahnya kenapa Aku emosi di depan Nana,sampai Nana ketakutan, Aku melihat Nana yang menangis dan gemetar Aku pun. langsung memeluknya.


Pagi ini Aku di bangunkan oleh Nana, tapi di bangunkanya pagi ini sangat Aku suka, karena Nana membangunkanku sambil mencium pipiku dan duduk di atas Tom.


"Mas,, bangun, ini dah siang,,, nanti telat loh ke kantornya,, "sambil Nana naik di atas tubuhku dan duduk di atas Tom lalu sambil menciumi pipi kanan dan kiriku.


"Hemmm,, iya, Bun Mas bangun, tapi Bunda turun dulu dari atas Mas, Bunda itu berat, "


"Oh,, jadi Bunda gendut gitu,dan jelek, "Nana turun dari atas badanku, tapi sambil memanyunkan bibirnya. Dan Aku pun bangun lalu duduk di kasur.


"Mas ngga bilang Bunda gendut kok, Bunda itu sekarang jadi montok dan berisi, Mas malah makin suka, apa lagi ada dede,, "sambil ku cium perut Nana.


"Mas mandi gih,, Nana siapin baju buat Mas, udah siang soalnya,, "Aku pun mengangguk, lalu berjalan menuju kamar mandi.


Selesai Mandi Aku memakai baju yang sudah di siapkan Nana, lalu Aku memakainya,sedang Nana merapikan kasur agar tidak brantakan.


"Bun,, pasangin dasi dong,, "kataku sambil memberikan dasi ke Nana.


"Tumben manja banget sih,,,, "sambil memakaikan ke leherku.


"Biarin manja sama Istri kan sah sah saja,, "sambil ku tatap wajah istriku yang makin berisi.


"Udah selesai,,,, "Aku pun tersenyum lalu Aku cium bibirnya sekilas.


"Makasih Sayang,, "sambil ku elus pipinya, tapi pipi Nana berubah warna jadi sedikit merah.


"Kenapa pipinya jadi merah hemm,,, "sambil ku angkat dagunya ke atas, karena tadi Nana menundukan wajahnya.


"Ihhh Mas,,, jangan gombal ah gombal aja pagi pagi,, "sambil memukul dadaku.


"Mas ngga gombal,, emang Mas sayang banget sama Istri Mas yang cabi ini,, Bunda sayang ngga sama Mas,,? "Nana hanya diam tak menjawab, dan Aku pun jadi diam.


"Ya udah yuk,, kita sarapan Mas udah laper,, "sambil Aku berjalan duluan keluar dari kamar,, Aku tidak marah tentang Nana yang tak menjawab pertanyaanku, Aku tau Nana butuh waktu, yang penting Nana merasa nyaman bersamaku.pelan pelan saja Aku pasti bisa buat Nana cinta padaku.


Di meja makan sudah ada kiki yang sudah duduk sedang menungguku.

__ADS_1


"Ayah lama banget sih,, kiki dah laper,,"sambil cemberut.


"Iya maaf sekarang kita sarapan yuk,, "Aku mengambil nasi goreng yang Nana bikin. dan piring Kiki pun Aku yang isi, karena Nana tak kunjung keluar dari kamar.


Saat makan sudah mau habis Nana pun datang mendekat ke meja makan.


"Bun Mas berangkat dulu yah,, bawa motornya pelan pelan aja, kasian dede bayinya,, "kataku sambil mencium keningnya, sedang Kiki mencium tanganku, Aku pun berangkat.


Aku membawa mobilku menuju tempat kerjaku, tidak butuh waktu lama Aku sampai di kantor.


"Mas Al,, tadi Selvi telfon kok ngga aktif sih,, "saat di lif Aku bertemu dengan selfi.


"Maaf Sel,, hpku jatuh trus mati deh,, ada apa kamu telfon Aku,,? "tanyaku.


"Pak Direktur semalam nelfon Aku,karena telfon Mas katanya susah, dan pak Direktur bilang kalau Aku suruh nemenin Mas Al ngecek kerjaan di daerah selatan nanti jam 10 soalnya pak Direktur datang siang,, "


"Oh gitu,, ya udah nanti kita pergi,, kamu samperin Aku yah,, "saat kita sampai di lantai tempat ruangan kita bekerja. Selfi pun mengangguk.


Waktu pun berjalan dengan cepat, dan Selfi datang ke ruanganku untuk mengajaku berangkat.


"Iya,, tunggu bentar, "Aku merapikan mejaku dulu.


Setelah itu kita pun pergi menggunakan mobilku menuju tepat yang kita akan tinjou.


"Sel,, nanti pulangnya Aku mampir ke mal dulu untuk beli hp yah,, "


"Iya,, tapi Selfi tidak ikut masuk ke mall yah,, Selfi mau di cafe aja nunggunya,, "


"Kenapa ngga mau ikut ke dalam,,? "


"Takut ada yang kenal Selfi, nanti di kira kita pacaran dan takutnya yang kenal Selfi ngadu lagi ke pacar Selfi,, takut berantemmm,, "


"Oh,, iya juga sih,, "kataku. dan kita sampai di tempat yang kita tuju, Aku dan Selfi mengecek semuanya, dan Selfi juga mencatat yang perlu kita sampaikan pada pak Direktur.


Sekitar pukul 12 Aku sudah ada di mall, Aku memilih lalu membeli hp yang tidak begitu mahal dan canggih, karena bagiku asal bisa buat komunikasi itu sudah cukup.

__ADS_1


Setelah dapat Aku menuju Cafe yang Selfi datangi, setelah bertemu Aku mengajaknya untuk jalan lagi.


"Sel,, mampir ke rumahku dulu yah, Aku mau ambil kartu sama memoriku, ngga jauh kok rumahku dari sini,, "kataku saat di dalam mobil.


"Terserah Mas Ali aja,, "Aku pun mengangguk.


Aku Sampai rumah langsung turun dan mengajak selfi untuk mampir dulu. Aku mengetuk pintu dan yang membukakan pintu Mba Yanti.


"Mba,, Istri saya di mana,,? "tanyaku setelah Aku masuk, dan selfi Aku suruh duduk dulu.


"Ibu ada di kamar Pak,, "Aku pun mengangguk, dan lalu menuju kamar.


"Bun,, "kataku saat masuk kamar, dan Nana sedang tiduran sambil main hpnya.


"Kok Mas udah pulang,,? "sambil bangun.


"Mas mau ambil memotri sama kartu Mas,tadi Mas ada kerjaan di luar jadi tadi Mas mampir ke Mol untuk beli hp sekalian,, "


Nana pun mengambilkan memori dan kartuku lalu Nana memberikanya padaku.


Aku memasangnya dan setelah terpasang hpku jadi.


"Coba Bun di telfon,,"Nana pun menelfon ke no ku, dan bunyi.


"Ya udah Mas mau berangkat ke kantor lagi yah Bun,, "


"Ngga makan siang dulu Mas,,? "sambil kita berjalan keluar kamar.


"Mas ada teman di luar ngga enak kalau kelamaan,, "


Nana melihat Selfi yang sedang duduk di sofa, dan Nana menatapku penuh curiga. gimana Nana ngga curiga penampilan Selfi itu memang sangat seksi, rok di atas lutut dengan baju ketat tapi di lapisi blezer dan rambut di gerai wajahnya Selfi memang cukup cantik,, tapi dia bukan tipeku sih.


Besok lagi..


Jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak,, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2