
Abang hari ini akan mengantar Ayu kerumah sakit untuk ke mengambil hasil pemeriksaan kemarin, dan Abang sudah menelfon ke sekertarisnya kalau akan datang ke kantor sedikit telat.
Untungnya Ayah dan Bunda akan balik ke jogjanya nanti sore, karena mengambil penerbangan malam, jadi masih bisa jagain anak anak Abang.
Ayu di mobil selalu diam, Abang lalu mengambil tanganya dan menggenggamnya. Ayu lalu tersenyum tipis pada Abang dan langsung menyandarkan kepalanya di pundak Abang.
"Semua akan baik baik saja,, jangan takut, "Ayu hanya mengangguk tanpa menjawab.
Sampai di rumah sakit tangan mereka tidak lepas, saling bergandengan menuju ruang dokter. dan sampai di depan ruang Dokter Ayu menarik nafasnya dengan kasar.sedang Abang mengetuk pintu ruang Dokternya.
Setelah di persilakan masuk, Abang dan Ayu pun masuk ke dalam.
"Silakan duduk pak Bu,, "kata Dokter.
"Iya Dok terimakasih, "lalu setelah semua duduk, Dokter meminta suster untuk mengambilkan amplop hasil pemeriksaan kemarin.
Dokter lalu memberikan pada Abang selaku suami Ayu.
"Silakan Bapa buka amplopnya,, "Abang melihat ke Ayu dan Ayu pun mengangguk.
Saat Abang membukanya, Abang tidak tau tentang isinya karena bukan bidangnya.
"Maaf Dok,, sebaiknya Dokter yang jelaskan, karena saya tidak tau apa maksud dari isi amplop ini,, "Sambil memberikan amplop ke arah Dokter. Dokterpun menerimanya.
"Baiklah saya akan jelaskan, Bapa dan Ibu harap tenang yah,, "Abang dan Ayu mengangguk.
"Dari hasil pemeriksaan Ibu Ayu ,menyatakan kalau Ibu terkena penyakit tumor otak, tapi,, "Belum selesai Dokter menjelaskan Ayu sudah menangis.
"Mass,, tidak Mas,, tidak munggkin,, gimana kalau Ayu meninggal, anak anak bagai mana, huhuuuu,, "Abang langsung memeluk Ayu.
"Suuttt,,, jangan berfikiran yang tidak tidak, Dokter belum selesai menjelaskanya,, "sambil mengusap rambur Ayu.
"Maaf ya Dok, silakan jelaskan lagi,, "
"Iya Pak, saya faham kok pasti ibu merasa takut ,saya jelaskan lagi ya Pak Bu,, "Ayu masih memeluk Abang walau sudah sedikit lebih tenang.
__ADS_1
"Tumor otak yang Ibu derita adalah tumor yang jinak, Ibu masih bisa mengobatinya, dan untungnya belum terlambat karena tumor yang ada di otak Ibu belum membesar ,"
"Ibu bisa melakukan oprasi, dan harus secepatnya, agar tumor tidak makin menjalar dan nantinya akan semakin parah, "
"Apa di rumah sakit ini bisa mengoprasinya Dok,,? "
"Bisa,, tapi saya sarankan lebih baik bapa bawa ibu ke rumah sakit yang ada di singapur saja, di sana alatnya lebih bagus dan lebih kumplit, dan agar cepat pemulihanya,,"Abang mengangguk.
"Baik Dok saya akan rundingkan dengan istri dan keluarga dulu, "
"Iya Pak itu harus, dan tolong jangan terlalu lama, karena tidak baik buat kesehatan ibu sendiri nantinya, "
"Baik Dok, nanti saya akan kabari Dokter ,kalau begitu kita permisi dulu,, "
"Iya pak silakan,, "
Lalu Abang merangkul Ayu dan mengajaknya untuk pulang. di mobil Ayu terus saja menangis. Abang sampai bingung harus gimana karena Abang sudah merayu Ayu untuk tidak menangis tapi Ayu tetap menangis.
"Sudah sayang jangan menangis, nanti anak anak akan melihat kamu seperti ini, mereka juga akan sedih,, sudah yah,, "saat mobil mereka sudah sampai di depan rumah.
"Sayang,, ada apa,, kenapa menangis,, "sambil memeluk Ayu.
"Bunda,, Ayu takut,, "sambil menangis lagi.
"Kita bicaranya di dalam aja yuk,, jangan di sini,, ngga enak kalau tetangga ada yang lihat"
Bunda lalu melepas pulukanya dan mengajak Ayu ke dalam.
"Ada apa Bang,,? "tanya Ayah sambil menggendong Luna.
"Ma ma, mah,, "Luna yang melihat Ayu langsung minta gendong ke Ayu.
Ayu pun menggendong luna dan mereka lalu duduk di sofa.
"Apa hasilnya tidak baik,,? "tanya Ayah. dan Abang mengangguk.
__ADS_1
"Ya Tuhan,, "kata Bunda pelan.
"Jelaskan semuanya, "kata Ayah langsung.
"Ayu menderita penyakit tumor otak tapi yang jinak, kita bisa mengobatinya dengan oprasinya, "Bunda menangis langsung, sedang Ayah sangat kaget.
"Kapan oprasinya akan di lakukan,, "
"Abang juga ingin segera Yah, tapi oprasinya harus di luar negri dan itu di singapur, kalau Abang pergi menemani Ayu, anak anak bagai mana,, "
"Kenapa kamu malah masalahin anak anak,ada Ayah sama Bunda di sini, kamu jangan kuatir pasti kita akan jagain anak anak kalian, kalian tenang aja,, "
"Tapi gimana kerjaan Ayah, kita di singapur bukan sehari dua hari tapi bisa sebulan Yah,, "
"Jangan fikirkan pekerjaan Ayah, sekarang yang terpenting adalah kesembuahan menantu Ayah dan itu adalah istrimu, Ayah bisa mengundurkan diri, dan mengurus usaha kita di sini kan,, sekarang jangan banyak fikir segeralah berangkat, masalah uang jangan di fikirkan juga,, "
"Iya Bang,, yang di katakan Ayah benar, kalian berangkat lah, Bunda dan Ayah akan menjaga mereka,, "sambil mengusap rambut Luna yang tertidur di pangkuan Ayu.
"Terimakasih Yah, Bun,, Ayu tidak bisa membalas semua kebaikan kalian, biarlah Tuhan yang membalas kebaikan kalian,, "
"Jangan berterimakasih Yu, kita adalah orang tuamu juga, dan sudah sepatutnya kita seperti ini,, sekarang kalian kamu istirahat aja dulu yah,, Abang jadi ke kantor ngga kan,, "Abang mengangguk.
"Iya sayang kamu istirahatlah, Mas akan pergi ke kantor, Mas akan bicara pada Direktur tempat Mas kerja, apa boleh Mas cuti, kalau tidak bisa Mas akan mengundurkan diri,, "
"Mas,,, "
"Ngga papa sayang,, jangan di fikirkan, rezeki sudah ada yang mengatur, Ayo Mas antar ke kamar, "Abang lalu menggendong Luna dan mereka masuk kekamar.
Setelah Ayu dan luna sudah tiduran dengan nyaman, Abang lalu mau berangkat ke kantor.
"Yah Bun,, Abang pergi dulu yah, titip Ayu dan anak anak, dan Ayah jangan lupa jemput Kaka nanti di sekolah, "
"Iya,, kamu berangkatlah, jangan kuatirkan istri dan anak anakmu, kita akan menjaga mereka,, "Abang pun pergi.
Jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih..
__ADS_1