Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Memohon Agar Mas Anton Mengiklaskan.


__ADS_3

Setelah Mas Al pergi ke kantor, Aku pun bersiap akan pergi ke rumah Mas Anton, rumah yang dulu pernah Aku tempati bersamanya.


Aku pun izin pada Mas Al kalau mau pergi, Aku bilang hanya mau pergi ke minimarket sebentar saja, tadinya Mas Al tidak mengizinkan karena membawa Alana, tapi Aku sedikit memaksa, dan ahirnya Mas Al mengizinkan, tapi kata Mas Al ngga boleh lama lama, karena kasihan sama dede, Aku pun mengiyakan. Kebetulan juga hari ini Mba Yati tidak berangkat kerja karena ada acara keluarga.


Aku menggendong Alana dan membawa tas kecil berisi kebutuhan Alana, setelah taxsi onlaine datang Aku langsung keluar dan masuk ke mobil.


Sekitar setengah jam ahirnya Aku sampai di rumah Mas Anton, dengan perasaan yang takut juga was was, Aku pun ahirnya memberanikan diri untuk masuk, setelah pintu di buka oleh Mas Anton.


"Ahirnya Sayang pulang juga,, ayo masuk,, "sambil merangkul pundaku untuk duduk di sofa.


"Sayang pasti haus yah,, nih Mas udah siapkan minum,, "sambil memberiku segelas air jeruk.


"Trimakasih,, tapi Nana ngga haus,, "jawabku sambil meletakan kembali gelas di atas meja.

__ADS_1


"Alana di tidurkan saja di kamar Sayang, biar sayang ngga cape,,"karena Alana masih dalam gendonganku.


"Ngga usah Mas,, takutnya nanti malah bangun dan menangis,,"Mas Anton pun mengangguk.


"Nana mau bicara sama Mas,, "kataku sambil menatap Mas Anton.


"Nana sayang dan cinta sama Mas Anton dan hidup Nana pun bahagia, walaupun Ibu Mas Anton tidak menyukai Nana, tapi Nana tetap setia mendampingi Mas sampai 5 th,walau Mas Anton yang dianogsa tidak akan bisa mempunyai keturunan Nana pun menerimanya, dan tidak terpikirkan Nana akan meninggalkan Mas apa lagi untuk meminta carai,, itu sama sekali tidak pernah terlintas sama sekali di fikiran Nana, karena Nana mencintai Mas Anton dengan tulus dan menerima Mas Antonapa adanya,,, "kataku sambil menatap Mas Anton.


"Tapi sekarang Nana sudah berbeda,semenjak Mas Anton mempunyai ide gila dengan menyerahkan Nana pada teman Mas sendiri, dan itu membuat secara berlahan cinta dan sayang Nana pada Mas Anton pun telah hilang dari hati Nana,, "mataku sedikit mendung karena Aku menahanya agar sampai tumpah.


"Maafkan Nana dan Mas Al kalau telah menyakiti hati Mas Anton,, tapi Nana mohon pada Mas, lepaskan Nana dan iklaskan Nana, biarkan Nana bahagia dengan Mas Al juga Alana, karena dengan Mas Anton akan mengambil Nana itu justru akan membuat Nana lebih sakit dan akan membenci Mas Anton, Nana mohon sama Mas Anton,,, "sambil Aku bersimpuh di depan Mas Anton yang sedang duduk.dan Aku pun menangis begitu juga dengan Mas Anton yang menangis juga.


"Jangan seperti ini,, bangun lah,, "sambil membantuku bangun dan menyuruhku duduk kembali di sofa.

__ADS_1


"Kenapa kamu lebih memilih Al di bandingkan Mas, padahal dari segi ekonomi Mas lah yang lebih dari pada Al,, Mas juga mencintaimu sangat mungkin lebih besar cintaku padamu dari pada Al mencintaimu,, "suaranya sedikit melemah. dan airmatanya pun sudah di usapnya.


"Dari segi ekonomi memang Mas Anton lebih dari Mas Al, mungkin juga cinta, Nana juga tau Mas Anton sangat menyayangi dan mencintai Nana, tapi kenapa Nana lebih memilih Mas Al, karena dari cara Mas Al,mencintai,menyayangi, melindungi,dan kesederhananya, juga perhatianya pada Nana yang membuat Nana luluh, sedangkan keluarga Mas Al juga sangat menyayangi Nana, seperti Kiki dia tidak pernah memandang Nana sebagai ibu tirinya tapi kiki menganggap Nana seperti ibu kandungnya sendiri, dia sangat baik dan nurut sama Nana.Sedang Ibu Mas Al tidak pernah sekali pun menyakiti perasaan Nana, atau memarahi dan juga tidak menganggap Nana sebagai menantu tapi Nana justru dia anggap seperti anak sendiri, Nana sangat bahagia walau hidup dalam kesederhanaan,, "sambil Aku menundukan wajahku.


Saat kita berdua terdiam,, Alana tiba tiba menangis dengan kencangnya.


"Mas,,, semoga Mas mengiklaskan Nana. Nana hanya ingin bahagia tanpa menyakiti hati seseorang. dan kita masih bisa jadi teman bahkan sodara.dan semoga Mas juga bisa menemukan kebahagiaan Mas nanti,Nana pamit ya Mas Nana mau pulang ,,"sambil menggenggam tangan Mas Anton. lalu Aku berdiri dan mengayun ayunkan Alana agar diam dari menangisnya.


Lalu Aku berjalan keluar dari rumah Mas Anton, sedang Mas Anton hanya diam dan duduk di sofa.


Aku berjalan keluar sambil memesan taxsi onlaine. dan sambil menunggu mobil datang, Aku berdiri di bawah pohon mangga agar terhindar dari panas, dede Alana sepertinya pengin nen, tapi tidak mungkin Aku memberi nen di pinggir jalan, jadi Aku hanya mengayun ayunkanya dulu, nanti Aku akan memberi nenya saat di mobil saja.


Aku melihat ke arah belakang, dan melihat rumah yang dulu Aku tempati cukup lama, rasanya sungguh sedih, tapi Aku pun harus memilih kebahagianku sendiri. Air mata mengalir tanpa Aku sadari, dan untungnya taxsi pun datang, Aku langsung masuk ke dalam mobil .

__ADS_1


Di mobil Aku memberi dede Alana nen, dan Aku juga sambil melihat hp. karena ada pesan masuk dari Mas Al, menanyakan Aku dan dede Alana sedang apa, Aku pun menjawab tapi jawabanku berbohong.


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, trimakasih..


__ADS_2