Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Bakar Bakar Hasil Memancing


__ADS_3

"Mamah Mas Anton besok mau datang, Aku sangat takut,, takut Mamah tidak mau mengakui kalau Vian cucunya lagi,, kalau Aku ngga masalah, tapi Aku kasihan ke Vian,, pasti akan sangat sedih kalau sampai Vian tau kebenaranya,,"


"Apa selama ini Vian belum tau kalau sebenarnya Mas Anton bukan Papihnya, "Vina menggeleng.


"Pantas waktu Vian menikah dengan Adek, dia ngga sebutin nama suami kamu yang dulu,, "Vina diam.


"Trus,,Mas Anton gimana,,? "


"Mas Anton sih bilang ke Aku semua akan baik baik saja, jangan terlalu di fikirkan, tapi Aku benar benar takut Na,, kamu udah tau kan sifat Mertuaku itu,, "Nana mengangguk.


"Aku benar benar takut,, "


"Kamu ngga usah takut,, karena ada Mas Anton yang akan selalu ada di sampingmu, Mas Anton pasti udah memikirkan ini,, jadi jangan terlalu di fikirkan karena nanti malah akan jadi penyakit,, "sambil mengusap punggung Vina.


"Kamu dan suamimu ngga masalah kan kalau nanti Vian tidak dapat warisan dari Mertuaku, karena dia bukan turunan keluarga mereka,, "


"Kamu tuh nggomong apa sih Vi,kita ngga masalah, mau Vian kaya atau tidak itu mah ngga masalah kok buat kita, kan nantinya juga tergantung Vianya, kalau dia pintar dan tidak malas pasti akan jadi orang sukses, harta tidak menjamin kesuksesan seseorang, jadi kamu ngga usah fikirin itu karena bagi Aku dan suamiku itu tidak jadi masalah ,,"


"Makasih yah Na,, "Nana pun mengangguk.


Acara mancing pun selesai, lalu mereka akan langsung kembali, dan ikan yang Anton dan Ali cukup banyak.


Ali duduk di dekat Nana, begitu juga Anton duduk di dekat Vina, Vina yang merasa sedang banyak fikiran langsung menjatuhkan kepalanya di dada Anton,Anton mengusap kepala Vina, Anton juga tau kalau Vina sekarang sedang tidak baik.


"Kita mau masak di mana nih ikan,, soalnya lumayan banyak loh,,? "tanya Anton pada Ali.


"Kita bakar bakar yuk,, enak pasti ini ikanya karena masih segar,, "


"Bener tuh,, tapi mau bakar di mana,, "


"Rumah kamu aja Al,, di belakang rumahmu sepertinya sepertinya enak,, gimana,, ?"


"Iya sih,, tapi Aku lagi malas di rumah,,? "

__ADS_1


"Kenapa,, tumben di rumah sendiri malas,, biasanya kamu paling senang kumpul sama keluarga,, "


"Di rumah lagi ada Mamahnya Abang,, jadi ribed,, "


"Mantan istri kamu maksudnya,, "Ali mengangguk.


"Seriuss,,, "Ali mengangguk sambil melihat ke Nana.


"Ribednya gimana,,? "


"Ya ini si nyonyah jadi suka ngomel ngomel ngga jelas, dan cemburunya minta ampun,, "Nana langsung mencubit paha Ali, sedang Anton tertawa melihatnya.


"Aduh Yang sakittt,,, "


"Bodo,,, "sambil melotot.


"Tuh kamu lihat kan,, baru ngomong aja udah kaya gitu,, "


"Tus kita mau gimana nih,, apa kita buat tenda aja di pantai nanti kita bakar bakar nya di situ juga,, "


"Iya boleh itu,, "jawab Anton.


Perahu sudah menepi kepantai, di bantu pemilik perahu Anton dan Ali mengangkat barang barang dan hasil pancingan, setelah Anton membayar sewanya, sekarang mereka berempat menuju mobil.


Nana dan Vina membantu membawakan yang kecil kecil. sedang laki laki bawa yang berat berat. sampai di mobil langsung di tata.


"Aku mau telfon Abang dulu yah Ton bentar, "Anton mengangguk, sedang Nana mengambilkan hp Ali di tas miliknya.


Selagi Ali menelfon Abang, Anton, Vina dan Nana masuk mobil dan ngadem karena ada AC.


"Gimana,,? "tanya Anton saat Ali masuk ke dalam mobil.


"Aman,, ayo kita kerumahku, dia udah ngga ada,,, "

__ADS_1


Lalu Ali membawa mobilnya menuju rumahnya. sampai di rumah Abang yang memang sudah menunggu lalu membantu menurunkan barang barang.


Ikan semuanya di bawa ke belakang, dan para laku laki membersihkan ikan juga menyiapkan panggangan.


Kalau ibu ibu menyiapkan bumbu dan sambal, juga masak nasi, Ayu hanya duduk menemani ibu ibu, karena ngga boleh ikut kerja.


"Sayang telfonin Adek dong suruh ke sini yah,, "kata Bunda menyuruh Ayu.


"Iya Bun, Ayu telfonin,, "Ayu lalu menelfon Adek, dan Kata Adek nunggu Vian Mandi baru berangkat.


Semuanya sedang kumpul di belakang rumah, Ali membuka bajunya hanya. menggunakan kaos sinlet, karena merasa pansa, Ali bagian bakar soalnya. sedang Anton karena memakai kaos tipis jadi ngga begitu kepanasan.


"Bunda,, Mamih,,, "Kata Ana yang baru datang dengan Vian.


"Ahirnya datang juga,,, "kata Bunda.


Lalu mereka sambil mengobrol dan membakar ikan yang sudah tinggal berapa biji, Ana dan Ayu dari tadi makanin ikan yang baru matang .


"Adek, Yang udah jangan. makanin ikan terus, nanti kenyang dan ngga mau makan nasi lagi,, "


"Tapi ini enak Mas,, Ayu ngga mual,, "


"Udah Bang biarin, mumpung Ayu doyan,, kan daging ikan juga bagus buat anak kalian nanti,, "kata Bunda.


"Takutnya kalau kebanyakan Ayu mual juga Bun,, "


"Ngga Mas,, ini enak Ayu doyan,, "


"Ya udah makan lah yang banyak,, asal nanti jangan muntah yah,, "kata Abang ahirnya membolehkan.


Adek lalu mengambil ikan lagi, dan makan bareng Ayu lagi.Saat mereka semua sambil mengobrol lalu ada yang datang.


"Wah rame nih,,, orangnya di belakang semuanya tapi pintu depan ngga di konci sih,,awas bahaya ,,,,,"

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2