Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ana Pergi Ke Dokter


__ADS_3

Ana lalu mendekati Vian, dan duduk di kasur. Mata Ana masih saja menangis.


"Kak,,, kenapa cepat sekali mau balik ke kota, kita menikah baru dua hari Kak, Ana ngga mau di tinggal,, "sambil menggenggam tangan Vian.


"Maaf,, kaka juga sebenarnya ngga mau, tapi kaka kalau di dekat Ana ngga bisa menahanya, dan kalau Kaka melakukanya kaka juga ngga bisa, itu sungguh sakit Na,, "


"Kalau itu alasan Kaka mau balik ke kota, Ana akan melepaskanya Kak, Ana akan ke Dokter untuk melepaskanya,,, "sambil bangun dari duduknya.


"Jangan Na,, Bunda kan bilang kalau kita ngga boleh punya anak dulu, jadi biarkan saja, jangan di lepaskan ,Kaka ngga enak sama Bunda,, "


"Ngga kak,, Ana akan bilang pada Bunda untuk melepasnya, untuk apa kalau Ana pakai juga seperti ini kalau Kaka aja ngga mau berhubungan dengan Ana,, "


"Na,, jangan,, kita cari solusi lain aja,, Kaka ngga enak sama Bunda,,"tapi Ana terus saja berjalan dan keluar dari kamar.


Vian mengejarnya tapi Ana sedikit berlari, Ana langsung memanggil Bundanya yang masih mengobrol dengan yang lainya.


"Ada apa Dek,, kok nangis,, "kata Bunda langsung bangun dan mendekati Ana.


"Bun,, Adek mau bicara,, ayo kita ke kamar Bunda aja,, "Bunda pun mengangguk. dan yang lainya menatapnya ke arah Ana yang sambil menangis.


Bunda dan Ana masuk ke kamar Bunda, dan Vian berdiri di depan pintu, Vian rasanya sungguh ngga enak sama Bunda, Ayah dan Abang.


Vian lalu di panggil Ayah ,dan Vian lalu duduk di sofa di depan Ayah.


"Ada apa Ian dengan Ana, kenapa dia menangis,,? "Vian diam karena bingung mau mulai darimana berbicaranya.


"Maaf bukanya Ayah pengin ikut campur dalam masalah kalian, Ayah hanya ingin tau saja, siapa tau Ayah bisa bantu cari solusi dalam masalah kalian,, "Vian meremas tanganya.

__ADS_1


"Vian berencana mau pulang ke kota nanti sore Yah,, "


"Kok cepat,, ada apa,,? "


"Ngga ada apa apa Yah,, "


"Ian kamu ngga usah bohong, karena kamu kelihatan sedang ada yang di sembunyikan,, "kata Abang.


Sedang di kamar Ana sedang bicara dengan Bunda.


"Ada apa sayang,, kenapa menangis, ada masalah apa,,,? "sambil mengusap air mata Ana.


"Kak,, kak Vian mau pulang ke kota nanti sore,,Bun,, "


"Cuman itu aja kok nangis,,"


"Menghindari gimana maksudnya,, "


"Gara gara Adek pasang KB sepiral yang di sini,, "sambil menujuk ke inti tubuhnya.


"Emangnya apa hubungannya dengan itunya Adek yang KB sepiral dengan Vian ingin pulang ke kota,,? "


"Karena KB sepiral Adek membuat milik Abang sakit Bun,, "


"Hahhhh,, masa,, trus Vian ingin pulang ke kota gara gara miliknya sakit gitu,,? "Ana menggeleng.


"Lalu kenapa,, "

__ADS_1


"Kak Vian mau balik ke kota katanya Kak Vian kalau di dekat Adek takutnya pengin terus, tapi kalau pengin juga Kak Vian ngga mau nglakuinya,karena katanya punya Adek bikin milik Kak Vian sakit, katanya juga seperti ada jarum yang menusuk di milik kak Vian Bun,, "


"Masa sih serius seperti itu,, "Ana mengangguk.


"Makanya Adek pengin di lepas aja Bun, Ana ngga mau Kak Vian balik ke kota dulu,, "


"Ya udah ayo kita ke Dokter, dan nanti kita tanya ke Dokter KB apa yang cocok buat Adek,, "Ana mengangangguk.


Lalu Bunda dan Ana keluar dari kamar, dan Vian yang merasa tidak enak hanya menunduk.


"Vian,, kamu ikut Bunda dan Adek ke Dokter sekarang,, "kata Bunda Vian hanya mengangguk.


"Ada apa sih Bun,, Ayah jadi bingung, "


"Iya,, Abang juga Yah,, bingung,, "


"Bunda mau nemenin Adek ke Dokter dulu, ada masalah sedikit,, "


"Masalah apa,, Adek sakit,, "


"Udah,, Ayah ngga usah tau dulu yah, ini Bunda mau bantu masalah pengantin baru, "


Ayah memang tidak tau kalau Ana pasang KB sepiral, karena ini semua ide Bunda dan Mamih.


Lalu Vian, Ana dan Bunda pergi ke rumah sakit.


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2