Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Bertemu Sifa


__ADS_3

Besok pagi Abang Kiki akan berangkat ke kota, dan sekarang di bantu Bunda dan Alana, Bang Kiki sedang berkemas.


"Abang nanti di sana jangan sampai telat makan dan jangan banyak begadang yah,, "kata Bunda.


"Iya Bunda,,, "jawab Abang.


"Nanti kalau Adek ada libur semester, Adek main ke sana ya Bang,, "


"Ngga boleh,, kalau Kesana Adek harus sama Ayah dan Bunda,,ngga boleh sendiri"


"Kenapa emang kalau Adek sendirian Bang,, "


"Kamu anak gadis dan belum pernah pergi pergi sendiri, jadi Abang takut kalau nanti ada apa apa,,"


"Iihhh,,, Abang, Adek udah besar kok, orang Adek udah kuliah,, "


"Iya,, Abang tau, tapi kelakuan Adek masih kaya anak kecil,, "


"Iihhh,, ngga yah, Bundaaa,, Abang tuh ihh,, "


"Udah,, Udah,, kalian jangan ribut ah,, ini ayo beresin lagi,, "kata Bunda yang sedang memasukan baju Abang ke dalam koper.


Selesai Merapikan baju dan yang lainya, mereka semua pun makan malam bersama.


"Bang ini kunci rumahnya, dan rumahnya sudah bersih.kemarin Ayah sudah suruh Mba Yati membersihkanya,, "sambil memberikan kunci rumah. setelah makan malam selesai dan mereka sedang mengobrol di ruang keluarga.


"Iya Ayah,, "


"Semuanya sudah di bereskan kan,, ngga ada yang ketinggalan,,? "


"Sudah beres kok semuanya,,"


"Di cek lagi,, takutnya ada yang ketinggalan,, "


"Iya nanti Abang cek lagi,, "


Sedang Alana yang dari tadi sudah mengantuk hanya diam sambil kepalanya tiduran di pangkuan Bunda.


Pagi pun datang, Ayah Ali, Bunda Nana dan Alana pun bersiap mau mengantar Abang ke bandara.

__ADS_1


Ali tidak bisa mengantar ke kota karena banyak kerjaan, sedang Alana juga sedang belajar untuk persiapan ulangan semester.


"Ayah,, besok kalau Adek liburan semester, kita ke kota yah,, kita jengukin Abang,, "kata Alana, saat ini mereka di dalam mobil yang sedang melaju ke arah bandara.


"Alahhh,, bilang aja Adek pengin ketemu Ian, bukan pengin jengukin Abang,, "kata Bang Kiki.


"Apaan sih Bang,, Ayahhh,,, Abang tuhh,, "


"Udah ah,, kaya gitu aja ribut sih,, "kata Bunda.


"Iya,, besok nunggu Adek libur baru kita ke kota,, "


"Yeehh,,, "kata Alana tersenyum senang.


Ahirnya sampai lah mereka di bandara, setelah saling peluk, Abang pun masuk ke dalam bandara, sedang Ayah, Bunda dan Alana pun langsung pulang.


Sebelum naik ke dalam pesawat, Abang mengirim pesan pada Vian untuk menjemputnya di bandara kota, dan Vian pun mengiyakan.


Saat Abang akan masuk ke dalam pesawat, ada perempuan yang sedang ke susahan meletakan tas di atas, lalu Abang pun membantunya.


"Terimakasih,, "kata si perempuan.Abang pun hanya tersenyum.


Pesawat pun mengudara, saat di dalam pesawat si bayi tiba tiba terbangun dan sedikit rewel.


"Apa perlu bantuan,,? "tanya Abang pada si perempuan. karena sepertinya si bayi masih merengek aja.


"Makasih,, ngga papa.memang Anak saya lagi sedikit demam,, "jawab si perempuan.


"Kenapa sayang,, sabar yah,, nanti kita ketemu Ayah,, dede jangan rewel,, "sambil menepuk nepuk punggungnya.tapi tetep si bayi tidak mau diam.


"Biar saya gendongin dulu Dedenya, biar Mba bisa bikin su*sunya lebih gampang,, "kata Abang. Karena melihat si Ibu bayi itu yang mau membutkan su*su.


Lalu Ibu si bayi pun memberikan anaknya pada Abang,dan Si Ibu itu pun membuatkan su*su.


Lalu Abang Kiki mengajaknya ngobrol itu bayi, ternyata bayi itu pun diam, dan saat su*su sudah jadi, dotnya langsung di berikan pada si bayi, sedang sang Ibu membereskan tas kecil yang kusus untuk tempat perlengkapan membuat su*su.


Sambil menyedot dotnya, bayi cantik itu pun diam di pangkuan Abang.


"Sinih Mas Dedenya,, takutnya Masnya cape,, "setelah sudah beres.

__ADS_1


"Ngga papa,, saya ngga cape kok,, lagian dedenya juga lagi anteng,, "sambil mengusap rambut si bayi.


"Makasih,,, maaf jadi merepotkan,, "jawab si ibu.


"Namanya siapa siapa Sayang, hemmmm,,, "sambil Abang mengajaknya bicara.


"Namanya Sifa om,,, "kata Si ibu.


"Oh Sifa yah,,, salam kenal yah,, nama Om Kiki,"sambil memainkan tangan si Bayi, sedangkan Si bayi pun tersenyum senang.


Tak terasa pesawatpun sudah mendarat di bandara kota.


"Mba gendong aja Sifanya, biar Saya yang bawakan kopernya,, "kata Abang.


Dan si Ibu bayi pun menurut, dan Abang pun membantunya sampai di luar bandara, kalau orang yang tidak tau dan melihat mereka, pasti di kiranya mereka adalah sepasang suami istri.Sang perempuan menggendong si anak dan si pria menarik kopernya.


"Apa Mba ada yang jemput,,? "Si Ibu hanya diam.


Sedangkan Abang sudah melihat Vian yang sedang menunggunya.


"Apa ngga ada yang jemput,,? "si Ibu pun mengangguk.


"Ayo Aku antar sampai rumah Mba,, "


"Terumakasih tawaranya,, Saya naik taxsi aja,, "jawabnya.


"Bang,, ayo,, "kata Vian, dan Abang pun mengangguk.


"Benar Mba ngga mau ikut sekalian,, kita ngga bakalan jahat kok,, kita orang baik,, "kata Abang lagi sebelum pergi.


"Iya,, Saya tau,, tapi Saya mau naik taxsi aja,, "


"Ya udah,, saya duluan ya Mba,, Sifa,,, Om pergi dulu yah,, Sifa jangan rewel,, "kata Abang sambil mengusap kepala Si bayi yang sedang di gending Ibunya.


Lalu Abang dan Vian pun langsung pergi dan menuju ke parkiran mobil.


**Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih..


Jangan lupa,, mampir ke cerita baruku, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.

__ADS_1


__ADS_2