
Selesai mandi Aku menuju dapur untuk membuat sarapan, sedang Mas Al dia malah tidur lagi. pagi ini Aku mau bikin nasi uduk karena hari libur jadi bikin sarapanya tak buru buru.
Setelah memasak nasinya, Aku menyiapkan lauknya, Aku bikin mie goreng dan ayam goreng tidak lupa sambal dan kerupuknya. pukul 8 pagi masakanku baru selesai dan Mas Al pun sudah bangun.
Mas Al mendekatiku, dengan hanya memakai celana pendek dan telanjang dada, dan rambut yang brantakan tapi tidak mengurangi ketampananya, membuatku melihatnya tanpa berkedip, kalau saja Aku tak malu ingin Aku memeluknya dan menyentuh perutnya yang seperti roti sobek itu.
"Bun,,, bikinin Mas kopi dong,, "Aku masih diam.
"Bun,,, kok ngelamun sih,,,? "Aku langsung kaget saat Mas Al tiba tiba sudah ada di depanku.
"Eh,, eemm ngga kok, Mas minta bikinin kopi kan, Iya Nana bikinin, Mas duduk dulu gih,"untung Aku dah hafal kebiasaan Mas Al kalau pagi.
Aku pun membuatkan kopi untuk Mas Al, tapi saat sedang mengaduk kopi, dari belakang Mas Al memeluku sambil menciumi pundaku dan leherku, karena rambutku Aku gulung ke atas, jadi leher jenjangku pun tidak tertutup rambut membiat Mas Al dengan leluasa menciuminya.
"Mass,, geli. Takut ada Kiki juga iih, "kataku sambil menggerakan kepalaku.
"Cup,,, cup,,, wangi banget sih,, Mas jadi mau lagi Bun,, "
"Mas,,, apaan sih, nih kopinya udah jadi, di minum gih, "sambil Aku dorong ke bangku meja makan untuk duduk dan kopinya Aku taro di depanya.
"Bunda masak apa,?wangi banget sih Bun,,? "
"Nana bikin nasi uduk Mas,, "
Saat kita sedang mengobrol Kiki datang, dan langsung minta gendong padaku, katanya habis mimpi kalau Aku pergi.
"Bunda ngga pergi kok Sayang,, udah dong jangan sedih, "kataku sambil ku pangku.
"Tapi di mimpi Kiki Bunda pergi ninggalin Kiki, Kiki panggilin Bunda ngga mau nengok, Bunda jalan teruss,,, "
"Udah,, Kiki kan anak cowo ngga boleh cengeng dong, Bunda ngga akan pergi,, Ayah ngga bakalan izinin Bunda pergi, Bunda hanya milik kita, "kata Mas Al. Aku hanya diam mendengarkan kata dari Mas Al.
"Bunda bikin nasi uduk sama mie goreng loh, Kiki makan aja yah gimana,, Bunda juga udah lapar soalnya kita makan sama sama, "kataku.mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Iya Bunda,, Kiki mau nasi uduk sama mie gorengnya, "
"Iya,, Bunda ambilin yah, "Aku langsung bangun dan mengambilkan untuk Kiki.
"Ayam gorengnya mau juga ngga sayang,? "
"Iya Bun mau, sama krupuknya juga, "
"Ok siappp,,, Mas mau makan sekalian ngga hemm, "kataku sambil sibuk mengambilkan buat Kiki.
"Mas mau, tapi maunya sepiring berdua sama Bunda,, "
"Ihh,, Ayah orang banyak piring, kenapa harus sepiring berdua sama Bunda sih,, Kiki aja sendiri, Ayah manja ya Bunnn... "
"Iya,, Ayah manja,,, "tapi tetap saja Aku mengambil satu piring buat berdua dan Mas Al dengan resenya minta di suapin, sampai sarapan yang biasanya sebentar ini cukup lama karena Aku harus menyuapi Mas Al.
Saat sedang makan tiba tiba Kiki bicara tentang nyamuk.
"Ayah di kamar Ayah ngga di kasih obat nyamuk lagi yah, tuh leher Bunda jadi merah merah,, "Aku langsung menunduk malu.
"Iya Ayah,, pasti bunda gatal,, Bunda kalau gatal bilang Kiki yah nanti Kiki olesin minyak kayu putih biar ngga gatal lagi, "
"Iya sayang, Bunda ngga gatal kok, ini dah sembuh, makanya udah selesai kan ayo kita kekamar dan mandi, Bunda temani yuk,, "Aku pun mengajak Kiki ke kamarnya.
Acara sarapan pun selesai dan Aku mengajak Kiki untuk mandi, selesai mandi Kiki Aku suruh untuk belajar di kamar, karena Aku mau beres beres rumah.
Saat Aku sedang menyapu Mas Al memanggilku.
"Ada apa Mas,,,? "
"Nanti temen Mas mau datang kesini, mau ambil gambar dan temen Mas itu kenal Anton juga, jadi nanti kalau teman Mas datang Bunda di kamar aja yah, dia ngga lama kok,"
"Iya Mas,,, nanti Nana di kamar aja, "
__ADS_1
"Emang jam berapa Mas kira kira datangnya,? "
"Nanti jam 10 han lah,,, "Aku pun mengangguk dan langsung mengerjakan pekerjaan rumah dengan cepat agar saat teman Mas Al dateng Aku dah selesai.
Jam 10 Aku dah beres tinggal menyetrika baju, tapi itu bisa entar aja, aoalnya Aku mau ngumlet di kamar Kiki aja biar ada temannya di kamar. tak begitu lama teman Mas Al datang, karena terdengar suara mobil berhenti di depan rumah, Aku dan Kiki di kamar mewarnai gambar binatang agar tidak bosan, Aku pun ikut mewarnai biar ngga jenuh, cukup lama teman Mas Al tidak pulang pulang, ada sekitar satu jaman lah.
Tokk....
"Haii,, Sayangg,,,, Ayah lagi seneng banget, "Mas Al masuk kamar Kiki dan langsung dengan wajah bahagia menciumi Aku juga Kiki.
"Ih,,, Ayah Kiki ngga mau di cium,, "sambil di lam pipinya.
"Ya udah kalau Kiki ngga mau, Ayah cium Bunda aja ah,, "sambil mendekat padaku dan langsung mencium pipi kanan kiriku.
"Ada apa sih Mas, kaya yang seneng banget gitu,? "kataku saat Mas Al duduk di sampingku.
"Tau ngga Bun, Gambar Mas di beli dengan harga berapa,, Mas aja sampai ngga percaya loh kalau di beli dengan harga segitu,? "
"Emang berapa,? "Mas Al lalu membisikiku di telinga sambil menyebut nominal uangnya, Aku juga langsung kaget dan tersenyum senang.
"Sukur deh Mas,,, kamu dapet rezeki banyak, "kataku.
"Itu juga berkat Bunda, karena Bunda yang selalu menjadi inspirasi Mas saat menggambar, "Aku langsung bingung dengan jawaban Mas Al.
"Kok Bunda jadi inspirasi, itu kan gambar hotel ,Mas tuh aneh aja deh,, "
"Terserah Bunda percaya atau tidak, tapi memang Mas selalu membayangkan Bunda saat menggambar,,, "Aku hanya geleng geleng kepala.
"Kita ke Mal yuk Bun,, buat belanja, "
"Ngga mau,, kalau Mas mau ke mal ajak Kiki aja, Bunda malu sama ini, ini dan masih banyak lagi, "dan Mas Al hanya tertawa melihat kekesalanku. dalam Hatiku awas nanti hukuman Mas belum Aku kasih, Mas pasti akan malu juga sama kaya yang Aku rasakan.
**Berapa yah harganya jual gambar hotel, aku aja bingung harganya berapa,,,,
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya Kak, trimakasih**...