Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Makan Sate


__ADS_3

Aku mencari Nana ke dapur, setelah Aku selesai bermain game, tapi saat Aku lihat ke dapur ternyata tidak ada, Aku lalu mencari Nana ke kamar, saat Aku lihat ke kamar ternyata Nana tidur.


Lalu Aku memutuskan untuk ikut tidur siang lagi, Aku merebahkan badanku di samping Nana, ranjang kasurku ini bukan ukuran besar tapi kalau hanya buat berdua masih cukup lebar.


Sebelum mata ini terpejam Aku memandangi wajah Nana yang sangat tenang saat tertidur. Aku tak berani mendekatinya atau memegangnya, Aku takut reaksi Nana seperti tadi siang, biar lah mengalir dengan sendirinya, Aku tidak akan memaksa Nana untuk melakukanya dengan terpaksa. karena sejujurnya sebagai laki laki normal yang sudah pernah menikah pasti sangat tersiksa dengan seperti ini, ada di depan mata tapi tidak bisa di sentuh.


Ahirnya Mata ini terpejam, Entah berapa jam Aku tertidur, dan saat Aku bangun ternyata Nana justru memeluku dengan kencangnya, Aku pun tersenyum merasakan pelukan Nana, Dan Aku pun memejamkan mata ini lagi, karena Nana seperti akan bangun, agar dia tidak tau kalau Aku sudah bangun takutnya dia malu.


Kenapa Aku jadi memeluk Mas Al begini sih, bikin malu aja, untung Mas Al masih tidur. dalam hati Nana berbicara.


Nana lalu melepaskan pelukan tanganya dari badanku, Dan Nana langsung bangun menuju kamar mandi, setelah Aku mendengar suara pintu tertutup Aku membuka mataku. dan hanya tersenyum. Aku melihat jam yang ternyata sudah jam 5 sore.


Aku duduk di kasur sambil bersandar pada ujung kasur. Dan tidak begitu lama Nana keluar dengan hanya menggunakan handuk saja,Nana yang kaget melihatku sudah bangun langsung menundukan wajahnya menuju lemari.


"Mau ke mana lagi,, "saat Aku melihat Nana mengambil baju dan sepertinya akan pergi ke kamar mandi untuk memakai baju.


"Mau ganti baju Mas,, "jawabnya dengan masih menundukan wajahnya.


"Ganti di kamar aja, Mas mau ke kamar mandi, dandan yang cantik kita mau pergi keluar kan, "sambil Aku mendekati Nana, Nana pun makin mundur saat Aku mendekatinya. dan sampai lah Nana yang sudah tidak bisa mudur lagi karena mentok di tembok.


Dengan wajah yang masih menunduk, Aku makin mendekatinya.


"Mas tidak akan memaksa Nana untuk melakukanya kalau Nana belum siap, tapi jangan selalu menghidari Mas saat Mas hanya ingin memeluk dan menggenggam tangan Nana,Agar kita tidak merasa canggung, "sambil mengusap rambut Nana dan Aku cium keningnya. Lalu Aku pun tersenyum dan pergi ke kamar mandi.


Aku langsung mengguyur badanku dengan air dingin agar otak di kepalaku kembali normal, tidak merasa panas dan yang di bawah pun agar lemas tidak tegang lagi, karena Aku merasa tersiksa setelah melihat Nana yang hanya memakai handuk.


Selesai dengan mandi, Aku langsung keluar. Aku melihat Nana yang sedang mengusapkan bedak di pipinya, Aku lalu mengambil baju di lemari yang ada di sebelah meja rias.Nana pun melihat ke arahku dengan sepertinya sedikit terkejut karena Aku hanya menggunakan handuk di pinggang.


Aku sengaja memakai celana di dekat Nana, Dan Nana langsung membuang mukanya ke arah lain, Aku makin senang menggodanya yang sedang menahan malu melihatku yang sedang memakai baju.


Selesai Aku memakai celana pendek dan memakai kaos ,Aku langsung ingin menyisir rambutku.


"Na,, Mas minta tolong sisirin rambut Mas dong, "kataku karena Nana sudah selesai berdandan. Lalu Nana pun mengangguk dan bangun dari duduknya.Aku langsung duduk sedang Nana mulai menyisir rambutku.


Nana terus saja menundukan wajahnya, hanya melihat ke rambutku saja, sedang Aku selalu menatapnya dari pantulan kaca.

__ADS_1


Setelah selesai Aku menarik tangan Nana, lalu Aku mencium tanganya.


"Trimakasih,,, "kataku.


"Mas tunggu di mobil yah,, "kataku lagi sambil Aku berjalan ke luar kamar.


Sambil menunggu Nana keluar, Aku menyalakan mesin mobil juga ac mobil.


Lalu Nana pun datang dengan sangat cantik, tapi Aku tidak suka melihat Nana yang mengikat rambutnya, Jadi kelihatan leher jenjangnya yang mulus.


Nana masuk ke dalam mobil dan Aku langsung menjalankan mobil. tapi sebelum Aku menjalankan mobil, Aku menarik ikat rambutnya agar rabutnya tidak di ikat, Aku tidak mau kalau leher Nana jadi tontonan mata iseng.


"Mas lebih suka Nana rambutnya tidak di ikat, lebih cantik, "kataku agar Nana tidak marah karena rambutnya jadi tergerai. dan Nana hanya mengangguk dan tersenyum.


"Nanti Kita makan malam diluar aja yah, "kataku sambil melihat ke Nana sekilas.


"Terserah Mas aja,, "Aku pun mengangguk.


Karena Ini belum terlalu malam, jadi kita menuju ke supermaket dulu untuk belanja keperluan dapur.


Aku mengambil troli dan mendorongnya mengikuti Nana yang sedang memilih milih barang.


"Mas,,, Mas mau kopi yang mana, ?'tanya nana sambil melihat ke arah rak kopi.


"Mas ambilkan kopi ples gula saja, karena susunya Mas sudah punya, "jawabku sambil tersenyum.


"Mas! serius ah,, "jawabnya sambil melotot.


"Iya cintanya Mas,, , Mas sukanya kopi yang ples gula, "jawabku, lalu Nana sambil terlihat yang pipinya merona mengambil kopi keinginanku.


Kita pun lanjut dengan membeli yang lainya, seperti Ikan, Ayam juga daging, entah Nana yang pintar dalam perhitungan cara memilih harga, atau Nana tau kalau Aku hanya karyawan biasa yang dengan uang tidak banyak, beda dengan Anton yang memang dari keluarganya aja dia orang yang sudah kaya, Cuman Anton tidak suka menyombongkan harta keluarga,Anton justru memilih kerja di kantor orang dari pada ikut mengelola usaha keluarganya, katanya sih ingin mencari pengalaman saja.


Selesai belanja, kita berdua langsung menuju ke mobil untuk kita lanjut untuk makan malam.


"Mas,,, Boleh ngga Nana yang pilih tempat makanya,? "Aku pun mengangguk sambil bilang, "Boleh"

__ADS_1


Lalu Aku menjalankan mobilku dengan pelan, Agar Nana bisa melihat tempat makan yang di inginkan.


"Mas setop di depan situ yah, mobilnya pinggirin aja, "Aku lagi lagi mengangguk tanda setuju.


Setelah mobil berhenti, lalu Nana yang Akan keluar dari mobil langsung Aku tahan.


"Kok berhenti di sini,Nana mau makan apa, ?"tanyaku.


"Mas di mobil aja dulu yah, biar Nana yang pesan sebentar, Nana pengin makan Sate Mas, tapi kita makan di mobil aja yah, "Aku yang sedikit kaget dengan ke inginan Nana pun mengangguk.


Aku melihat Nana yang sedang memesan ke warung sate. Setelah memesan Nana kembali lagi ke mobil.


"Kata Abangnya tunggu bentar ya Mas, lagi rame soalnya, "Aku hanya mengangguk.


"Kenapa ngga cari tempat makan yang lebih nyaman aja tempatnya,? "tanyaku sambil kita nunggu pesanan datang.


"Nana lebih seneng makan di kaki lima gini Mas,,, menurut Nana lebih enak,Mas ngga suka ya,, Maaf ya Mas, "jawabnya yang bikin Aku tersenyum.


"Mas mah bisa makan di mana aja kok, asal nyaman, "jawabku.


Pesanan kita pun datang, dua porsi sate dan lengkap dengan lontongnya.


"Mas,,, Nana kebanyakan lontongnya, setengah buat Mas yah,, "


"Ya udah,, sini taro piring Mas, "sambil Aku sodorkan piring sateku. dan Nana menuangkan lontong ke piringku.


Kita pun makan dengan diam, dan saling menikmati, setelah selesai Nana Akan mengantarkan piringnya ke penjual sate, tapi Aku tahan.


"Biar Mas yang antar piringnya, "kataku.


Lalu Nana memberikan piringnya padaku.


"Mas tunggu dulu bentar, "Aku pun menunggu apa yang ingin Nana lakukan,


"Mas makanya blepotan ih, kaya anak kecil, "sambil mengelap ujung bibirku yang terkena sambal kacang dengan tisu. Aku pun tersenyum dan bilang trimakasih, lalu Aku pergi menuju warung sate untuk mengembalikan piring.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak,, trimakasih....


__ADS_2