
Kesehatan Alana sudah lebih baik dari kemarin, tadi Dokter telah memeriksa Alana, dan mengatakan tekanan darahnya sudah setabil dan sudah menujukan kemajuan yang sangat baik.
Saat ini Vian sedang makan, dan Bunda yang membawakanya, Bunda setiap pagi datang dan sorenya pulang, dan di jemput oleh Ayah.
"Adek sudah ambil keputusan,,? "tanya Ayah saat baru datang, dan akan menjembut Bunda untuk pulang bersamanya. Ana mengngguk.
"APa keputusan Adek,,? "tanya Ayah lagi.
"Adek mau menikah dengan Kak Vian Yah,, "Ayah hanya mengangguk.
"Ya Ayah hanya bisa mendukung setiap keputusan yang Adek ambil, tapi Adek mengambil keputusan untuk menikah juga ngga boleh untuk main main,dan nanti saat menjalaninya pun harus serius karena pernikahan itu sangat sakral dan ngga boleh untuk main amin,, apa Adek sudah pikirkan baik baik,,? "
"Sudah Yah,, Adek mengambil keputusan ini juga karena Kak Vian bisa meyakinkan Adek, karena Kak Vian ngajak Adek nikah itu ngga hanya sekali, tapi setiap bertemu pasti kak Vian bilang ingin menikahi Ana, dan itu membuat Ana yakin karena Kak Vian terlihat serius dan Kak Vian juga tidak mau merusak Ana dulu Yah,"
"Iya sudah kalau gitu Adek cepat lah sembuh, biar kita nanti bisa bicarakan dengan keluarga Vian,, "
"Iya Yah,, "
Bunda sedang sibuk menata tempat makanan yang akan di bawa pulang, sedang Vian lagi keluar untuk membeli cemilan juga kopi di mini market.
Setelah Vian datang, Ayah dan Bunda pun pulang.
__ADS_1
"Yah,, sebenarnya Bunda belum rela kalau Adek mau menikah, karena Adek masih terlalu kecil dan masih manja, dan dia adalah puti kita satu satunya,, rasanya Bunda belum mau berpisah dengan Adek Yah,,"saat sudah sampai rumah, Ayah dan Bunda sedang mengobrol di kamar.
"Ayah juga sama Bun,, Ayah sepertinya juga berat melepaskan putri kita, tapi kalau Adek sudah mengambil keputusan seperti itu,kita juga ngga harus mendukungnya, karena Ayah lebih ngga tega melihat Adek yang menjadi murung dan menjadi sakit,kita doakan saja ya Bun semoga Putri kita bahagia dalam rumah tangganya nanti, karena cepat atau lambat, Adek juga akan menikah dan akan meninggalkan kita,, "sambil menggenggam tangan Bunda.
"Iya Yah,, Bunda juga berharap dan selalu berdoa semoga putri kita selalu bahagia dalam setiap keputusan yang dia ambil,, walau hati Bunda belum sepenuhnya iklas melepasnya,, "Bunda lalu memeluk Ayah.
"Bun,, dari pada mikirin Adek, lebih baik sekarang kita bikinin dede bayi buat Adek,gimana,,"
"Ayah,, sudah tua juga fikiranya mesum aja,, "sambil mencubit dadanya Ayah.
"Ehhh,, tua prawakanya, kalau ini nya mah masih jiwa muda tau Bun,, "sambil mengarahkan tangan bunda pada Tom.
"Mau ya Bun, mumpung ngga ada Adek, jadi Bunda bisa teriak sesukanya,, gimana,, "Bunda pun mengangguk.
Ayah dan Bunda sedang bertempur di kasur, sedang Adek dan Vian sedang mengobrol.
"Kak,, nanti kalau kita sudah menikah, apa boleh Ana tetap kuliah,,? "
"Boleh,, Ana masih boleh melakukan kegiatan yang Ana suka, termasuk Kuliah, tapi ada saratnya,, "
"Apa saratnya,,? "
__ADS_1
"Ana ngga boleh berteman terlalu dekat dengan kedua teman cowo Ana itu,, karena berteman dengan lawan jenis terlalu dekat itu tidak baik, apa lagi kalau nanti Ana sudah menikah dengan Kaka,, "
"Tapi Kak,, mereka hanya teman saja kok,, "
"Iya kaka ngerti kalian hanya teman, tapi tetap tidak baik ,kalau Ana ngga mau menerima sarat dari kaka,berarti Kaka akan bawa Ana ke kota,, "
"Iihh, kan Kaka kemarin sudah janji kalau kita menikah Ana akan tetap di sini, Kasian Ayah sama Bunda Kak,, "
"Iya kaka ngerti, kasian Ayah dan Bunda. Tapi kalau Ana ngga nuruti sarat dari kaka ya kaka harus tegas, Ana istri Kaka jadi harus nurut kata suami,, "
"Iya udah iya,, Ana nurut deh,, "
"Bagus itu,, "sambil memeluk Ana.
Jadi Ana dan Vian sudah membicarakanya, kalau nanti mereka berdua menikah, Ana tetap berada di jogja, sedang Vian di kota, ini hanya sampai kuliah mereka selesai, tapi mereka juga tidak bisa mempastikanya karena 2 tahun itu tidak sebentar, dan ini hanya pembicaraan awal saja.
Setelah Vian melepas pelukanya, Vian. menguruh Ana untuk tidur, karena sudah cukup malam.
Saat Ana sudah tidur, Vian menuju sofa .Vian akan menelfon papihnya untuk memberi tau rencananya yang akan menikahi Ana.
Jangan lupa untuk like ,komen dan votenya, trimakasih...
__ADS_1