Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vian Tiba Tiba Kesakitan


__ADS_3

Sedang Ana Dan Vian sekarang sedang menikmati makan malam romantis, pihak Hotel telah menyiapkanya, ini adalah hadiah dari kedua orang tua mereka berdua.


"Indah banget ya Kak,, "Vian hanya tersenyum, tempat yang sudah di hias bunga bunga dengan cantiknya dan juga lilin yang banyak, membuat suasananya sungguh sangat romantis, dan juga ada pemain biola yang menemani mereka makan.


Vian dan Ana makan dengan makanan makanan yang cukup lezat dan pastinya mahal, lalu selesai makan Ana dan Vian pun berdansa.


"Terimakasih telah mau menikah denganku, semoga pernikahan kita selalu di beri kebahagiaan dan sampai tua nanti kita selalu bersama, hanya maut lah yang bisa memisahkan kita,, "Kata Vian sambil menikmati musik dengan berdansa bersama Ana.


"Ana juga berterimakasih pada kaka, karena kaka mau bersabar menghadapi Ana yang suka ke kanak kanakan,, "


Lalu sekitar 20 menit Ana dan Vian selesai berdansa. karena makan pun sudah selesai mereka berdua lalu memutuskan untuk kembali ke kamar.


Ana dan Vian dengan bergandengan mereka berdua menuju kamarnya.


Di dalam kamar Vian langsung menggendong Ana untuk di bawanya menuju kasur. setelah di tidurkan di kasur Vian menindihnya.


"Sekarang dan selamanya,, kamu adalah miliku, tidak akan Aku biarkan orang merebut atau mengambilmu dari sisihku,, "sambil mencium kening, lalu kedua matanya dan terahir hanya mengecup bibirnya sekilas.Ana hanya mengangguk pelan dan tersenyum.


Vian menarik reksleting baju Ana, setelah itu di lepaskan baju dari badan Ana. hingga sekarang menyisakan dal*aman saja.

__ADS_1


"Kak,, apa punya kaka dah sembuh,, ?"tanya Ana saat Vian sekarang melepas bajunya sendiri.


"Sudah,, kaka sudah kasih salap, "


"Oh sukur deh,, "


Setelah baju dan celana sudah lepas semua, Vian mulai melakukan aksinya.


Ana pun menyambutnya dengan perasaan senang.


"Kakk,,,eeemmm,,, "Ana sudah mulai terang**sang dengan permainan tangan dan bibir Vian.


Sampai Ana merasakan pelepasan duluan, Vian sangat menyukai itu, karana Vian merasa berhasil membuat Ana puas.


Setelah Vian puas bermain di inti tubuh Ana,sekarang Vian meminta Ana untuk bermain dengan miliknya, Vian tiduran dan Ana di suruh duduk di samping Vian.


Lalu Vian mengarahkan miliknya agar Ana memasukan ke mulutnya. Ana mengikuti apa yang di arahkan vian.


"Uuhhh,, pelan sayangg,, oohh,, enaknyaaa,, "Saat Ana memainkan milik Vian di mulutnya.

__ADS_1


Ana terus saja bermain main dengan milik Vian, sampai ahirnya Vian meminta untuk menyudahinya, karena rasanya Vian sudah ngga tahan.


Lalu Ana di suruh tiduran,setelah itu Vian membuka kaki Ana ,dan memposisikan miliknya di inti tubuh Ana.


Lalu Vian mulai memasukanya dengan mendorang dengan pelan. Vian sedikit demi sedikit ahirnya berhasil memasukan miliknya di inti tubuh Ana.


Sedang Ana menikmati setiap gerakan Vian untuk memasukan miliknya, Ana memejamkan matanya dan sesekali melengkuh kesakitan,karena memang masih sangat sempit.


Vian menggerakanya dengan pelan, Vian juga merasakan miliknya perih lagi, tapi rasa perihnya kalah dengan rasa nikmat, gerakan Vian lama lama makin cepat, Ana sampai kualahan, dan Vian juga merubah posisi.


Ana di miringkan dan kaki satu milik Ana di letakan di pundak Vian, setelah posisinya enak Vian mulai menggerakanya lagi.


Dengan semangatnya Vian menggerakan pinggulnya dengan sangat cepat, Ana sampai berteriak karena merasakan guncangan dan kenikmatan secara bersamaan.


Tapi pada saat Vian akan melakukan pelepasan dan gerakanya sangat cepat tiba tiba Vian berteriak kaget dan kesakitan.


"Aawwww,,aduhhh,, sakit,, "teriak Vian sambil mencabut miliknya.


Kira kira Vian kenapa yah,,

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2