Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Rujak Buah


__ADS_3

Ana sudah selesai di pasang alat di dalam pintu rahimnya untuk menjaganya agar tidak hamil,lalu mereka semua pulang menuju Hotel lagi.


Sampai di Hotel Bunda dan Mamih mengajak para laki laki untuk pulang, tapi tidak dengan Ana dan Vian, mereka masih ada satu malam lagi untuk mereka menginap di Hotel.


"Gimana tadi ke Dokternya, di kasih apa,,? "tanya Vian saat Ana ikut naik ke kasur mendekatinya.


"Ana di pasang alat di sini, sakit tau ngga Kak,"sambil menujuk ke inti miliknya.


"Masa sih,, kaka masih bisa pake kan,, ngga di jahit atau di tutup lubangnya,, "


"Ngaco ah kaka ini ngomongnya,, ya ngga lah, kata Dokternya pintu rahim Ana di ikat, biar itunya Kaka kalau masuk ngga sampai ke rahim,, jadi ngga bisa jadi bayi,, "


"Oh gitu,, "Ana lalu mengangguk.


"Kak,, Mamih sama Papih kan mau pulang ke kota, kita antar yuk sampai ke bawah,, "


"Kamu aja lah Yang,, Kaka mau tidur dulu, kaka ngantuk,, "


"Ya udah Ana juga malas kalau kaka malas mah, Ana telfon Mamih yah bilang ngga bisa antar, "


"Ya udah telfon gih,, "


Sedang Ayu dan Abang, setelah mengantar orang tuanya ke bandara, sekarang mereka langsung menuju rumah untuk pulang.


"Sayang,, kamu pengin beli sesuatu ngga, mumpung kita masih di luar nih,, ?"tanya Abang.

__ADS_1


"Ayu boleh beli rujak buah ngga Mas, kayanya seger deh siang siang gini makan rujak buah,"


"Boleh, tapi harus makan nasi dulu nanti sebelum makan rujak buahnya yah, "Ayu mengangguk.


"Sekarang kita cari penjual rujaknya ok,, "Ayu mengangguk lagi sambil tersenyum .


Ahirnya ada penjual Rujak buah juga, dan Abang langsung menghetikan mobilnya di pinggir jalan.


Ayu di suruh Abang menunggu di mobil aja, dan Abang yang turun dan membelinya.


Abang membeli 2 bungkus, karena Abang sendiri rupanya juga kepengin.


Setelah mendapatkanya Abang. langsung menuju ke mobil, di mobil Ayu sedang memijit kepalanya yang merasa pusing.


"Kepala Ayu pusing Mas,, "Abang langsung mengusap kepala Ayu, setelah itu menurunkan jok mobilnya agar Ayu bisa bersandar dengan nyaman.


"Tahan ya sayang,, kita akan pulang ,nanti sampai rumah langsung istirahat,, "


Ayu lalu memejamkan matanya sambil sesekali memijit keningnya. Abang membawa mobilnya cukup kencang, karena agar cepat sampai rumah.


Sampai di rumah ,Abang menggendong Ayu untuk masuk ke kamarnya dan Abang menyuruh Ayu untuk tiduran.


"Mas,, jangan pergi, Ayu ngga mau di tinggal, "sambil menggenggam tangan Abang.


"Ngga sayang,, Mas ngga pergi, Mas akan temani,,"

__ADS_1


Abang sambil memijit kening Ayu, dan Ayu sangat menikmatinya ,Ayu benar benar beruntung menikah dengan abang ,karena Abang benar benar sayang, perhatian juga menyayanginya dengan sepenuh hatinya.


Lama lama Ayu pun tertidur,saat Ayu tertidur Abang keluar dari kamar dan memasukan rujak buahnya ke dalam kulkas.


Ayah dan Bunda pun pulang, Papih dan Mamih juga Vino sudah di antar ke bandara oleh Ayah dan Bunda.


"Ayu mana Bang,,? "tanya Bunda.


"Ayu sedang tidur Bun, tadi Ayu kepalanya busing lagi,, "


"Ya begitulah kalau sedang hamil muda, pasti ada aja yang di rasa, kamu harus sabar dan kasih perhatian terus ya Bang, karena wanita hamil itu sensitif banget,, "


"Iya Bun,, Abang akan selalu ingat pesan Bunda,, "


Ayah langsung masuk ke lamar setelah mengambil minum di dapur.


"Bun,, tolong kerokin Ayah dong, Ayah sepertinya masuk angin nih,, "


"Iya ayo kita ke kamar aja,, "kata Bunda.


"Bang ,,Bunda sama Ayah ke kamar dulu yah,,"


"Iya,, "jawab Abang.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2