
Setelah Mas Al keluar dari kamar mandi, Aku langsung masuk ke kamar mandi juga untuk membersihkan daerah terlarangku.dan juga Aku merapikan pakeankanku yang acak acakan.
Aku keluar kamar mandi setelah rapi. Saat keluar kamar mandi Aku tidak melihat Mas Al di kamar, mungkin sudah keluar.
"Bundaaa,,,, Kiki lapar, "teriak Kiki padaku dan mendekatiku saat Aku membuka pintu kamar.Ya Ampunnnn,,, Aku lupa memasak untuk makan siang, ini semua gara gara Mas Al sampai ngga masak untuk makan siang.
"Iii,,yaa,,, Sayang tunggu bunda mau goreng telur dadar dulu yah, "kataku. sambil berjalan ke dapur.
"Ngga mau Bunda,, Kiki ngga mau pakai telor dadar, Kiki mau makan pakai Ayam goreng kriyuk, "Aduh,,, itu kan lama bikinya.
"Ada apa Na, ?"tanya Mas Al yang nongol di belakang Kiki.
"Ayah,,, Kiki laper, Kiki pengin makan pakai Ayam goreng kriuk, "sambil berkaca kaca.
"Oh,, gitu. Ya udah yuk kita beli di luar."
"Yeee,,, asik. Ayo bunda ikut, kita beli Ayam goreng kriuk, "sambil menarik tanganku.
"Kiki sama Ayah saja yah, Bunda mau masak nasi sama sayur, "kataku.
"Iya ikut aja Na, dan ngga usah masak kita makan siang di sana aja sekalian yah,, "kata Mas Al.
"Tapi Mass,,, "
"Ngga ada penolakan, ayokk,, "sambil menarik tanganku.
"Tunggu Mas,, Nana ganti baju dulu yah dan ambil tas, "kataku.
"Udah ngga usah ganti baju, Nana dah cantik kok kaya gitu aja, "Aku langsung menundukan kepalaku karena malu di puji Mas Al.
Lalu Kiki pun menarik tanganku dan tangan Mas Al agar cepat pergi.
"Sayang,, jangan tarik tarik, nanti jatuh," Aku langsung menggendong Kiki. Sedang Mas Al mengambil kunci mobil.
Kita bertiga pun sudah masuk mobil,dan Mas Al menjalankan mobilnya menuju tempat yang Kiki inginkan, ayam goreng kriyuk.
Sekitar 20 menit kita sampai di tempat yang kita tuju. Kiki di gendong oleh Mas Al dan juga menggandeng tanganku. kita masuk bersama.
__ADS_1
"Sayang duduk sini aja sama Bunda, Ayah mau pesan dulu, "sambil menurunkan Kiki di bangku.
"Bunda mau minumnya apa,? "
"Terserah Mas saja, "jawabku. Mas Al pun mengangguk dan berjalan menuju tempat pemesanan.
Aku dan Kiki menunggu Mas Al sambil mengobrol, tiba tiba dari samping Kiki ada yang memanggilnya.
"Haii,, Sayangnya Mamah,,, "Aku langsung melihat ke arahnya, dan benar dia adalah wanita yang dulu Aku pernah melihatnya.
"Mamahhh,, "kata Kiki sambil memeluknya.
"Sayang sama siapa kesininya,? "sambil melepaskan pelukanya dan duduk di bangku sebelah Kiki.
"Sama Bunda dan Ayah, "kata Kiki.
Lalu Mas Al pun datang dengan membawa nampan berisi makanan juga minuman.
"Hai Mas,, apa kabar, "kata Mamah Kiki.
"Baik,, kamu sama siapa kesini,? "
"Oh,, oh iya kenalin ini Nana Istriku, "kata Mas Al.
Aku pun mengacungkan tanganku untuk berjabat tangan dengan Mamah Kiki.
"Kapan Mas nikah, kenapa Mas ngga kasih kabar,? "sambil dengan cepatnya menarik tanganya yang sedang berjabat tangan denganku.
"Baru satu minggu, kita cuman ijab aja kok, ngga ada resepsi, "
Setelah itu Aku mengambilkan Kiki makan.
"Kiki mau makan sendiri apa mau Bunda suapin,? "tanyaku.
"Biar Mamah suapin yah sayang, "sambil mengambil piring di depan Kiki. sedang Kiki pun mengangguk.
Aku pun langsung diam ,dan menikmati makan siangku.
__ADS_1
"Bun tolong ambilin minum Ayah, "sambil menujuk gelas. Lalu Aku pun mengambilkanya.
"Bun punya Ayah kok ini pedas, kita ke tuker kali yah ayamnya,? "
"Iya kayanya Yah,, punya Bunda ngga pedas, "jawabku. Mas Al mengerti keadaan saat ini, Mas Al selalu mengajaku bicara agar Mamahnya Kiki melihat kita yang saling mencintai mungkin.
Saat Makan Kiki meminta Mas Al untuk meneminya ke kamar mandi, karena pengin pipis katanya.
Saat Mas Al dan Kiki pergi, sekarang tinggal ada Aku dan Mamahnya Kiki.
"Kamu dan Mas Al dah lama kenal,?"
"Eemm,, baru sih belum lama banget, "jawabku.
"Oh gitu,,, gimana permainan Mas Al di ranjang, masih tahan lama ngga, Tomnya Mas Al mantap kan, kaya produk luar, "katanya. Sedang Aku yang kaget dengan perkataan Mamahnya Kiki langsung kaget dan hanya diam.
"Haii,, gimana hemmm, "sambil menggerakan alisnya naik turun.
Aku pun menjawabnya dengan anggukan.
"Aku tuh ninggalin Mas Al karena dia kurang kaya. tapi kalau permainan ranjangnya emang Aku akui ngga ada yang bisa ngalahin Mas Al ,cowo cowo yang dekat denganku dan saat bercinta ngga ada yang bisa puasin Aku, hanya Mas Al saja yang mampu membuatku sampai berkali kali menikmati kenikmatan itu,"sambil berbicaranya seperti orang yang sedang membayangkan Mas Al.
Untung sebelum Aku jawab Mas Al dan Kiki sudah datang. Jadi Aku ngga perlu menjawab pertanyaan Mamahnya Kiki yang pikiranya jorok,nanya soal kaya gitu kok pas makan sih.
"Bunda,,, nanti setelah makan kita mau sekalian ke mall loh, kata Ayah, "kata Kiki saat sampai di kursinya.
"Oh gitu,,, Bunda sih ikut aja,, "jawabku sambil tersenyum.
"Mamah boleh ikut ngga Sayangg,? "kata Mamah Kiki, ni orang ngapain sih pengin ikut segala, bikin ribed aja.
"Boleh kok Mah,, ya kan Yah mamah boleh ikut,? "
"Emang kamu ngga sibuk, biasanya kamu hari libur juga sibuk kerja aja, "
"Ngga kok Mas,, lagian Aku dah lama ngga ketemu Kiki, boleh ikut kan,,? "
"Terserah,, "sebel sih denger jawaban Mas Al yang mengizinkan, tapi Aku ngga boleh berfikir jelek pada Mas Al, karena dia Ibunya kiki jadi Mas Al tidak ingin menjauhkan mereka.
__ADS_1
Besok lagi ya kaka,,,
jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...