
Pagi harinya benar saja posisi tidur mereka sudah berubah,tapi sekarang justru Ai yang memeluk Vino,posisinya Vino terlentang dang Ai yang memeluk Vino dengan tangan di dada,kaki di paha atas,dan kepala Ai berbantal tangan Vino.
Ai mengusap wajahnya langsung kaget melihat posisi tidurnya yang memeluk Vino.Ai dengan cepat mengangkat kakinya,lalu bangun dan duduk di pinggir kasur,Vino tidurnya sangat nyenyak sampai tidak merasakan Ai yang bangun.
Ai langsung keluar dari kamar karena takut Vino bangun kaya waktu kemarin pagi.
"Kenapa Aku jadi yang memeluknya gitu sih,itu guling juga kenapa jadi pindah,bikin malu aja,semoga Mas Vino tidak tau kalau Aku tidur sambil memeluknya gitu,,"kata Ai di dalam kamar mandi bicara sendiri.
Ai lalu cuci muka dan gosok gigi,setelah itu Ai seperti biasa memasak,untuk sarapan dan untuk di bawa ke rumah sakit.Ai juga membuatkan kopi buat Vino.
Vino di kamar baru membuka matanya dan saat melihat ke samping Ai sudah tidak ada,Vino lalu bangun dan duduk di kasur.
Setelah nyawa sudah kumpul Vino keluar dari kamar.Vino langsung menuju kamar mandi.setelah dari kamar mandi Vino ke dapur.
"Apa ini kopi buatku ,?"tanya Vino.
"Iya,,"
"Makasih,,"Vino lalu duduk sambil menikmati kopi juga sambil melihat Ai masak.
Ai yang merasa di perhatikan saat masak jadi sedikit grogi,saat sedang memotong bawang jarinya jadi teriris pisou.
__ADS_1
"Aawww,,,"teriak Ai yang kesakitan,Vino yang mendengar langsung mendekat dan melihat jari Ai keluar darah banyak.
"Ya Tuhan,,sinih di siram air biar darahnya berhenti,"Vino langsung menyiram jari Ai dengan air kran yang ada di dapur,Ai yang merasakan perih hanya bisa meringis.
"Duduk lah dulu,Saya mau ke warung beli hansaplas dulu yah,,"
"Ngga usah Mas,ini sudah ngga keluar darah lagi kok,Mas kan ngga tau warung di sini di mana,biar Saya bungkus pake tisu aja,nanti juga sembuh,,"saat Ai mau ambil tisu Vino menyurunya tetap duduk dan Vino yang mengambilkanya.
Lalu Vino membungkus luka Ai dengan tisu,dan juga di ikatnya.
"Nanti kita beli obat biar lukanya cepet kering,"Ai hanya mengangguk.
"Masaknya sudah selesai belum,?"
"Ngga usah masak yah,beli aja di luar,tangan kamu kan lagi sakit,,"Ai diam sambil berfikir.
"Nanti Sekaian beli buat di bawa ke rumah sakit,"kata Vino lagi.
"Iya udah kalau gitu Ai beresin dulu dapurnya ya Mas,,"
"Biar Saya aja,kamu duduk lah,,"Vino lalu membereskan bahan masakan yang belum di masak ,lalu di masukan ke dalm kulkas,Ai lalu memberi tau Vino di mana letak letak meletakan barang.
__ADS_1
"Sudah beres,sekarang kita bersiap untuk berangkat,,"Ai mengangguk.
"Kalau gitu Saya mandi dulu ,"Vino lalu pergi ke kamar untuk mengambil handuk.setelah itu langsung mandi.
Ai masuk ke kamar dan melihat tas baju Vino,Ai sebenarnya mau untuk membereskanya dan menyiapkan baju buat Vino,tapi Ai merasa tidak enak takut Vino marah atau Vino tidak suka dengan seleranya.
Saat Vino masuk kamar Ai akan pergi ke luar karena akan mandi,tapi saat berjalan ke arah pintu tiba tiba kaki Ai tersandung kakinya sendiri,Ai akan jatuh Vino langsung bergerak cepat untuk menangkap badan Ai agar tidak terjatuh.tapi tetap aja Vino terlambat justru Vino ahirnya ikut terjatuh.
Posisi jatuhnya Vino ada di di bawah badan Ai,alhasil Vino yang kesakitan,tapi karena Ai ada di atas badanya sakit yang Vino rasakan tidak di rasa,justru Vino merasa senang.dan wajah mereka juga sangat dekat.
Saat Ai akan bangun ,tiba tiba tangan Vino justru memeluk punggung Ai agar tidak bergerak dan tidak bangun.Ai yang tidak bisa bergerak ahirnya diam dan mata mereka berdua saling tatap.
Mata mereka yang saling tatap ,seperti hipnotis yang membuat akal waras mereka hilang,Vino dengan beraninya mendekatkan bibirnya ke bibir Ai,Ai hanya diam dan tangan Vino menekan kepala Ai agar tidak bergerak,Vino lalu mencium dan melu*mat bibir Ai dengan pelan dan lembut,membuat Ai merasakan getaran aneh di dalam tubuhnya.
Ai yang tidak pernah berciuman hanya diam tidak menggerakan bibirnya,dan hanya membuka mulutnya saja.Vino yang terus bekerja.
Vino yang merasa di beri lampu hijo,lalu menggulingkan badan Ai dengan pelan ke sampingnya,tanpa melepas ciumanya juga.Vino terus saja melu*mat bibir Ai atas dan bawah dengan bergantian.
Vino lalu melepas ciumanya karena merasa Ai yang sudah terlihat kehabisan nafasnya.
Ai hanya diam dan mata mereka saling tatap,Vino lalu mengusap bibir Ai yang basah oleh perbuatanya.
__ADS_1
"Maaf,,,"Kata Vino pelan.
Jangan lupa like,komen dan votenya,terimakasih...