Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Memasak Di Rumah Mertua


__ADS_3

Di Rumah Ibu Mertua


Aku bawa irisan buah yang sudah di potong potong menuju mereka yang sedang mengobrol di ruang depan.


"Bu,, ini irisan buahnya, "kataku.


"Taro di meja aja.Na kamu bantuin mba Sum nyiapin makan malam buat kita semua yah, "kata Ibu.Aku pun langsung menganggukan kepalaku.


Suamiku hanya menganggukan kepala saat Aku melihatnya,Suamiku sudah paham dengan sifat Ibunya, kalau sampai di bantah pasti panjang urusanya.


Aku langsung menuju dapur untuk membantu Mba Sum memasak.


"Mba Sum, Nana bantu yah, mau masak apa aja sekarang,? "tanyaku.


"Eh,, Non ngga usah biarin Mba Sum aja yang masak, Non mending di luar saja kumpul sama yang lain, "jawab Mba Sum.


"Ngga papa kok Mba, biar Nana bantu Mba aja, "jawabku yang langsung memotong sayuran untuk bahan sup. Dan Mba Sum pun sudah paham dengan ku yang memang pasti di suruh Ibu untuk membantunya.


Aku dan Mba Sum pun mulai memasak, kita berbagi tugas agar cepat selesai dan cepat makan malam. Sekitar satu jam setengah ahirnya masakan sudah matang semua dan sudah berada di meja.


Lalu Aku memanggil semuanya untuk makan.


"Bu,, makan malam sudah siap, "kataku.


"Ayok Lili Sayang kita makan ajak suamimu sekalian,"kata Ibu pada semuanya.


"Iya Bu,, Lili panggil mas Ari dulu, "jawab Lili.


Aku melihat suamiku sedang menggendong anaknya Lili,Aku mendekat ke Suamiku dan mengajak nya untuk bercanda. Karena baru umur satu tahun jadi lagi lucu lucunya lagi belajar ngomong.


"Lucunya ya Mas,, sinih sayang sama tante, "kataku sambil Aku acungkan tanganku.

__ADS_1


"Ini Sayang. Sama tante yah anak manis, "kata suamiku.sambil memberikan padaku.


"Anton,, ayo makan malam dulu,biarin Dea sama Nana."kata Ibu yang memanggil Suamiku.


"Iya Bu."jawab Suamiku.


"Sayang Mas makan dulu yah, nanti kita gantian makanya, "Aku pun mengangguk.


"Iya Mas makan aja dulu, Nana gampang nanti kok, "jawabku.


Dan suamiku pun pergi bersama Ibunya menuju meja makan, sedang Aku mengajak bayi mungil ini bermain.


Siapa sih yang ngga menginginkan seorang anak dalam hubungan rumah tangga, pasti semua orang juga menginginkanya. tapi kalau yang di atas belum mempercayakanya mau bagai mana lagi.


Air mataku tiba tiba menetes, Aku tiba tiba merasa sesak di dada kalau teringat ucapan Ibu mertuaku. Dia selalu mengatakan kalau Aku yang mandul. Aku hanya slalu berdoa semoga Aku cepat di beri kepercayaan sama yang di atas.


"Sayang,,,, "Suamiku memanggilku dan Aku buru buru menghapus air mataku.


"Kamu Makan dulu sanah, biar Dea Aku yang gendong "kata suamiku.


"Mas udah makanya, kok cepet sih,? "tanyaku.


"Udah,,, nih perut Mas aja dah gendut, "sambil melihatkan perut buncitnya padaku. Aku pun tersenyum melihat tingkah Suamiku.


Aku dan Mas Anton berjalan bersama menuju meja makan.


"Kaka Nana paling jago deh masak sup ayam,"Kata Lili saat Aku sudah duduk.


"Masa sih Dek,, kayanya Kaka masak biasa aja deh, "jawabku.


"Bener deh Kak, Ini sangat enak sup nya, tuh suamiku aja sampai nambah, "kata Lili lagi sambil menujuk ke arah Suaminya yang sedang makan.

__ADS_1


"Iya Kak,, ini supnya memang enak, "kata Suami Lili.


"Bikin sup sih enak, tapi bikin anak aja ngga bisa, "tiba tiba Ibu berkata seperti itu, membuatku langsung menahan sesak di dada.


"Apaan sih Bu, kita lagi bahas makanan loh,"kata Suamiku.


"Sayang cepat makan, nanti keburu dingin makananya, "kata Suamiku lagi. Aku hanya menganggukan kepalaku, semoga air mataku ngga keluar,Dalam hatiku.


Selesai makan Aku membantu Mba Sum untuk membereskan meja makan, dan juga ikut membantu mencuci piring, rasanya Aku ingin berlama lama di dapur aja,agar tidak ikut mengobrol dengan mereka, karena pasti arahnya akan sama, selalu membahas anak.


"Sayang dah selesai belum,,,? "kata Suamiku yang menyusulku ke dapur.


"Bentar lagi Mas,Mas tunggu di depan aja nanti kalau udah beres Aku langsung ke depan, "kataku.


"Ya udah, cepat yah. "dan Suamiku pun langsung masuk ke dalam.


Setelah semuanya beres Aku langsung keluar, Suamiku langsung tersenyum ke padaku dan menyuruhku untuk duduk.


"Kaka mau tidur sini kan kak,? "tanya Lili. Aku langsung melihat ke Suamiku.


"Ngga dek,, Kaka besok mau kerja,"jawab Suamiku.


"Kenapa ngga nginep aja sih Ton, Adekmu jarang loh datang ke sini,"kata Ibu.


"Tapi Anton besok kerja Bu, kalau berangkat dari sini kantor Anton jadi lebih jauh, "jawab Suamiku.


Setelah melihat jam sudah pukul 9 malam, Suamiku mengajak pulang, dan Aku hanya menurut saja.


"Bu, Anton pulang dulu yah, kapan kapan Anton datang lagi, "kata Suamiku pada Ibunya.


Walau Ibu sedikit kesal pada kita katena tidak mau menginap, tapi intungnya Ibu tidak menyinggung soal anak lagi tadi, Aku sedikit merasa lega.

__ADS_1


Haii kaka semuanya,,, semoga suka ceritaku yah, jangan lupa like komen dan votenya, kalau mau sih hehee.. malasih


__ADS_2