
"Bunda,,,, "saat Aku masuk kamar Nana sudah ada di lantai sambil memegang perutnya.
Aku langsung menggendongnya ke kasur.
"Mas,,, sakit,,,, "katanya.
"Mana yang sakit, Kita ke Dokter ya Bun,, "sambil ku usap perutnya yang keras.
"Ngga usah Mas,, kiki baru tidur,,"sambil Nana seperti mengatur nafasnya.
"Kalau gitu Mas mau telfon Dokter dulu yah,, "ku ambil hpku di kantong, dan Aku langsung menelfon.
Sambil menunggu Dokter datang Aku mengusap dan mengkompres perut Nana dengan air hangat.Nana sudah sedikit membaik.
"Mas,, Nana haus,, "lalu Aku mengambil gelas ya ada di meja dan membantunya minum.
Sekitar setengah jam Dokter pun datang, dan Aku menyuruhnya langsung memeriksa Nana.
Aku berdiri sambil melihat Dokter memeriksa Nana.
"Apa ada yang sakit Bu,? "tanya Dokter.
"Sudah ngga sakit Dok,, tadi tuh perut Saya kencang dan sepertinya dede bayinya bergerak membuat perut Saya sakit ,"Jawab Nana.
"Sepertinya Ibu banyak fikiran, dan itu membuat perut Ibu jadi kram, Ibu ngga boleh banyak fikiran dan jangan terlalu cape, apalagi sampai setres ,karena Ibu bisa mengalami pendarahan,untungnya ibu dan bayi di dalam perut Ibu baik baik saja, "Kata Dokter, sambil menyimpan alat alat pemeriksaan ke dalam tasnya.
"Untuk Bapanya, tolong di jaga Ibunya yah, jangan biarkan Ibu banyak fikiran atau cape, karena ini sudah mendekati lahiran,, "
"Iya Dok, Saya akan lebih perhatikan lagi Istri Saya,, "
"Bagus,, dan ini resep obat untuk Ibu minum, dan Saya permisi dulu,, "Lalu Aku mengantar Dokter sampai pintu dan tidak lupa juga memberi amplop.
Setelah Dokter pergi, Aku langsung ke kamar,di kamar Nana mencoba bangun dari tiduranya.
"Bunda mau apa,,? "tanyaku saat membantunya untuk duduk.
__ADS_1
"Nana mau pipis Mas,, "
"Oh,, ayo Mas bantu, "Aku pun memapah nana menuju kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi,Aku membantunya untuk tiduran lagi.
"Bunda tidur yah, Mas mau ke apotik untuk beli obat dulu, "Nana pun mengangguk.
"Bunda pengin di belikan apa,,? "
"Nana ngga mau apa apa,, Mas beli lauk aja buat nanti kita makan malam, "
"Oh iya,, Mas pergi dulu, Bunda tidur dan jangan turun dari kasur, "lalu Aku mencium keningnya dan keluar dari kamar.
Aku menggunakan motor menuju apotik, Aku belum menanyakan pada Nana ada masalah apa yang membuatnya menjadi kepikiran. mungkin nanti saat akan tidur malam Aku akan menanyakanya.
Sampai di apotik Aku masuk dan memberikan resep Dokter ke pada penjaga apotik, setelah obat Aku dapat sekarang tinggal membeli lauk untuk makan malam. Aku teringat akan perkataan Anton kalau Nana suka dengan olahan daging sapi. tapi di sini tidak ada yang jual seteak yang seperti di cafe tadi, ahirnya Aku mencari restoran yang menjual seteak,ya walau beda sama yang di cafe tapi karena sama sama daging sapi mungkin Nana suka.
Aku menemukan restoran yang menjualnya, Aku masuk dan memesan, saat memesan Aku meminta pada pelayanya untuk seteak yang paling sepesial dan Aku memesan dua saja, buat Nana dan buat Kiki saja, karena di lihat dari harganya dua porsi itu bisa buat satu minggu uang belanja, bukanya pelit Aku harus memikirkan juga untuk lahiran Nana nanti, Kalau Aku bisa makan pakai telor Atau mei rebus.
Setelah pesananku jadi, Aku langsung pulang, karena Aku meninggalkan rumah sudah cukup lama, karena tadi muter muter nyari restoran seteak.
"Iya sayang, kiki jangan rewel yah kasian Bunda sedang sakit,, "
"Kiki ngga rewel kok Ayah,, tadi ajah Bunda nyuruh Kiki ambil minum kiki mau,, "
"Wah kiki pintar yah,,, "sambil Aku menaro seteak di atas meja makan dan menutupnya.
"Ayo kita ke kamar lihat Bunda,"sambil ku gandeng tangan kiki.
"Bunda ngga tidur,,, ?"tanyaku saat masuk kamar melihat Nana yang sedang duduk dan bersandar pada sandaran kasur.
"Nana ngga bisa tidur Mas,, dede gerak terus,, "jawabnya.
"Ya udah ayo kita makan aja,, Mas udah beli makanan kesukaan Bunda, "sambil Aku bantu turun.
__ADS_1
"Kiki di beliin juga ngga Yah,, "
"Jelas di beliin dong,, ayo kita ke meja makan,"
Sampai di meja makan, Aku membuka penutup nya dan Aku memberika satu bungkus ke Nana dan satu bungus lagi ke kiki.
"Buat Mas mana,, ?"Aku hanya tersenyum.
"Mas ngga begitu suka jadi Mas ngga beli, Mas pengin bikin mei rebus soalnya Bun,, "saat Nana dan kikj membuka bukusanya mereka pun melihat ke arahku, Aku pun tersenyum.
"Bunda sama Kiki makan yah, Ayah mau bikin mie rebus dulu,, "Aku pun menuju kompor dan memasak air.
Saat mie sudah matang, Aku membawa ke meja makan, sampai di meja makan Kiki dan Nana belum pada makan.
"Kok belum di makan, nanti keburu dingin ngga enak loh, ayo kita makan,, "
"Kiki sama Bunda nunggu Ayah,, "Aku pun mengangguk.
Saat Aku makan, Nana sesekali menyuapiku, tadinya Aku menolak tapi Nana memaksaku, jadi Aku pun membuka mulutku.
Selesai makan kita duduk di ruang tv, Nana duduk di sebelahku sambil menyandarkan kepalanya di pundaku,sedang tanganku sambil mengusapi perut Nana yang sudah sangat besar.
Sekitar jam sembilan, Aku mengajak Kiki untuk tidur, sedang Nana Aku suruh ke kamar. setelah Kiki tidur Aku keluar dari kamarnya, dan Aku menuju kamarku.
"Kok belum tidur,,? "tanyaku.
"Nunggu Mas,,,, "Aku pun naik ke kasur dan memiringkan badanku menghadap Nana, lalu kepala Nana Aku angkat agar berbantal ganganku.
"Mas boleh tanya ngga Bun,,? "sambil ku usap perutnya.Nana pun mengangguk.
"Apa yang Bunda pikirkan sampai tadi perut Bunda kram seperti itu,, ?"Nana hanya diam.
"Katakan saja,, Mas ngga akan marah,, "
"Nana kepikiran Mas yang dari keluar cafe tadi siang mendiamkan Nana, "sambil mendongakan wajahnya. Aku yang kaget langsung menatapnya.
__ADS_1
Besok lagi yah,,, Maaf kalau ada typo
Jangan lupa like, komen dan votenya, makasih...