Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Hasil Ahir Dari Dokter


__ADS_3

Setelah makan malam Di rumah Anton waktu itu, Aku memang belum ke sana lagi seperti janjiku pada Anaku, karena Aku tak enak hati merepotkan Istri dari temanku.


Setiap hari anaku selalu menagih janjinya, dan Aku selalu bilang nanti pas hari libur, hari ini hari libur dan anaku sudah dari pagi membangunkan Aku untuk mengingatkan janjiku pada nya.Dan Aku selalu mengatakan iya nanti siang kita pergi.


"Ayah,,, jadi kan kita ke rumah tante baik, hari ini kan hari libur, Ayah ngga kerja kan, "kata anaku sambil duduk di sebelahku. karena Aku sedang duduk di teras rumah.


"Sayang,,, tadi Ayah telfon om Anton, dan Om Anton bilang mau pergi sama tante baik, jadi kalau kita kesana tante baiknya ngga ada dirumah sayang, "Kataku sambil Aku bicara dengan pelan.Tadi pagi memang Aku menelfon Anton dan Anton mengatakan mau pergi bersama Nana.


Dan Anaku langsung diam, tapi tiba tiba terdengar isakan tangis dari Kiki.


"Sayang,,, jangan nangis donggg, kan bisa lain kali kita main ke rumah tante baiknya, "sambil ku pangku anaku dan kunusap air matanya.


"Yah,,, Kiki pengin tante baik, Kiki pengin main dengan tante baik, "sambil sesegukan anaku berbicara.


"Iya Sayang, nanti Ayah telfon tante baik yah, suruh main ke sini, udah dong jangan nangis, "sambil ku usap kepala Anaku.


Rasanya sangat sedih melihat anaku yang menangis,sepertinya anaku menginginkan sosok Ibu untuk membuatnya merasa di sayangi dan di manjanya.


Andai saja Nana belum menikah, pasti Aku akan berusaha untuk mendapatkanya, tapi sayangnya Nana adalah Istri dari sahabatku.


Anaku menangis sampai tertidur di pangkuanku, Aku langsung mengangkatnya menuju kamar Anaku.


Setelah ku slimuti badan anaku, Aku langsung keluar dan duduk di sofa sambil melamun,memikirkan tentang anaku yang sangat membutuhkan seorang Ibu.


"Kiki kenapa Al,,? "tanya Ibu yang sudah duduk di depanku dan mengagetkanku.


"Kiki pengin ke rumah tante baiknya itu Bu, tapi tante baiknya lagi pergi, jadi ya ngga jadi ke rumahnya,"jawabku.


"Oh begitu.Emang tante baiknya seperti apa sih Al, sampai Kiki kalau cerita tentang tante baiknya itu sangat bersemangat,?"

__ADS_1


"Orangnya cantik Bu, lemah lembut dan penyayang, "jawabku.


"Kenapa ngga kamu nikahin aja Al, tuh dah cocok sama anakmu, "


"Apa an sih Buu,,, orang dianya juga udah punya suami kok, temenya Ali lagi Suaminya itu, "jawabku.


"Yah,,,, sayang sekali ya Al,,, "Aku hanya mengangkat bahuku sebagai jawaban,dan "Bukan jodoh Ali berarti Bu, ".


.


.


.


Di Lain Tempat


"Sayang,, udah siap belum,, ayo buruan nanti telat kita kerumah sakitnya, "kata Suamiku yang memanggilku.


Hari ini Aku dan suamiku akan pergi kerumah sakit untuk melihat hasil ahir dari kesehatan Suamiku.


Sampai di rumah sakit, kita langsung menuju ruangan Dokter yang menangani masalah kita.


"Siang Dok,,, ?"kataku.


"Siang,, Silakan duduk Ibu dan Bapa, "dan kita pun langsung duduk di depan Dokter.


Dan Dokter menjelaskan tentang kesuburan dari kita masing masing.


"Untuk Ibu, hasilnya cukup bagus. Ibu sehat rahim Ibu juga subur dan tidak ada masalah, "kata Dokter, dan Aku pun berucap sukur.

__ADS_1


Dan untuk hasil dari Suamiku Dokter mengatakan kabar buruk, bahwa Suamiku 99 persen tidak dapat memiliki anak. Dokter juga bilang ini hanya dunia medis, kita berdua harus tetap berusaha dan minta yang di atas untuk memberikan kita keturunan.


Setelah keluar dari ruangan Dokter, kita langsung pulang.Dan di sepanjang jalan Suamiku hanya diam.Aku selalu memberinya semangat untuk terus mencoba sabar siapa tau yang di atas akan mengabulkan doa kita.


Setelah sampai rumah,Suamiku langsung masuk kamar dan mengurung diri. Aku sebenarnya juga sedih tapi aku tidak mau menujukanya.Aku juga sangat ingin memiliki seorang anak dari rahimku sendiri dan dari benih orang yang kucintai.


Sambil menunggu suamiku tenang, Aku masuk ke dapur untuk memasak, dengan memasak Aku bisa melupakan masalahku walau sebentar.


Sampai dengan masakanku yang sudah siap di atas meja,Suamiku belum juga keluar dari kamar.


Tokkkk...Tokkk....


"Mas,,, kita makan siang dulu yuk.Mas ,,,buka pintunya.Mas,,nanti malah sakit loh kalau Mas ngga makan, Sayangg,,, buka pintunya,, "


Aku terus saja mencoba membujuk Suamiku keluar, dan ahirnya suamiku keluar juga.


"Makan yuk Mas,, Aku udah masak, "kataku.


Lalu Suamiku berjalan ke arah meja makan, kita berdua pun sudah duduk, Aku mengambilkan makan untuk Suamiku dan memberikanya.


"Mas,, jangan di liatin aja makanya, ayo di makan Mas,"kataku.


"Sebaiknya kita berpisah saja, kamu berhak bahagia dan bisa memiliki anak,"tiba tiba Suamiku berbicara.


"Kamu ngomong apa sih Mas, jangan sembarangan kalau bicara,! "


"Mas serius,, Mas mandul, dan ngga bisa memberimu seorang anak, jadi lebih baik kita berpisah saja, "


"Aku ngga mau Mas,, jangan bicara begitu. Kita masih bisa kan untuk mengadopsi anak, tanpa harus kita berpisah, Aku bahagia hidup bersama Mas, Aku cinta dan sayang dengan Mas, untuk anak kita masih bisa berusaha dan berdoa pada yang di atas,tolong Mas jangan bicara begitu lagi,,,Aku mohon Mas,, hik.. hik... "

__ADS_1


Aku langsung menangis,rasanya sangat sakit mendengarkan kata pisah dari Suamiku. Dan Suamiku mendekat lalu memeluku sangat erat.


"Mas juga sangat mencintaimu,Mas bisa gila kalau sampai kamu pergi dari Mas. Mas takut kamu pergi ninggalin Mas karena Mas yang mandul, "kita berdua pun menangis bersama dengan saling berpelukan.


__ADS_2