Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
ABP2 Bertemu


__ADS_3

Hari ini hari libur, Alana bersama keluarganya sedang menikmati waktu bersama sambil mengobrol di ruang tv sambil makan puding bikinan Bunda Nana.


"Bun,, tadi Anton kirim pesan, besok lusa keluarga mereka akan berlibur ke jogja, dan akan mampir ke sini,, "kata Ali.


"Bener Yah,, Papih Anton mau ke sini, asik Alana mau minta bawain oleh oleh ah,, "


"Adek,,, jangan gitu ah,, ngga enak."kata Bunda dan Alana langsung cemberut.


"Sukurin,, "ejek Bang Kiki, Alana langsung melemparinya dengan bantal sofa.


"Ehh,, udah udah, "kata Bunda menyuruh mereka jangan pada ribut.


"Mau menginap di sini atau di mana katanya Yah,,? "kata Bunda lagi.


"Katanya sih di hotel, orang Vian sama Vino juga di ajak, kata Anton, "


"Oh,, gitu. "


"Wah,, Vian pasti ganteng yah Bun, tapi ngga asik Vian anaknya banyakan diem, masih asikan Vino tapi kadang rese. Kalau Vian di apa apain diem aja jadi ngga enak buat becanda,, "


"Jangan bilang ngga asik ,kamu kalau ada Vian aja maunya sama dia mulu, awas nanti naksir lagi,, ingat belum boleh pacaran,,dan pasti mereka sekarang sudah pada dewasa jadi harus jaga sikap"


"Iih,, Abang apaan sih,, Adek tuh sama Vian hanya temen,, "


"Eehhh,, kok bahas gituan,, anak Ayah kalau belum lulus kuliah ngga ada yah pacar pacaran,,, "


"Sukuri,, emang enak,, wee,,, "Bang Kiki langsung ngeledek Alana, dan Alana langsung kesal dan melempari Abang dengan bantal lagi.


"Udah,, Abang udah jangan iseng sama adenya ah,, udah pada besar juga kelakuan kaya masih kecil aja sih,, "kata Ayah, dan mereka pun langsung diam.


.


.


.


Kediaman Anton


"Vian, Vano besok ahir pekan kita akan liburan ke jogja, kita mau ke rumah Om Ali,, dan tidak ada yang boleh menolak, harus ikut semua,, "kata Anton. saat ini mereka ber empat sedang sarapan.


"Tapi Pih Vano malas ke sana,, apa lagi ada Alana yang berisik itu,, "

__ADS_1


"Kaya kamu ngga berisik ngatain orang segala,, "kata Vian sedikit ngga terima.


"Dih,,ngga terima nih pacarnya di katain,, "


"Siapa yang pacaran,, so tau kamu,, "sambil melempar apel ke arah Vano.


"Kaka,,,,adek,, jangan becanda di meja makan, ngga baik, udah lanjut makan,, "kata Mamih Vina.


"Iya Mih,, "mereka pun kompak kalau Mamihnya yang bicara.


Selesai makan Vian masuk kamar, lalu memainkan hpnya dan mencari media sosial seseorang, setelah ketemu Vian langsung mengetik pesan pada seseorang itu.


"Haii,, mau di bawakan oleh oleh apa dari kota"itu lah pesan Vian pada seseorang itu.


Setelah Vian mengirim pesan,dia pun meletakan hpnya di atas meja, lalu dia merebahkan badanya di kasur.


Dia membayangkan wajah gadis yang sebentar lagi akan bertemu denganya. sambil tersenyum dia mengingat 5 tahun yang lalu saat terahir bertemu.


Mereka berdua masih duduk di bangku SMP masih terlalu kecil untuk di katakan berpacaran tapi di sebutnya teman dekat karena si gadis ini selalu menempel padanya walau pun si Vian selalu cuek tapi di hatinya dia selalu senang kalau si gadis itu selalu merepotkanya.


Mereka tidak punya no wa tapi mereka sesekali berhubungan lewat media sosial saja.Vian yang membayangkanya jadi sampai tidak sabar ingin bertemunya denganya.


"Mau kemana Sayang,,? "tanya Mamaih.


"Mau keluar sebentar Mih,, "jawab Vian sambil memakai jaketnya.


"Hati hati di jalan,,, "setelah Vian mencium tangan Mamihnya.


.


.


.


Hari yang di tunggu Vian pun datang juga, hari ini Vian dan keluarga akan berangkat berlibur ke jogja.


"Wah,, seneng yah yang mau ketemu pacarnya,, "itulah kata kata yang Vano sering katakan pada kakanya, dari rumah sampai di bamdara, sedang Vian tidak mennggapinya sama sekali, Vian hanya diam saja tidak menanggapinya,karena sudah terbiasa dengan keusilan Vano.


"Vano sudah jangan ngeledek Kakanya gitu, diam ah berisik ini Mamih dengernya,, "Vian pun tersenyum menang karena di belain sama Mamihnya.


Kurang lebih Satu jam ahirnya keluarga Vian sampai juga di jogja, mereka langsung menuju hotel untuk istirahat.

__ADS_1


"Pih,, kita kerumah Om Alinya kapan,,? "Tanya Vian.


"Sabar lah kak, kita istirahat dulu,, ngga sabar amat,, "kata Vino. sedang Vian pun tetap tak menggubrisnya.


"Nanti setelah kita istirahat kita langsung ke sana,, "saat ini mereka sedang ada di dalam lif yang akan menuju kamar mereka istirahat.


Mamih sama Papih satu kamar, sedang si kaka adek pun jadi sekamar juga, dan kamar mereka sebelahan.


Setelah beristirahat sekitar 2 jam, mereka bersiap untuk berangkat kerumah Ali. Papih Anton menyewa mobil dari pihak hotel, jadi ngga ribed harus pesan taxsi onlaine.


Sekarang mobil Papih sudah berhenti di sebuah rumah yang tidak pernah berubah, tetap kelihatan nyamanya.


Tokkk,, Tok,,,


Pintu pun di buka, dan siapa yang membuka kalau bukan si gadis yang sudah dari tadi bolak balik nungguin kedatamgan keluarga Anton.


"Papihhh,,,, Alana kangen,, "sambil memeluknya.


"Anak Papih sudah besar yah,, cantik lagi,, "


"Iya dong,, cantik, "sambil melepas pelukan.


"Mamih,, "sambil memeluknya juga.


"Iya sayang,, gimana kabarnya,, "


"Alana sehat dong Mih,, ayo Pih sama Mamih masuk,, Ayah sama Bunda sudah nungguin,, "


Anton dan Vina pun masuk ke dalam.


"Kenapa Aku ngga di suruh masuk juga,, "


"Eh,, si rese dah gede aja,, gedenya ganteng juga yah,, "


"Enak aja ngatain rese,, resean kamu tuhh,, "sambil menyelonong masuk, sedang Alana hanya tersenyum mengejek, mereka memang begitu. lalu tatapan mereka pun bertemu..


"Haiii,,,,,


**Besok lagi,, semoga suka ceritanya..


Jangan lupa like, komen dan votenya,,, trmakasih**...

__ADS_1


__ADS_2