Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vian Minta Maaf


__ADS_3

Saat Vian membuka pintu kamar rawat Ana,rupanya Ana sedang bersama Edo,dan Edo duduk di bangku dekat kasur,sedang Ana sedang tiduran.dan tangan Edo sedang menggenggam tangan Ana.


Ana dan Edo yang melihat ke arah pintu yang terbuka langsung kaget melihat Vian yang datang.Ana langsung menarik tanganya dari genggaman Edo.


"Kakaaa,,"teriak Ana langsung bangun dari tiduranya,tapi Vian langsung menutup pintu tanpa mau mendengar panggilan Ana.


"Do,,itu Kak Vian,,Ana mau menyusulnya,pasti dia salah sangka sama kita,,"sambil Ana akan turun dari kasur.


"Biar Aku yang mengejarnya,kamu lagi sakit Al,,diam lah dan tiduran saja,,"kata Edo sambil melarang Ana turun,dan Edo langsung keluar dari ruang rawat Ana untuk mengejar Vian.


Sedang Vian dengan rasa kesal dan marah terus berjalan keluar dari rumah sakit,Edo yang melihatnya langsung mengejar.


"Hehhh,,kamu laki laki pecundang,kenapa pergi,,kamu marah ,apa cemburu karena melihat Aku bersama Alana,,?"kata Edo saat ada di belakang Vian yang sedang berjalan.Vian langsung berhenti saat mendengar perkataan Edo.


"Apa maksud perkataanmu itu,jaga mulut kamu yah,,"sambil mencengkram kerah baju Edo Alvin berkata.


"Emang benar kan,,kamu itu hanya laki laki pecundang yang punya masalah tetapi tidak berani untuk minta maaf dan pergi tanpa memberi tau dan kabar,apa itu namanya kalau bukan laki laki pecundang namanya,,,"sambil menarik tangan Vian yang mencengkram kerah bajunya.


"Alana sampai sakit gara gara kamu pergi tanpa pamit dan ngga ada kabar sama sekali sampai beberapa hari,dia itu cinta dan sayang sama kamu,tapi kamu tidak menghargai perasaanya sama sekali ,kalau kamu sudah ngga peduli lagi padanya,katakan saja.Karena Aku akan selalu siap untuk menggantikan posisimu,,"


"Brengsek,,,jangan harap kamu bisa memgambilnya dariku,,"tangan Vian akan memukul wajah Edo,tapi keburu ada satpam yang melihatnya dan menghentikan pertengkaran mereka.


Edo lalu mengalah pergi,sedang Vian duduk di bangku dan menenangkan fikiranya dulu.


Sekitar 20 menit ahirnya Vian pun berjalan menuju ke ruangan rawat Ana.


Vian pun masuk,dan Ana dengan air mata yang masih mengalir dari matanya,melihat Vian yang masuk dan mendekatinya.

__ADS_1


Tanpa kata kata Vian langsung memeluk Ana,dan tangisan Ana makin kencang sampai sesegukan.


"Maaf,,"hanya kata itu yang keluar dari mulut Vian sambil terus memeluk Ana.Vian ngga berani berkata lebih banyak lagi,karena Vian sedang menahan tangisnya agar tidak sampai keluar, karena suaranya pasti akan sangat kelihatan sedang menahan tangis.


Vian melihat Ana yang mengangis karena kesalahannya,membuat Vian ikut merasa sedih .


Vian melepaskan pelukanya,dan mengusap ari mata Ana yang masih keluar.


Saat Vian sedang mengusap air mata yang ada di pipi Ana,Ayah dan Bunda pun datang.


"Vian sudah datang,,sudah lama,,?"tanya Bunda sambil berjalan masuk bersama Ayah.


"Vian Baru sampai Bun,,"lalu Vian mendekati Bunda dan Ayah untuk mencium tanganya.


"Kok Adek nangis,kan Vian sudah datang,jadi harus senyum dan cepat sembuh dong,,"kata Bunda saat melihat mata Ana yang merah dan tadi melihat Vian yang sedang mengusap air matanya.


"Oh gitu,,coba Bunda lihat matanya,,"


"Iiihhh,,Bunda udah ahh,,Adek jadi malu,,"perkataan Ana membuat Ayah dan Bunda tertawa ,sedang Vian hanya tersenyum.


Karena sudah ada Vian yang menjaga Ana di rumah sakit,jadi Bunda dan Ayah malam ini pulang ke rumah,dan pukul 10 malam Ayah dan Bunda baru pulang,setelah Alana dari jam setengah sembilan sudah tertidur.


Setelah Bunda dan Ayah pulang,Vian duduk di sofa sambil melihat ke hpnya,dan ternyata Mamih mengirim pesan,Vian pun membalas pesan Mamihnya.


"Kakk,,Ana haus,,"suara Ana memanggil Vian.dan Vian langsung bangun.


Lalu Vian mengambilkan air minum yang ada di meja dan membatu Ana untuk meminumnya.

__ADS_1


"Ayah sama Bunda di mana Kak,,?"setelah Ana selesai minum.


"Ayah sama Bunda sudah pulang,,"jawab Vian.


"Apa Kaka marah sama Ana gara gara yang di hotel waktu itu,,?"tanya Ana pada Vian yang duduk di bangku dekat ranjang.lalu Vian menggeleng.


"Kaka ngga marah,justru Kaka pikir Ana yang marah sama Kaka,karena Kaka memaksa Ana,,"


"Ana memang marah dan kesal sama Kaka,tapi kenapa Kaka ngga minta maaf dulu sama Ana sebelum pergi,dan kenapa kaka pergi tanpa ada kabar pada Ana ,sampai hampir mau seminggu Kaka ngga ada kabarnya,Ana jadi takut kalau Kaka benar benar marah pada Ana dan akan ninggalin Ana,,"sambil Ana menangis.


"Suttt,,,jangan menangis,,Maaf memang semuanya Kaka yang salah,dan Kaka benar benar minta maaf soal yang di Hotel juga yang pergi tanpa memberi kabar,,"sambil menghapus air mata Ana.


"Kaka waktu itu di telfon Papih,dan Papih bilang kalau nenek masuk rumah sakit,jadi Kaka di suruh pulang ke kota,saat Kaka akan pergi Ana belum juga keluar dari kamar,ahirnya Kaka pun pergi dan Om yang mengantar ke bandara,tadinya Kaka mau telfon Ana ,mau bilang minta maaf dan bilang juga kalau Kaka balik ke kota karena nenek sakit,tapi karena kaka takut Ana masih marah sama Kaka jadi kaka berfikir nanti saja menelfonya,,"Ana masih mendengarkan penjelaskan dari Vian.


"Tapi karena fikiran Kaka yang sangat banyak,membuat Kaka lupa dengan permasalahan kita,Kaka harus ke kampus dan kantor,juga kalau malam harus tidur di rumah sakit jagain Nenek,karena Vino sedang ulangan di sekolahnya,jadi Kaka yang lebih sering tidur di rumah sakit,,tadi siang Nenek sudah di bolehkan pulang sama Dokter dan Kaka langsung ke sini,,"


"Kaka tau dari siapa kalau Ana sakit,,?"


"Om menelfon Papih menanyakan keadaan nenek dan Om memberi tau juga tentang Ana yang masuk rumah sakit ,Kaka rasanya sungguh ngga tenang saat tau Ana masuk rumah sakit,makanya saat nenek di bolehkan pulang Kaka langsung kesini,"


"Sekali lagi maafin kaka yah,"sambil mencium tangan Ana.Ana pun mengangguk tanda memaafkan.


"Kaka berencana akan pindah kuliah ke luar negri,,,"


**Wah,,Vian mau pindah ke luar negiri nih,,kenapa yah,,,apa Ana membolehkanya kita lihat besok...


Jangan lupa like,komen dan votenya,,trimakasihh**..

__ADS_1


__ADS_2