Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ada Yang Mengganjal


__ADS_3

Vian menidurkan Alana di kasur, dan Vian pun ikut menjatuhkan badanya di kasur samping badan Alana. mereka berdua memiringkan badanya dan menjadi saling hadap.


"Kaka rasanya tidak sanggup lagi menunggu sampai kita lulus kuliah,Kaka rasanya ngga bisa jauh dari Ana,, "sambil mengusap pipi Alana.


"Kita menikah aja, Ana mau ngga,, ?"


"Kita masih terlalu muda Kak,, takutnya kita masih sama sama egois , "jawab Alana.


"Asal kita saling percaya dan saling menyayangi, pasti tidak akan ada masalah yang akan membuat kita menjadi bertengkar,, "


"Trus buat biyaya kita hidup gimana? masa minta sama orang tua kita,, kan malu kak,, "


"Kaka bisa kerja di perusahaan Papih sehabis pulang kuliah kan,, "


"Tapi nanti Kaka jadi ngga ada waktu dong buat Ana,, karena sibuk kuliah sama kerja,, "


"Iya kan masih bisa ketemu saat malam dan pagi,, "


"Gimana,, mau yah,"


"Ana bilang dulu sama Ayah dan Bunda dulu ah,, takut ngga di izinin,, "


"Iya,, kita izin dulu sama orang tua kita,, "


Entah siapa yang duluan, tapi bibir mereka sekarang sudah menempel,dan berlahan Vian menggigit bibir Alana, agar mulut Alana terbuka.


Saat mulut Alana sudah terbuka, Vian langsung melu*mat bibir Alana, sambil menyedotnya, Alana yang baru merasakanya hanya diam sambil memejamkan matanya dan juga mencekram baju Vian dengan kencangnya.


Entah Vian belajar dari mana yang namanya ciuman, tapi kali ini Vian menjadi sangat pintar dalam berciuman.


Tangan Vian menahan tengkuk Alana agar tidak lepas.


"Ikuti seperti yang Kaka lakukan,kalau Kaka main bibir atasnya Ana, Ana mainin bibir bawah Kaka,, "sambil Vian menyatukan kening nya dengan kening Alana, Alana pun menganggukan kepalanya dengan pelan.


Lalu Vian memulainya lagi, mencium Alana dan Alana pun walau kelihatan kaku tapi sudah sedikit bisa mengimbangi Vian.


Mereka berdua sangat menikmati ciumanya, dan lama kelamaan ciman mereka pun makin menuntut. Vian mengangkat badan Alana agar di atas tubuhnya tanpa melepaskan ciuman mereka. dan Alana sekarang sudah ada di atas badan Vian .

__ADS_1


"Sayang,,, Kaka bisa gila kalau kaya gini terus, "setelah ciuman terlepas. dan Alana masih ada di atas badan Vian.


"Kak,, ini kok Ana rasain ada yang menggajal sih,, keras banget, sakit lagi,, "sambil tangan Alana akan memegang benda keras itu.


"Setop,, jangan di pegang sayang,, "sambil memegangi tangan Alana.


"Kenapa,, Ana sakit soalnya Kak,, "


"I,,itu punya Kaka yang sudah tegang,, "Alana yang langsung paham langsung turun dari atas badan Vian.


"Iiihhh,, Kaka,, "sambil memonyongkan bibirnya dengan menundukan wajahnya karena malu, sedang Vian hanya tersenyum.


"Mau kemana,,? "tanya Vian saat Alana turun dari kasur.


"Ana mau lanjut bikin teh, kalau di sini terus bareng Kaka, Ana takut sama benda keras punya Kaka ,takut pengin keluar,, "Vian pun ikut keluar dari kamar.


"Kak,, bibir Ana kok aneh yah rasanya,, "


"Aneh gimana,, "


"Kaya yang tebel gitu rasanya,, "kata Alana sambil memegang bibirnya. Vian yang tau hanya tersenyum.


"Iiihhh kok bibir Ana bengkak gini sih Kak,, "sambil menatap Vian.


"Iya,, kan kita tadi habis saling sedot bibir,, ini bibir Kaka juga gede kan,, "


"Ngga,, punya Kaka biasa aja,, ini punya Ana yang besar,, iiihh Kaka gimana ini nanti kalau Ayah sama Bunda nanya, apa lagi Abang yang suka rese,,, "Sambil merengek.


"Ya bilang aja di gigit semut,, masuk akal kan,, "sambil mendekat ke Alana.


"Coba Kaka lihat,, "sambil memegang dagu Alana.


"Iyaa,, bengkaknya gede yah sayang,, "Kata Vian lagi.


"Ini gara gara Kaka sih ih sebel,, "


"Tapi enak kan,,, "sambil tersenyum dan menggerakan alisnya naik turun. sedang Alana yang malu langsung buang muka.

__ADS_1


Alana lanjut membuat teh hangat, sedang Vian duduk di kursi meja makan.


"Ana ngga pengin apa kuliah di kota, biar kita ngga LDRan,,"


"Ngga mau,, Ana sudah nyaman kuliah di jogja,, kenapa Kaka yang ngga pindah kuliah di jogja aja"


"Kaka ngga bisa sayang,, Kaka di suruh Papih untuk membantunya di perusahaan setelah selesai liburan semester ini,, "


"Wah hebat dong,, nanti bisa punya uang sendiri kalau gitu,, "sambil membawa teh ke meja.


"Iya,,, Kaka mau kumpulin uang yang banyak buat modal kita nikah, biar nanti lulus kuliah Kaka langsung nikahin kamu,,, "


"Amin,,, semoga ya Kak.ayo kak minum tehnya,, "Mereka berdua mengobrol sambil meminum teh sampai ahirnya para orang tua pun pada pulang.


"Kenapa kalian ngga nyusul ke Mall, "tanya Bunda saat sudah masuk ke dalam rumah.


"Adek cape ah Bun,, mending di rumah aja istirahat,, "jawab Alana.


"Kalian berdua di rumah berduaan ngga macam macam kan,,? "tanya Abang yang matanya langsung menatap Vian dan Alana.


"Nggaaa,, "jawab mereka berdua.


Para orang tua pun langaung duduk di aofa karena kecapean. setelah istirahat 10 menit keluarga Anton pun pamit pulang.


"Na,, besok kita jadi ke salon bareng yah,, "kata Mamih.


"Iya jadi dong,,, besok kamu jemput aja,, "


"Siap,, besok Aku jemput, Aku mau ajak Vian biar dia yang bawa mobilnya, ".


"Ana pun Aku akan ajak, biar Vian ada teman di sana,, "


Lalu setelah keluarga Anton pulang, sekarang keluarga Ali masih duduk di sofa sambil membuka barang belanjaan.


"Dek,,, bibir kamu kok bengkak, kenapa,,, ?"mata Abang sudah menatap tajam ke arah Alana.


**Jangan lupa like komen, dan votenya yah kak,, makasihh...

__ADS_1


Mampir juga kecerita baruku ya kak, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.


__ADS_2