Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Keputusan Vina


__ADS_3

Pagi hari Aku bangun cukup siang, karena semalam susah tidur karena memikirkan masalah Vina, dan untungnya hari ini hari libur jadi bisa bangun dengan seenaknya.


Setelah cuci muka dan gosok gigi Aku keluar dari kamar. Aku menuju dapur untuk mengambil minum.rupanya Vina juga sedang di dapur, dia sedang memasak.


"Mas,, mau kemana,? ini sarapanya sudah matang,, "saat Vina melihatku yang akan keluar dari dapur selesai minum.


"iya,,, "jawabku tidak jadi keluar dari dapur .


"Maaf Mas Vina hanya masak nasi goreng,soalnya kesiangan,, "sambil mengambil piring.


"Iya ngga papa,, udah jangan banyak banyak,, "saat Vina akan menambahkan nasi goreng lagi.


Vina pun lalu memberikan piring padaku. Kita berdua lalu makan dengan tenang. selesai makan Aku menyuruh Vina untuk tetap duduk,


"Apa kamu sudah ambil keputusan untuk msalah yang semalam Pak RT katakan,, "Vina hanya diam.


"Saya tidak akan memaksamu untuk menikah dengan Saya, dan karena kita juga sama sama tidak saling cinta, kalau kamu memang tidak mau menikah dengan saya, berarti Saya akan mengantarmu ke panti asuhan tempatmu dulu, dan jangan kuatir masalah uang, Saya akan mengirimi setiap bulan untukmu dan anakmu, itu adalah rasa tanggung jawab saya karena Saya sudah berjanji pada Agus,,, dan itu berlaku sebelum kamu menikah lagi, kalau kamu sudah menikah lagi berarti kamu dan anakmu adalah tanggung jawab suamimu"


"Saya sadar diri, karena Saya adalah laki laki mandul, pasti semua perempuan tidak akan mau mempunya suami seperti Saya,, "kataku,lalu kita berdua hanya saling diam untuk beberapa saat.


"Vina tidak melihat laki laki dari dia punya kekurangan atau pun kelebihanya, yang Vina mau laki laki itu punya rasa tanggung jawab, Vina hanya takut kalau laki laki itu tidak menyayangi anak Vina, dan hanya membutuhkan Vina saja,,, soal cinta bagi Vina itu akan datang dengan sendirinya kalau kita saling nyaman dan membutuhkan, pasti rumah tangga akan bahagia,, "sambil menundukan kepalanya Vina berkata.

__ADS_1


"Apa itu berarti kamu mau menikah denganku, soal anak itu pasti Saya akan menyayanginya seperti anaku sendiri, karena kamu juga tau cerita rumah tanggaku kan, Saya dengan bodohnya menyuruh istriku menikah lagi demi Saya yang menginginkan seorang anak, jadi Saya pasti menyayanginya,apa lagi anak itu adalah anak dari sahabatku,, "kataku dan Vina pun mengangkat wajahnya.


"Sekarang Saya tanya sekali lagi padamu, Apa kamu mau menikah dengan saya dan mau menerima kekurangan saya, dan kita belajar untuk saling mencintai,lalu lupakan orang dari masalalu kita agar rumah tangga menjadi damai, Saya hanya menyuruh melupakan bukan untuk menghilangkan, pasti kamu tidak akan mudah untuk melupakan Agus di hatimu,,,,jadi apa jawabanmu,? "kataku lagi.


Vina secara berlahan menganggukan kepalanya, "Iya Vina mau menikah dengan Mas Anton,, "lalu menundukan wajahnya lagi, tiba tiba bibirku tersenyum tipis setelah mendengar jawaban Vina.


Setelah itu Vina bangun untuk membereskan piring yang kotor, sedang Aku duduk di sofa ruang tv.


Sore pun datang, Aku pergi keluar untuk membeli lauk untuk makan malam, karena Aku kasihan pada Vina sepertinya sekarang mudah lelah.


"Vin,Saya beli ayam bakar nih,, kita makan dulu yuk,, mumpung masih hangat, "kataku saat masuk ke rumah dan melihat Vina sedang duduk di sofa.


"Gede amat sih Mas ayamnya,, ini ngga bakalan abis untuk berdua,, "saat ku buka bungkusan ayamnya.


"Kalau ngga abis bisa buat besok, biar kamu ngga masak,, "jawabku.


"Emang Mas masih mau makanan yang di angetin,, "


"Saya mah apa aja doyan, asal jangan basi,, "sambil mengambilkan potongan ayam buat Vina, karena ayamnya utuh jadi harus di potong potong dulu.


"Makasih,, "kata Vina saat Aku memberikan potongan ayam pada piringnya.

__ADS_1


Lalu kita pun makan bersama, Aku melihat Vina sangat menikmatinya sampai makanya belepotan di bibirnya.


"Makanya yang bener,, kaya anak kecil aja blepotan gitu,, "sambil Aku menujuk ke bibir tanda ada kotoran.


Vina langsung mengelapnya dengan tisu, lalu Vina makanya jadi pelan, sangat lucu lihat tingkahnya. Vina itu orangnya hitam manis dan kalau di lihat ngga ngebosenin, kalau Nana itu memang Aku akui kalau dia itu cantik, orangnya putih, mulus dan bodi badanya sangat bagus. (tapi sudah jadi milik orang hehee)


Selesai makan Aku masuk ke kamar,karena Vina mau menikah denganku, jadi Aku punya niatan untuk mengajukan kepindahanku untuk kerja di kota lagi, Aku ingin Vina memulai hidup baru dan tidak mengingat Agus lagi, kalau tetap di sini Vina pasti akan selalu ingat Agus terus. dan sekarang Aku sedang membuat surat kepindahan untuk besok Aku ajukan ke kantor.


Soal Ibuku sudah tau Aku dan Nana bercerai, Aku memberi taunya baru satu minggu yang lalu, Ibu tadinya sedikit marah tapi karena Ibu mengira Nana yang mandul jadi Ibu tak mempermasalahkanya lagi.


Ibuku memang sedikit keterlaluan kepada Nana,Aku berfikir sekarang bahwa Aku laki laki pengecut yang tidak bisa membela dan melindungi istri sendiri.tapi tidak kali ini Aku akan berusaha untuk melindungi istri dan keluargaku, walau Ibu menentangnya.


Pukul 7 malam Pak Rt dan bapa bapa yang semalam datang lagi, sekarang Aku dan Vina sudah saling berhadapan dengan mereka di ruang depan.


"Gimana Pak Anton dan Mba Vina,apa kalian berdua sudah mengambil keputusan,,? "tanya Pak Rt.


"Iya Pak, Saya dan Vina sudah mengambil keputusan, kalau kita akan menikah.... "


**Besok lagi,, maaf kalau ada typo.


jangan lupa like komen dan votenya makasih**..

__ADS_1


__ADS_2