
Tidak terasa hari ini adalah hari bahagia untuk Bunda Ervita dan Ayah Pandu. Hari peringatan ulang tahun mereka ke-25 tahun, atau Silver Wedding Anniversary. Walau begitu ada kesedihan di hati Bunda Ervita. Semua itu karena Irene yang seharusnya pulang dari Jakarta, justru mengundur kepulangannya ke Jogjakarta lusa. Oleh karena itu, hati Bunda Ervita menjadi sedih.
Mengingat bagaimana perjalanan cintanya dengan Ayah Pandu rasanya sangat tidak mudah untuk Bunda Ervita. Dia seorang yang semula hamil di luar nikah, ketika hamil dengan pacarnya sewaktu di bangku kuliah, dan mengalami penolakan, tidak ada yang bertanggung jawab, hingga diusir dari rumah. Hidup dalam keterisolasian di kota Jogjakarta, bahkan hamil, melahirkan, hingga mengasuh Indi sewaktu bayi seorang diri. Sampai akhirnya cinta menyapa melalui sosok Ayah Pandu. Bukan sekadar pria yang baik, tapi juga mau menerima bayi Indira yang notabene tak bernasab. Menerima dan menyayangi Indira layaknya putrinya sendiri. Bahkan Ayah Pandu juga tidak pernah membedakan antara Indi dan Irene. Keduanya sama-sama disayang dan juga diperlakukan dengan sama.
Untuk merayakan hari bahagia ini, Indi dan Satria sudah mereservasi resto di Abhaya Giri. Tempat di mana ikrar cinta antara Ayah Pandu dan Bunda Ervita terucap. Di resto yang menghadap ke Candi Prambanan dan Gunung Merapi itu, akan dilangsungkan makan malam untuk Ayah dan Bundanya.
"Kalian berdua malahan repot-repot," kata Bunda Ervita.
"Tidak repot sama sekali, Bunda. Ini adalah hari bahagia. Sebatas merayakan momen Bunda ketika dipinang Yayah," balas Indi.
Selain itu, Indi juga menghadiahkan buket Bunga untuk Bundanya. Sekadar untuk merayakan momen.
"Happy Silver Wedding Anniversary Nda dan Yayah. Doanya Indi dan Mas Satria, Yayah dan Nda sehat selalu. Menua bersama dan sebentar lagi akan menjadi Eyang untuk dua bayi laki-laki. Kami sayang Nda dan Yayah."
Mendapatkan kejutan dan kasih sayang dari anak sendiri membuat Bunda Ervita terharu. Hingga akhirnya, Bunda Ervita berdiri dan memeluk Indi.
"Makasih Mbak Didi. Terima kasih untuk semuanya. Sebenarnya hari ini Bunda sangat sedih karena putri bungsu Bunda tidak bisa bersama dengan kita. Namun, Bunda dan Yayah bersyukur. Sudah 25 tahun kami bersama, dikaruniai kalian berdua dan tidak lama nanti kami akan menjadi Eyang untuk dua cucu sekaligus," balas Bunda Ervita.
Indi menitikkan air matanya. Jika boleh berkata jujur, Indi juga ingin memiliki kehidupan pernikahan yang panjang seperti Yayah dan Ndanya. Merayakan 25 tahun pernikahan silver. Sungguh luar biasa bisa melampaui hari demi hari hingga 25 tahun bersama.
"Terima kasih yah Putrinya Yayah. Makasih Satria," kata Ayah Pandu.
"Sama-sama, Yah," balas Satria.
__ADS_1
"Nda, Indi ke toilet sebentar yah."
Bunda Ervita akhirnya duduk dulu bersama Ayah Pandu. Menikmati senja bersama. Keduanya teringat dengan kenangan di masa lalu ketika melihat pesona senja di Abhaya Giri. Sekarang, keduanya kembali menikmati senja dengan anak-anak mereka.
"Dulu, kita menikah di sini. Sorenya kita menikmati senja di sini. Melihat surya yang kembali ke peraduannya ke ufuk Barat. Terima kasih untuk 25 tahun yang sungguh istimewa, Nda. Kamu selalu menjadi Dinda di hatiku. Selalu temani aku. Tidak hanya silver, jika memungkinkan kita sampai 50 tahun pernikahan. Sampai akhir aku menutup mata," kata Ayah Pandu.
Mendengar ucapan sang suami, Bunda Ervita kembali menitikkan air matanya. Kenangan demi kenangan bak terlintas kembali. Bagaimana dulu keduanya masih muda. Terlebih Bunda Ervita dengan segala kekurangannya, sementara Ayah Pandu sosok dewasa yang bisa menerima Bunda Ervita apa adanya. Dalam 25 tahun, tak pernah Ayah Pandu berbicara kasar. Dalam 25 tahun, tak pernah Ayah Pandu mengungkit-ungkit masa lalu istrinya. Mencintai Bunda Ervita membuat Ayah Pandy mau menerima masa lalu istrinya, menerima Indi sebagai putri tunggal Bunda Ervita.
"Terima kasih, Yah. Sejak aku masih muda hingga aku mulai menua, Yayah yang selalu membimbing, menemani, dan mendorong aku. Terima kasih untuk kasih sayang tanpa batas yang selalu Yayah berikan. Yayah menjadi pengayem dan pengayom untukku. Terus bimbing aku ya, Yah. Kalau selama ini Bunda banyak salah, banyak ketidaksempurnaan mohon maaf," balas Bunda Ervita.
Setelahnya dari toilet, Indi dan Satria mengambil jalan lain. Masih ada kejutan untuk Ayah dan Bundanya di hari yang bahagia ini. Hingga akhirnya Indi muncul dengan seseorang spesial. Siap memberikan kejutan untuk Ayah dan Bunda.
Cintaku bukanlah cinta biasa
Jika kamu yang memaknai
Lagu cinta itu terlantun indah. Suara merdu tampak menyanyikannya. Ini bukan suara yang asing. Melainkan suara yang sangat familiar untuk Ayah Pandu dan Bunda Ervita. Mendengar suara yang sedang menyanyi itu saja Bunda Ervita sudah berlinang air mata. Sementara Ayah Pandu merangkul istrinya.
"Happy Silver Wedding Anniversary Yayah dan Ndaku tersayang!"
"Irene ...."
Ya, itu adalah suara Irene. Sebelumnya Irene mengatakan memang tidak bisa pulang lantaran masih ada kegiatan tambahan di Jakarta. Padahal sejak semalam, Irene sudah di Jogjakarta. Irene memilih menginap di kost temannya dan sekarang langsung ke tempat acara. Dia ingin memberikan kejutan untuk Ayah dan Bundanya.
__ADS_1
"Katanya masih di Jakarta?" tanya Bunda Ervita dengan terisak.
"Hehehee ... kejutan untuk Yayah dan Nda."
Irene menghambur ke pelukan Ayah dan Bundanya. Sebulan tak bertemu rasanya begitu rindu. Selain itu, Irene memang sudah bertukar pesan dengan Mbaknya terlebih dahulu karena ingin memberikan kejutan untuk Ayah dan Bundanya. Sekarang kejutan itu berhasil.
"Nakal kamu yah," balas Bunda Ervita.
"Khusus untuk Yayah dan Nda."
Setelah semua keluarga berkumpul, Satria meminta tolong kepada pelayan untuk mengambilkan foto mereka. Merayakan Silver Wedding Anniversary pasangan yang selalu dicintai dan diteladani oleh mereka.
"Lihat semua ke kamera yah. Satu ... dua ... tiga."
"Oke lagi yah, gaya yang lain," kata mas-mas pelayan di sana.
Akhirnya beberapa foto pun diambil. Hingga akhirnya Indi meminta request supaya yang berfoto hanya Ayah dan Bundanya saja. Walau sebenarnya Bunda Ervita menolak.
"Bunda udah tua, Mbak," kata Bunda Ervita kepada Indi.
"Ayo, Nda. Untuk kenang-kenangan."
Lantaran dipaksa anak-anak akhirnya, Bunda Ervita dan Ayah Pandu mau berfoto berdua. Bahkan Satria diam-diam juga mengambil foto mertuanya secara candid. Hasilnya pun bagus.
__ADS_1
"Terima kasih semuanya anak-anakku. Untuk Ayah dan Bunda, kalian adalah harta yang sangat berharga. Semakin spesial karena Yayah dan Nda memiliki anak laki-laki yaitu Satria dan tidak lama lagi memiliki dua cucu. Terima kasih Mbak Indi, Mas Satria, dan Irene," kata Bunda Ervita.
Mengingat panjang dan lamanya usia pernikahan sebenarnya membuat setiap pasangan memaknai lagi bagaimana kisah perjalanan cinta mereka berdua. Dimulai ketika masih berdua, hingga membina rumah tangga, menikmati fase demi fase, musim demi fase, hingga di titik Silver Wedding Anniversary rasanya sungguh luar biasa. 😍