Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat

Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat
17 Weeks Kehamilan


__ADS_3

Sebagaimana rencana Indi sebelumnya, setelah adiknya kembali ke Jakarta, hal yang ingin Indi lakukan adalah memeriksakan kandungannya. Jika sudah memeriksakan kandungannya, tentu saja Indi juga berharap bisa mengetahui jenis kelamin dari dua janin yang sekarang berada di rahimnya. Oleh karena itu, Indi meminta suami untuk mendaftar pemeriksaan terlebih dahulu dengan Dokter Arsy.


"Mas, sibuk enggak?" tanyanya.


"Hm, kenapa Sayang? Mau dibeliin sesuatu?"


Dengan cepat Indi menggelengkan kepalanya. Sebab, memang dia tidak ingin apa-apa. "Enggak, mau minta tolong. Reservasiin untuk mendaftar pemeriksaan twins, Mas."


Mendengar apa yang Indi minta, Satria kemudian menganggukkan kepalanya. Dia segera mengambil handphonenya terlebih dahulu dan mendaftar untuk memeriksakan kandungannya istrinya.


"Sudah, Sayang. Sebentar nunggu balasan dan jadwal untuk kita," balas Satria.


"Baik, Mas. Kalau hitunganku sih sudah 16 atau 17 minggu, kalau di USG nanti, siapa tahu sudah kelihatan jenis kelamin dedek bayinya," kata Indi.


"Iya, Sayang. Yang penting kamu dan dedek bayi selalu sehat selalu. Itu saja sih kalau buat aku."


Yang menjadi prioritas Satria adalah Indi sehat selalu selama kehamilannya. Mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu mungkin menjadi idaman beberapa pasangan. Namun, bagi Satria yang paling penting adalah istrinya itu sehat selama kehamilannya.


"Kamu tidak pernah berubah deh, Mas. Sejak aku hamil Nakula dan Sadewa, keinginannya selalu sama yaitu supaya aku dan bayi kita sehat," balas Indi.


"Itu benar adanya, Sayang. Melihat kamu sehat dan bahagia, suami sudah riang banget. Jadi, bahagia selalu. Jangan sakit. Kalau mual dan muntah aku yang mengalaminya tidak masalah sama sekali, Sayang."


Saking cintanya Satria kepada istrinya, dia memang tidak masalah kalau mengalami kehamilan simpatik. Asalkan Indi selalu sehat dan bahagia selama menjalani sembilan bulan kehamilan saja sudah membuat Satria juga sangat bahagia.


...🍀🍀🍀...


Keesokan Harinya ....


Sekarang, mereka tiba di Klinik kehamilan milik Dokter Arsy. Hanya berdua, sementara Nakula dan Sadewa dititipkan di rumah Ayah Pandu dan Bunda Ervita.


"Kamu duduk di sini dulu, Sayang ... biar aku yang daftarin," kata Satria.

__ADS_1


"Kebiasaan deh," balas Indi.


"Biarin aja. Bukti nyata cinta istri," balas Satria.


Indi tersenyum saja, dia menunggu suaminya yang mendaftarkan dirinya dan memberikan buku catatan pemeriksaan kehamilan. Tipekal suami yang sangat menyayangi istri. Bahkan, ketika nama Indi dipanggil untuk ditimbang berat badannya dan mengukur tekanan darah saja, Satria turut menemani Indi.


"Dilihatin orang-orang loh, Mas," kata Indi.


"Gak apa-apa, Sayang. Namanya juga cinta," balas Indi.


Setelah itu keduanya menunggu lagi sampai nama Indi dipanggil. Lebih dari setengah jam barulah nama Indi dipanggil, keduanya kemudian masuk bersama ke ruangan Dokter Arsy.


"Selamat malam Mom Indi dan suami," sapa Dokter Arsy dengan begitu ramah.


"Selamat malam dokter Arsy," balas keduanya dengan kompak.


"Bagaimana ada keluhan dalam kurun waktu satu bulan ini enggak, Mom?" tanya Dokter Arsy.


"Syukurlah, jadi sudah membaik yah? Baik, kita langsung periksa ya, Mom."


Akhirnya Indi dipersilakan untuk naik ke brankar, kemudian ada perawat yang memberikan USG Gell di perutnya. Sementara Dokter Arsy bersiap dengan transducer di tangannya. Mulailah Dokter Arsy memeriksa janin di dalam rahim Indi.


"Sudah 17 minggu kehamilan yah, Mom. Nah, ini kantung janinnya ada dua. Sudah memisah ya, Mom. Jadi, kita akan melakukan screening satu per satu."


Indi dan Satria tampak mengamati monitor dan mendengarkan penjelasan dari Dokter Arsy. Mereka juga melihat sendiri bagaimana ada dua janin yang sudah terlihat jelas di dalam rahimnya.


"Anak kembar sebelumnya berjenis kelamin apa Mom?" tanya Dokter Arsy.


"Cowok, dokter ... keduanya cowok," jawab Indi.


Dokter Arsy kemudian tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sebelumnya dokter Arsy menjelaskan terlebih dahulu mengenai kondisi janin di usia 17 minggu. Lalu, dokter Arsy bertanya lagi kepada Indi dan Satria.

__ADS_1


"Di kehamilan kali ini, inginnya kembar cowok, cewek, atau keduanya nih Mom?"


Indi dan Satria tidak langsung menjawab. Sebenarnya mereka sendiri juga tidak masalah mau cowok atau pun cewek. Asalkan sewaktu lahir sehat, selamat, dan sempurna. Itu sudah hal yang membahagiakan dan sangat disyukuri oleh Indi.


"Sedikasihnya sama Allah saja sih, dokter," jawab Satria.


Dokter Arsy tersenyum, itu adalah jawaban yang pernah dia dengar saat Indi dan Satria berkonsultasi dulu. Persis sama. Dulu, Satria juga menjawab demikian. Apa pun itu jenis kelamin bayinya tidak menjadi masalah.


"Wah, selalu pasrah sama Allah yah. Apa pun yang Allah beri selalu yang terbaik. Kali ini, berkahnya ganda yah ... sebelumnya sudah memiliki dua jagoan. Nanti akan dikaruniai dua princess. Ya, kali ini dua bayi kembar perempuan," jelas Dokter Arsy.


Indi dan Satria tersenyum. Bahkan kedua mata Indi berkaca-kaca. Betapa baiknya Allah kepadanya. Sungguh, ketika hamba-Nya memilih pasrah, memilih berserah penuh dan menerima dengan tangan terbuka, berkah yang Allah berikan justru senantiasa berlebih. Sama seperti sekarang, dua janin dalam rahimnya berjenis kelamin perempuan. Ini adalah berkah luar biasa untuk Indi dan Satria.


"Alhamdulillah," balas Satria.


"Alhamdulillah," kata Indi.


"Tidak masalah kan Mom? Wah, lucu nanti ada dua putra dan dua putri. Sudah sepasang masing-masing. Selamat yah," kata Dokter Arsy.


Indi dan Satria menganggukkan kepalanya. Ya, begitu bahagia usai mengetahui jenis kelamin janin di dalam rahimnya Indi. Keluarga besar Hadinata dan Negara juga pastilah akan sangat bahagia ketika mengetahui bahwa akan lahir cucu perempuan nantinya.


"Senang tidak ini?" tanya Dokter Arsy.


"Sangat senang, dokter."


Indi menjawab demikian. Indi juga teringat dengan Bunda Ervita dan ibu mertuanya yang sempat mengatakan ingin memiliki cucu perempuan. Sementara Satria sebenarnya diam-diam sudah menebak di dalam hati terlebih dahulu. Melihat istrinya kian cantik dan wajahnya seperti begitu glowing membuat Satria mengira bahwa janin dalam rahim istrinya berjenis kelamin perempuan. Sebagaimana mitos dan kepercayaan banyak orang, katanya jika sewaktu hamil si Bumil terlihat cantik dan bersih tandanya sedang mengandung bayi perempuan. Nah, atas dasar itulah Satria mengira demikian.


"Kondisi bayinya sehat dan juga detak jantungnya bagus. Pemeriksaan selanjutnya satu bulan lagi yah, Mom."


Usai pemeriksaan dengan USG, perawat mulai membersihkan sisa-sisa USG gell di perut Indi. Selain itu, Indi juga merapikan lagi pakaiannya. Sungguh senang rasanya. Lagi-lagi ini akan menjadi kabar baik untuk keluarga Hadinata dan Negara. Setelah sepasang cucu laki-laki, nanti kedua keluarga akan dianugerahi sepasang cucu perempuan.


Rasanya tak sabar bagi Indi untuk memberitahukan kabar baik ini kepada orang tua dan mertuanya. Kabar baik dan tentunya bahagia ini harus diketahui oleh orang tua dan mertuanya segera mungkin.

__ADS_1


__ADS_2