Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat

Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat
Berjuang Menyembuhkan Luka


__ADS_3

Beranjak sejenak ke kota Solo ....


Ada Anthony yang kali ini benar-benar mempersiapkan untuk menyembuhkan luka di hati Viona. Pria itu merasa kembali ke pelukan Viona adalah hal yang terbaik. Selain itu, Anthony juga ingin menjadi orang tua yang utuh untuk Arbella.


Dulu, hanya sekadar mengikuti hasrat sesaat dan ketika istrinya yang pasca bersalin benar-benar tidak bisa disentuh membuat Anthony mencari kesenangan di luar. Setelah menerima getahnya bahkan pernah mengidap sakit kelamin, Anthony benar-benar berubah. Dia tidak lagi mencari wanita untuk menghangatkan ranjangnya. Setahun lebih waktu berlalu, Anthony juga mempergunakannya untuk memperbaiki diri.


Sekarang, di kediaman Viona ketika Anthony sedang bermain dengan Arbella, pria itu sudah berencana untuk bisa mengutarakan niatnya dengan baik-baik kepada Viona. Walau memang harus menunggu ketika Arbella sudah tidur siang nanti. Ada peraturan juga yang mereka sepakati bersama bahwa Anthony hanya boleh bermain di rumah Viona saat siang hari saja. Selain itu, Anthony juga tidak diperkenankan menginap di sana. Bagaimana pun ada batas-batas yang memang harus disepakati bersama.


Setelah menunggu, akhirnya Anthony memiliki waktu untuk berbicara dengan Viona.


"Vio, boleh aku berbicara sebentar?" tanyanya.


"Ya, ada apa, Thony?"


Anthony tampak menenangkan dirinya sejenak sebelum dia kembali berbicara. Pria yang semula menunduk itu, kini memberanikan diri untuk menatap wajah ayu Viona. Walau tak ada jaminan apakah niat hatinya kali ini akan berbalas.


"Vio, aku sudah memperbaiki diriku lebih dari satu tahun ini. Berusaha menjadi pria yang baik sekaligus, Papa yang baik untuk Arbe. Di balik semua kurang, salah, dan khilafku di masa lalu, aku ingin merujukmu kembali, Vio. Maaf untuk semua, tapi apakah tidak bisa kesempatan kedua itu datang untukku?"


Dengan sepenuh hati dan tentunya sangat serius, Anthony benar-benar mengatakan keinginannya untuk merujuk Viona kembali. Dulu, dia memang pernah salah. Akan tetapi, Anthony sendiri sudah memperbaiki dirinya, menebus salahnya. Selain itu, tidak ada lagi penyakit kelamin yang menjangkit dirinya.

__ADS_1


Dulu, kala Anthony divonis mengidap penyakit kelamin dengan luka, ruam, bahkan muncul nanah di alat kelaminnya, Anthony berselancar di internet bahwa penyakit kelamin seperti yang dia idap itu bisa ditularkan. Ada satu hal yang Anthony syukuri yaitu sejak lama dia tidak berhubungan badan dengan Viona, sehingga Viona yang kala itu masih menjadi istrinya tidak tertular sama sekali.


Selain itu, upaya Thony untuk memperbaiki diri juga terlihat dari gaya hidup pria itu yang sepenuhnya berubah. Tidak ada lagi hubungan dengan wanita, tidak ada lagi menyambangi bar yang ada di kota Bengawan. Seolah kala mengidap penyakit kelamin itu Anthony benar-benar terpuruk.


"Rujuk bukanlah hal yang mudah, Thony. Kamu sudah tahu aku, aku masih trauma untuk membina rumah tangga kembali," kata Viona dengan jujur.


Memang waktu sudah bergulir, tapi Viona masih merasakan sakitnya dikhianati. Bukan terlalu berlebihan, tapi cara orang menyingkapi masalah yang terjadi memang berbeda satu dengan yang lainnya. Sama seperti Viona yang masih tidak percaya dengan pria.


Anthony sekarang bahkan bersimpuh di depan kaki Viona. Biarkanlah kali ini dia benar-benar merendahkan dirinya, menunjukkan kesungguhannya.


"Vio, dulu aku yang membuat luka. Sedalam apa sampai kamu kehilangan kepercayaan dengan komitmen dalam pernikahan, pastilah dalam bukan? Akan tetapi, sekarang tolong, Vio. Kita bersatu lagi untuk Arbe," kata Anthony.


Mendengarkan ucapan Anthony, Viona hanya menunduk. Dia membiarkan saja ketika pria itu menggenggam tangannya. Di dalam benaknya terbersit apakah mungkin pria yang sebelumnya suka main wanita dan menistai ranjang pernikahan akan benar-benar sembuh? Orang sering kali berkata perselingkuhan itu seperti penyakit yang kambuhan sewaktu-waktu. Tidak bisa benar-benar pulih. Oleh karena itu, Viona sendiri ragu dengan Anthony.


"Kali ini tidak akan, Vio. Aku sudah merasakan getahnya. Aku ingin berkomitmen utuh dan penuh dengan hubungan kita berdua," kata Anthony.


"Segala kemungkinan itu ada, Thony. Tidak ada yang tidak mungkin di bawah kolong langit ini. Sangat mungkin kamu kembali ke kebiasaanmu dulu. Selain itu banyak wanita-wanita seperti Karina di luar sana," kata Viona.


Wanita penggoda di luar sana banyak. Dengan berbagai tipe dan kedoknya. Tak jarang mereka memikat pengusaha muda dan berduit seperti Anthony. Untuk uang, segala macam cara bisa dilakukan.

__ADS_1


"Percayai aku kali ini, Viona. Aku sudah memikirkannya dengan baik-baik dan sangat matang. Aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Kalau sampai aku melakukan seperti itu, seumur hidupku, aku rela tak melihatmu dan Arbe," kata Anthony.


Untuk Anthony sekarang yang berharga baginya adalah Viona dan Arbella. Kalau sampai dia menyeleweng lagi, Anthony siap untuk tidak melihat kedua orang yang sangat berharga baginya itu. Biarkan itu menjadi hukuman terberat baginya.


"Mau yah, Vio ... aku bahkan akan mengutarakan niat hatiku dengan baik-baik kepada orang tuamu," kata Anthony.


Dengan kesungguhan hatinya, Anthony bahkan akan menemui mantan mertuanya dulu dan mengatakan niatan hatinya. Ini adalah cara Anthony untuk menyembuhkan luka di hati Viona. Kalau hanya menyembuhkan dan pertemuan mereka tidak intens, menurut Anthony itu sangat sia-sia. Ketika waktu yang mereka habiskan bersama jauh lebih banyak, luka yang terobati akan jauh lebih efektif.


"Bisa memberi jawabannya sekarang?" tanya Anthony.


Viona kemudian menggelengkan kepalanya. "Maaf, belum bisa. Aku perlu meyakinkan hatiku sendiri," balas Viona.


"Berikan aku waktu, Viona. Di masa itu, aku akan meminta lagi jawaban darimu. Jangan terlalu lama, ketika kita kembali bersama, caraku untuk menyembuhkan lukamu akan jauh lebih efektif. Aku memang tidak bisa menjamin apa pun, tapi kali ini aku benar-benar serius," kata Anthony.


"Kalau waktu dekat, aku belum bisa, Thony. Mungkin satu tahun lagi," balas Viona.


Anthony membelalakkan matanya, waktu satu tahun dinilai Anthony terlalu lama. Apa iya meyakinkan diri sendiri akan selama itu.


"Tidakkah 365 hari itu terlalu lama, Vio?"

__ADS_1


"Aku bahkan terbersit untuk tak menikah lagi sebenarnya, Thony. Aku hanya ingin hidup untuk diriku sendiri dan untuk Arbella. Kalau aku bisa bahagia tanpa seorang pria lebih baik aku mengambil jalan itu," kata Viona dengan menatap wajah Anthony.


Anthony terkejut mendengarkan ucapan Viona. Ketika Viona terbersit untuk tak menikah lagi dan bisa bahagia tanpa sosok pria. Sungguh, Anthony merasa luka di hati Viona sangat dalam. Itu luka yang disebabkan oleh Anthony sendiri, dan Anthony benar-benar tak mengira akan menggoreskan sayatan tak berdarah sebegitu dalamnya di dalam hati Viona.


__ADS_2