Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat

Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat
Opening Oemah Jamu


__ADS_3

Sayang sekali untuk Indi, hanya tinggal minggu terakhir bekerja di Oemah Jamu justru dia tidak bisa mendukung tim. Semua karena sakit yang semula dia alami. Praktis, Indi hanya bisa memberikan saran dan terus melakukan kontrol dari rumah dengan menggunakan handphonenya saja. Walau begitu, Indi siap memberikan saran dan mendukung semua yang bekerja secara tim.


Sebab, Indi sendiri libur seminggu lamanya. Masih di kediaman Keluarga Hadinata, Rama Bima pun memberikan undangan khusus kepada Indi.


"Mbak Indi, lusa datang ke soft opening Oemah Jamu. Itu kan karya seninya Mbak Indi dan Tim," kata Rama Bima.


"Sudah selesai semua Rama? Apakah masih ada hal yang harus diperbaiki?" tanya Indi.


"Sudah semua. Tim sudah menyelesaikannya. Kan kamu bantu juga kadang via video call itu. Rama berterima kasih banyak yah," kata sang Rama.


Indi menganggukkan kepalanya. Rupanya Rama Bima juga tahu bahwa ketika Indi tidak masuk, tapi melalui handphonenya Indi selalu siap untuk dihubungi.


"Jadi, besok Mbak Indi harus datang yah dengan Satria. Undangan khusus dari Rama," ucap Rama Bima.


"Iya, Rama," balas Satria dan Indi bersamaan.


Setelah itu Rama Bima kemudian berbicara kepada Ayah Pandu dan Bunda Ervita juga. "Bapak dan Ibu Hadinata, besok silakan datang ke Oemah Jamu yah. Bukan datang sebagai tamu, tapi sebagai keluarga," kata Rama Bima.


"Biar Indi dan Satria saja, Pak Bima," balas Ayah Pandu.


"Tidak bisa, harus datang. Keluarga besan dari Jogja harus datang," kata Rama.


"Jam berapa acaranya Pak Bima?" tanya Ayah Pandu.


"Jam lima sore. Kami tunggu kehadiran keluarga Hadinata, adiknya Mbak Indi diajak juga kalau sempat," balas Rama Bima.


Sungguh luar biasa rasanya, dulu dua keluarga laksana air dan minyak. Sama-sama tak bisa menyatu, dan seakan memang tak bisa disatukan. Akan tetapi, sekarang justru keluarga Negara berusaha memperbaiki diri dan mengakrabkan diri dengan keluarga Hadinata. Kedua keluarga bisa menyadari bahwa dalam pernikahan anak-anak mereka, dua keluarga juga harus bersatu.


...🍀🍀🍀...

__ADS_1


Dua Hari Kemudian ....


Beberapa saat sebelum berangkat ke Oemah Jamu, Indi bertanya terlebih dahulu kepada Satria. Apakah ada tradisi khusus ketika keluarga berdarah biru itu mengadakan acara? Bagaimana tatanan berbusananya? Setidaknya memang Indi berusaha untuk menyesuaikan diri dengan keluarga suaminya. Supaya tidak salah dan tidak terlalu kebanting dengan keluarga darah biru yang biasa memiliki tatanan sendiri.


"Biasanya kalau ada acara memakai apa, Mas? Secara kan keluarga Negara kan keluarga Ningrat," tanya Indi.


"Daripada salah, aku tanyakan Ibu dulu yah. Kalau kami para pria biasanya hanya mengenakan kemeja batik lengan panjang aja," balas Satria.


Meminta Indi untuk menunggu terlebih dahulu, kemudian Satria menelpon Ibunya dan bertanya dress code untuk acara sore ini. Setidaknya supaya bisa menyesuaikan diri dengan Rama dan Ibunya.


"Memakai kebaya, Sayang," kata Satria.


Ketika Satria mengatakan demikian, untunglah Indi memiliki kebaya dan jarik yang sudah dia jahit dalam bentuk rok panjang. Sehingga lebih praktis ketika di pakai.


"Memakai ini yah, Mas. Kita punya batik sarimbitan (pasangan), dari kain yang kamu berikan saat meminangku. Sudah aku jahitkan," kata Indi.


"Siap Roro Ayu," jawab Satria dengan mencuri kecupan di pipi istrinya.


"Soft launching kayak mau ke Keraton yah, Mas," canda Indi.


"Ya, kalau dulu Eyang bilang orang Jawa itu dipakai Jawanya. Jadinya ya begini, Sayang. Makasih yah, sudah mau menyesuaikan diri dengan keluargaku," balas Satria.


"Iya, MasE," jawab Indi.


Setelah itu, Indi dan Satria datang bersama ke Oemah Jamu. Sepanjang perjalanan banyak yang mereka ceritakan bersama. Akan tetapi, sesekali Satria juga memuji istrinya yang memang begitu cantik itu.


"Ayu banget kamu, Sayang," kata Satria.


"Udah, Mas ... duh, dipuji terus bikin aku malu loh," balas Indi.

__ADS_1


"Gak usah malu sama suami sendiri. Jadi, sudah sembuh sepenuhnya belum?" tanya Satria.


"Berkat kamu, aku sudah sembuh. Sudah sehat," balas Indi.


Satria tersenyum tipis, usai itu Satria terdiam. Tidak berbicara aneh-aneh terlebih dahulu. Begitu sudah tiba di Oemah Jamu, keduanya pun turun dan memasuki store yang memang memiliki desain interior yang bagus itu. Memasuki pintu mereka dengan patung Loro Blonyo. Loro Blonyo sendiri adalah patung berbentuk sepasang figur pengantin Jawa. Sepasang patung tersebut kemudian disimbolkan menjadi dua patung mempelai laki-laki dan perempuan, karena keduanya nanti akan mendatangkan kesuburan atau keturunan.



Sedangkan ada berbagai display rempah-rempah yang sering digunakan sebagai bahan membuat Jamu. Semua desain ini adalah hasil karya Indi dengan tim tentunya. Bahkan di sana ada foto booth untuk para tamu undangan yang datang.


"Rama dan Ibu," sapa Indi dan Satria memberi salam kepada Rama Bima dan Bu Galuh.


"Cantiknya Mbak Indi," kata Bu Galuh.


Bu Galuh sendiri tersenyum melihat menantunya datang dengan kebaya. Pandangan matanya juga melihat kalung dan gelang keluarga yang sekarang digunakan Indi. Ada rasa bangga, menantunya itu justru terlihat cantik dan terlihat seperti kaum bangsawan.


"Rama senang kalian datang," kata Rama Bima.


Kemudian mulailah beberapa staf mendatangi Indi. Turut senang karena Indi sudah pulih. Ada yang meminta maaf juga karena tidak bisa menjenguk kala Indi sakit. Akan tetapi, Indi berkata tidak apa-apa, yang penting dirinya tidak sakit.


Tidak berselang lama keluarga Hadinata datang juga. Ada beberapa hadiah yang dibawakan keluarga Hadinata, tak lupa memberikan Batik Tulis yang dicetak dengan Aksara Jawa (abjad Jawa) dengan nama keluarga Negara. Batik tulis ini bahkan dibuat oleh Bunda Ervita sendiri.


"Selamat dan sukses," kata Ayah Pandu dan Bunda Ervita. Di kesempatan itu juga Irene juga turut datang.


Kemudian acara dibuka dengan sambutan dari Rama Bima. Sehingga Rama pun memberikan sepatah dan dua patah kata.


"Saya sungguh senang hari ini Oemah Jamu sudah selesai dan akan segera dibuka untuk umum. Kiranya ke depan tempat ini buka bisa menjaring anak-anak muda untuk merasakan minuman tradisional yang memiliki berbagai manfaat dan juga membuka UMKM di Jogjakarta."


Menjeda sejenak ucapannya. Rama Bima kemudian berbicara lagi. "Di hari yang berbahagia ini rasanya kurang lengkap kalau saya tidak mengenalkan anggota baru keluarga Negara yang tak lain adalah menantu kami. Saya perkenalkan kepada hadirin semua, mari Mbaknya yang cantik dan Satria, putra saya silakan berdiri di dekat Rama. Mbak Indira dan Satria ...."

__ADS_1


Momen bahagia ternyata di momen itu Indi juga diperkenalkan Rama Bima sebagai menantunya. Sementara staf dan pekerja Oemah Jamu menjadi bingung. Orang yang selama ini bekerja dengannya dan pernah menjadi korban kecelakaan kerja di Oemah Jamu ternyata adalah menantu Rama Bima Negara.


Banyak tepuk tangan dan sambutan hangat untuk Indi dan Satria. Sementara Ayah Pandu dan Bunda Ervita merasa bahagia. Awalnya penuh air mata, sekarang kehidupan rumah tangga Indi dan Satria pasti sangat berbahagia dengan restu dan penerimaan penuh dari Rama Bima Negara.


__ADS_2