Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat

Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat
Desakan Keluarga Atmaja


__ADS_3

Masih Berada di Kota Solo ....


Karina mengapit lengan Anthony. Wanita itu justru sangat bahagia ketika ketok palu hakim sudah berhasil memisahkan Anthony dan Viona. Itu artinya misi Karina berhasil. Dia bisa memiliki Anthony sepenuhnya.


Siapa sangka berawal dari teman ranjang, akhirnya Karina berhasil memisahkan seorang suami dari istrinya. Lebih dari itu, Karina juga berhasil memisahkan seorang papa dari putri kecilnya yang belum genap berusia 2 tahun. Namun, Karina terlihat sangat bahagia.


Sekarang menuju ke apartemen milik Karina, wanita itu memeluk Anthony. Tangannya bergerak menyusuri dada Anthony.


"Kenapa wajahmu muram seperti ini? Jangan katakan bahwa kamu kecewa usai bercerai dari wanita itu," kata Karina.


Anthony terdiam, pria itu tak bereaksi sama sekali. Tempo hari yang lalu, dia datang dan mengutarakan niatnya untuk rujuk. Kembali bersama untuk Arbella, tapi Viona menolaknya. Viona memaafkan Anthony, tapi tidak memberikan kesempatan kedua untuk Anthony. Bagi Anthony sendiri, maaf yang Viona berikan tak ayal layaknya sebuah hukuman. Maaf diberikan, tapi tidak kesempatan kedua untuk memperbaiki rumah tangga.


Karina memilih menatap wajah Anthony, tangannya terus bergerak memberikan usapan di rahang hingga dada pria itu. Harapan Karina dengan bergumul bersama bisa meredakan emosi dan suasana hati Anthony. Sebab Karina menduga ada ketidakikhlasan di dalam hati Anthony.


"Babe ...."


Suara Karina mengalun, tangannya kian merayap liar menjamah bagian tubuh Anthony. Bahkan Karina bersimpuh di lantai. Wanita itu membuka ikat pinggang Anthony, dan berusaha menurunkan resleting dari celana yang semula dikenakan oleh Anthony.


Ketika bibir Karina hendak memberikan ******* di benda pusaka itu, Anthony menolak. Pria itu mendorong perlahan bahu Karina, untung saja Karina tak jatuh tersungkur.


"Stop it," kata Anthony.


Karina yang masih berada di lantai, menatap pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu dan menatap seakan tak percaya. "Tidak pernah sebelumnya kamu menolakku, Babe. Apakah kamu kecewa dengan perceraianmu?" tanyanya.


Anthony terdiam. Pria itu memilih merapikan celananya, kemudian memilih duduk. Beberapa kali Anthony juga mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


"Hentikan, Karin. Perasaanku sedang tidak baik. Sebaiknya kamu pulang saja dulu," kata Anthony.


Alih-alih menerima servis dari Karina, kembali menikmati pergumulan panas di ranjang. Anthony justru menolak, lebih dari itu Anthony juga meminta Karina untuk pulang. Anthony membutuhkan waktu untuk sendiri. Otaknya perlu mengurai semua yang terjadi hari ini. Andai bisa berbicara jujur, Anthony terpukul dengan perceraiannya. Dampak terburuknya adalah membuat Anthony kian jauh dari putri semata wayangnya.


"Sekarang kamu menyuruhku pergi? Ingat, Babe. Aku yang selalu berada di samping kamu," balas Karina.


"Aku butuh ketenangan sebentar. Otakku terlalu pusing dengan semuanya," balas Anthony.


"Aku akan selalu di sini," tolak Karina dengan begitu keras kepala.


Otak Karina sudah merencanakan semuanya. Bahkan Karina tak segan untuk memberikan kenikmatan untuk Anthony. Sayangnya, Anthony justru menolaknya. Membuat semuanya gagal total.


Selang beberapa saat kemudian, terdengar bel berbunyi di unit apartemen itu. Anthony pun berdiri, dia hendak melihat siapa yang datang ke apartemennya. Sebab, biasanya tidak pernah ada orang yang datang ke sini. Satu-satunya orang yang memiliki akses untuk datang ke mari adalah Karina saja. Unit apartemen yang letaknya di pusat kota Solo ini memang semacam tempat rahasia untuk Anthony dan Karina saja. Viona pun tidak tahu-menahu tentang unit ini.


Ketika Anthony membukakan pintu, rupanya yang datang adalah seorang pria paruh baya dengan mengenakan kemeja batik. Pria itu tampak menatap Anthony dengan sorot matanya yang tajam. Di belakang pria paruh baya itu, juga ada beberapa pengawal.


"Ya, saya Anthony," jawabnya.


Pria paruh baya dan dua pengawalnya memasuki unit apartemen milik Anthony. Sementara dua pengawal yang lain berdiri di depan pintu. Karina terkaget melihat siapa yang datang sekarang.


"Papa ...."


Benar sekali, yang datang adalah ayah Karina yaitu Atmaja. Tentu Karina bingung, karena tidak pernah ada yang tahu unit apartemen ini. Anthony sekarang tahu siapa pria paruh yang mendatanginya. Rupanya dia adalah papa kandung Karina.


"Saya Papanya Karina, Anthony. Cukup lama, saya mengikuti kamu. Mencari latar belakang dan semua informasi tentang kamu. Bahkan saya tahu hari ini adalah hari perceraian kamu dengan istrimu. Oleh karena itu, pikirkan untuk segera menikahi Karina. Saya tidak setuju kalau putri saya itu hanya kamu jadikan penghangat ranjang."

__ADS_1


Sebenarnya sebagai orang tua tunggal, Papa Atmaja sudah mencium lagi hubungan Karina dan Anthony. Kasus video sekian detik itu juga menjadi perhatian Papa Atmaja. Sayangnya, Karina juga termasuk bebal. Lagi, lagi, dan lagi, dia kembali ke Anthony.


"Maaf, Pak. Saya belum bisa berpikir jernih sekarang," balas Anthony dengan jujur.


Bagaimana pun otaknya belum bisa menyerap semua dengan baik. Anthony juga perlu menata hatinya terlebih dahulu. Perceraian yang baru saja terjadi tetap menjadi pukulan untuk Anthony.


"Mudahnya kamu mengatakan itu, Anthony. Kamu sudah menikmati putri saya. Sudah berapa kali kamu menidurinya? Sekarang, giliran saya meminta pertanggungjawaban ini jawabanmu."


Usai mengatakan itu tangan Papa Atmaja seakan memberikan instruksi. Hingga dua pengawal itu maju dan memukuli Anthony. Membuat pria itu benar-benar babak belur.


"Pa, sudah, Pa ... jangan pukuli Anthony," kata Karina dengan berlinang air mata.


"Tidak usah ikut campur, Karin!"


"Tolong, Pa. Jangan seperti ini," balas Karina.


Papa Atmaja kemudian memberikan perintah lagi kepada kedua pengawalnya. "Cukup."


Bogem mentah pun berakhir. Cukup meninggalkan lebam dan darah di sudut bibir Anthony. Anthony sampai memegangi lambungnya yang terasa sakit.


"Saya beri waktu sebulan. Saya tunggu bentuk tanggung jawab kamu. Jangan hanya bahagia meniduri anak orang, tanpa pernah berpikir untuk bertanggung jawab. Ingat juga, anakmu juga perempuan, jangan sampai di kemudian hari dia mendapatkan karma buruk dari kelakuan Papanya yang tidak beradab," kata Papa Atmaja.


Anthony menunduk. Ucapan Papa Atmaja seakan mengingatkan Anthony bahwa dia memiliki anak perempuan. Tentu Anthony tidak ingin kalau Arbella kala dewasa kelak bertemu dengan pria brengsek dan bejat seperti dirinya. Sungguh Anthony tak menginginkan itum


"Ayo, Karin ... pulang. Kamu memberi nilai dirimu terlalu murah. Sampai kamu puas menjadi simpanan, menjadi selingkuhan. Anak bodoh!"

__ADS_1


Di depan Anthony, Papa Atmaja juga memarahi Karina. Setelah itu pengawal mengajak Karina pergi. Akhirnya semuanya pergi, hanya tinggal Anthony yang kesakitan dengan bekas luka di wajah, lambung, dan bagian tubuhnya yang lain akibat pukulan dari pengawal Papa Atmaja.


Ini adalah wujud desakan dan sekaligus ancaman dari Papa Atmaja. Anthony sekarang merosot di lantai dengan mengacak asal rambutnya. Sungguh ini bukan hari yang baik, melainkan hari yang penuh kisruh dan carut-marut untuknya.


__ADS_2