
Selang sepekan kemudian, Indi melihat kalender yang ada di meja kerjanya. Ada bagian di kalender yang sudah dia tandai dengan tanda hati di sana. Kemudian, Indi mengingat lagi apa yang terjadi di tanggal itu. Mengingat kembali momen yang pernah terjadi.
"Oh, aku ingat sekarang. Tiga hari lagi adalah Anniversary aku dan Mas Satria. Anniversary jadian, empat tahun," gumam Indi seorang diri.
Dia kembali mengingat bagaimana Putra Ningrat itu dulu mengutarakan perasaannya. Benar, mereka bertemua saat Makrab, lalu mereka menjalin persahabatan, dan akhirnya Satria mengatakan bahwa dia memiliki perasaan lebih dari sekadar sahabat.
Lebih lucunya, dulu Indi selalu curhat dengan Satria kala dia putus dengan pacarnya sebelumnya. Siapa sangka dari persahabatan, ternyata benar-benar berubah menjadi cinta. Kalau mengingat hal yang dulu, ada geli juga. Akan tetapi, sekarang Indi sangat bahagia hidup sebagai pasangan suami dan istri dengan Satria.
Oleh karena itu, sekadar merayakan Anniversary jadian, Indi ingin memberikan kejutan untuk suaminya. Indi sampai memikirkan ide untuk memberikan kejutan untuk suaminya.
"Baiklah, aku akan berikan kejutan untuk Mas Satria tiga hari lagi."
Itu adalah keinginan Indi, tinggal bagaimana nanti merealisasikannya. Akan tetapi, Indi ingin memastikan memberikan kejutan nanti tidak akan gagal.
...🍀🍀🍀...
Tiga Hari Kemudian ....
Sekarang hari yang sudah Indi nantikan. Oleh karena itu, dia akan mengajak suaminya untuk menikmati hari Anniversary. Biasanya sih, setiap tahunnya Satria tidak pernah lupa. Selalu saja ada kejutan atau hadiah yang Satria berikan untuk Indi.
"Mas, nanti kita nonton film bareng yuk?" ajak Indi kepada suaminya itu.
"Hm, tumben kamu ngajakin aku nonton, Sayang," balas Satria.
"Baru pengen. Habis makan malam yah, kita nonton bareng," ajak Indi.
"Ya sudah, boleh. Mau di bioskop mana?"
Sampai di sini ada perbedaan persepsi antara Satria dan Indi. Satria mengartikan menonton itu secara literal, ya menonton di bioskop. Oleh karena itu, dia menanyai istrinya itu ingin menonton film di mana. Toh, jika Indi memang sedang pengen menonton film malam-malam juga Satria tidak keberatan sama sekali.
__ADS_1
"Bukan di bioskop," balas Indi dengan tertawa.
"Lah, lalu nonton di mana?" tanya Satria yang sekarang justru malahan bingung.
"Di rumah aja kok. Kan udah lama enggak nonton film di rumah," balas Indi.
"Oh, oke Sayang. Baiklah. Lebih enak di rumah sih. Biar aku bisa meluk-meluk kamu," balas Satria.
Indi tersenyum saja mendengar suaminya itu. Hingga akhirnya, setelah selesai makan malam, Indi mengajak suaminya menonton bersama. Di kamar, keduanya duduk melantai, dengan punggung bersandar di sofa. Kamar yang sengaja Indi matikan, dan ada televisi yang menyala. Bukan siarab televisi, melainkan sudah ada video yang Indi siapkan. Satria sampai heran karena tidak biasanya Indi mengajak menonton.
"Nonton apa sih? Aku jadi penasaran loh," kata Satria.
Indi hanya tersenyum. Wanita itu kemudian duduk dan menyandarkan kepalanya di lengan suaminya. Akan tetapi, Satria mulai merangkul istrinya itu. Membawa kepala istrinya untuk bersandar di dadanya.
Bukan film atau drama Korea, tapi itu adalah video berisi foto-foto keduanya. Dimulai sejak masa kuliah. Ya, foto sewaktu makrab dengan memakai almamater kampus. Lalu berlanjut dengan foto-foto lainnya, sejak mereka mulai bersahabat dan akhirnya jadian.
Bukankah ini adalah ide romantis merayakan anniversary? Satria saja tidak menyangka bahwa istrinya menyiapkan semuanya ini. Hati Satria merasa benar-benar hangat dan dia merasakan semua kenangan itu penuh makna.
Hingga di akhir video, muncul Indi yang berbicara di sana. Video yang direkam oleh Indi sendiri.
"Happy Anniversary Mas Satria. Kalau merunut lamanya kita pacaran, ini tahun keempat kita bersama. Terima kasih selalu menjadi sosok yang penyabar. Seorang pengayom dan pengayem hidupku. Di tahun keempat ini, kita dilimpahi Allah anugerah yang lain ...."
Usai video itu ada jejak kaki bayi yang muncul di video itu dengan backsound lagu Lullaby yang sangat khas dengan lagu anak-anak. Satria mengurai sesaat pelukannya, dan melirik istrinya. Hingga akhirnya, video itu berhenti. Indi kemudian tersenyum menatap suaminya itu.
Dari belakang sofa, dia mengambil sebuah kotak kado berukuran kecil. Wanita itu tersenyum dan menyerahkan kado itu untuk suaminya.
"Kado spesial untuk Mas Satria," kata Indi.
"Untukku?" tanya Satria.
__ADS_1
"Ya, spesial untuk Mas Ningrat," balas Indi.
Satria akhirnya membuka kado dari istrinya itu sembari menerka-nerka apa isi di dalamnya. Pelan-pelan dia membuka kado itu, hingga akhirnya terdapat benda pipih di sana.
"Sayang, kamu ...."
Satria seketika berkaca-kaca. Dia tidak percaya dengan kado istimewa yang sangat berharga dari istrinya itu. Sementara Indi tersenyum sembari berlinang air mata. Dia menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Yah, Our baby is loading here," kata Indi.
Ah, seketika Satria memeluk Indi dengan begitu eratnya. Rasa bahagia yang membuat Satria juga berlinang air mata. Sungguh, dia tidak mengira bahwa istrinya akan memberikan kejutan kepadanya. Itu artinya Indi tengah hamil sekarang. Indi juga diam-diam melakukan testpack kala Bundanya menyarankan supaya dia melakukan test karena menurut feelingnya Bunda Ervita pastinya Indi ini sedang hamil.
"Alhamdulillah ya Allah ... terima kasih ya Allah," kata Satria.
Usai mengucapkan puji syukur, Satria mengurai pelukannya. Lantas, dia menangkup wajah istrinya, dan menghadiahi beberapa kecupan di kening, pipi, dan juga bibir istrinya. Usai itu Satria menunduk, dia mengecup perut Indi yang masih rata di sana.
"Adik baby sudah mulai ada di dalam sini yah. Sehat-sehat yah, Nak. Kami menyayangi kamu. Kamu hadir karena cinta yang kami miliki berdua. Buah hati kami berdua. I Love U," kata Satria.
Indi tersenyum kemudian dia mengacak gemas rambut suaminya. Namun, jujur Indi sangat senang bisa memberikan kejutan tepat pada waktunya. Kejutan yang memberi kebahagiaan untuk dia dan Satria, tentunya juga keluarga besar Negara dan Hadinata juga.
"Calon Ayah, Papa, Bapak, atau Rama nih ...."
"Hm, apa yah. Belum tahu sih, enaknya dipanggil apa? Kalau Rama terkesan kaku dan ningrat banget nanti, Sayang," balas Satria.
"Yang penting kita sepakat. Selamat Mas Satria," balas Indi.
"Selamat juga Sayangku. Terima kasih untuk hadiah yang sangat spesial ini. Dijaga baik-baik yah. Kamu pinter banget sih buat kejutan kayak gini. Ah, aku bahagia banget," kata Satria.
Ya, Satria sangat bahagia. Ini adalah kejutan tak terduga, disampaikan dengan unik dan romantis oleh istrinya. Kejutan yang membuat Satria mensyukuri nikmat dari Allah untuk rumah tangganya.
__ADS_1