
Ada kalanya ketika sudah memiliki bayi, waktu itu akan berjalan begitu cepat. Sama seperti yang dialami oleh Indi dan Satria, keduanya tidak menyangka bahwa kini Nakula dan Sadewa akan berusia setengah tahun atau enam bulan. Itu artinya, ada fase baru yang hendak dinikmati kedua bocah kembar itu yaitu masa awal MPASI (Makanan Pendamping ASI).
Sama seperti ibu-ibu yang lainnya, Indi juga excited menyambut masa MPASI pertama Nakula dan Sadewa. Hingga mama muda itu sudah berbelanja sayuran, ayam, dan unsalted butter untuk Nakula dan Sadewa. Indi sudah belajar sebelumnya bahwa dia ingin memberikan menu lima bintang untuk Nakula dan Sadewa. Makanan Pendamping yang mengandung karbohidrat, vitamin, zat besi, mineral, dan protein. Sehingga Nakula dan Sadewa bisa semakin sehat.
Oleh karena itu, pagi-pagi Indi sudah terbangun dan membuatkan MPASI terlebih dahulu untuk Nakula dan Sadewa. Sekaligus membuat sarapan untuk suaminya. Aroma makanan untuk bayi begitu lezat dengan Unsalted butter yang menambah aroma masakan menjadi semakin harum dan lezat.
Satria yang usai melaksanakan sholat subuh sampai menyusul Indi ke dapur. Melihat apa sebenarnya yang dimasak oleh istrinya itu.
"Bikin apa, Sayang? Aromanya enak sekali," tanya Satria.
"Menu MPASI nya Nang-Nang ini Papa," balas Indi dengan mengaduk bubur.
"Enak banget. Aromanya kecium sampai kamar loh. Apa bahannya hari ini?"
"Beras organik, wortel, brokoli, ayam, dan unsalted butter. Dibuat bubur dulu nanti diblender, Mas ... dihaluskan. Kan Nang-Nang juga harus kenalan dengan tekstur makanan. Jadi gak bisa langsung makanan padat. Harus makanan yang lembut dulu," balas Indi dengan mengaduk bubur untuk anak-anaknya.
Satria menganggukkan kepalanya. Walau terbilang awam, rupanya istrinya itu sudah belajar dulu. Dari aromanya saja sudah enak, Satria yakin rasanya juga pasti akan enak nanti. Semoga saja Nakula dan Sadewa nanti bisa belajar makan dengan lahap.
__ADS_1
"Yang ini apa, Sayang?" tanya Satria.
"Sup ayam itu, Mas ... untuk sarapan kita berdua," jawab Indi.
"Pinternya Mamanya Nang-Nang ... membuat bubur sambil masak sarapan. Mana ada yang perlu dibantuin enggak?" tanya Satria.
Indi menggelengkan kepalanya. "Sudah semuanya kok, Mas. Tinggal nyuci piring aja."
Akhirnya Satria yang berinisiatif untuk mencuci piring dan peralatan makan yang kotor. Tanpa disuruh atau diminta, Satria sudah begitu responsif. Indi merasa senang, bantuin yang diberikan suaminya sangat berguna untuknya. Kurang lebih jam 06.00 pagi semua sudah selesai.
Waktu itu bertepatan dengan Nakula dan Sadewa yang bangun. Indi memilih membawa turun kedua putranya terlebih dahulu dan kemudian menyuapinya. Seperti biasa, di hari pertama menikmati makanan, bayi masih beradaptasi dengan rasa dan tekstur makanan. Terlihat Nakula dan Sadewa yang tampak beberapa kali mengeluarkan makanannya.
"Dimuntah-muntahin ya, Sayang ... yuk, kenalan maem dulu ya Nang-Nang. Mama sudah masakin sejak pagi untuk kamu loh," kata Satria sekarang.
"Tidak apa-apa, Papa. Namanya juga baru belajar. Sengaja aku belum mandiin, sehabis ini baru mandi deh, biar wangi," kata Indi.
Rupanya Indi memiliki maksud kenapa menyuapi Nakula dan Sadewa terlebih dahulu, rupanya karena memang setelah barulah memandikan kedua putranya. Setelah beberapa kali percobaan makan, barulah Nakula dan Sadewa mau makan. Walau kadang kala masih berusaha mengecap-ecap makanan itu. Sesekali kedua bayi itu menunjukkan ekspresi yang lucu.
__ADS_1
"Nah, baru mulai lahap. Mama membuat makanan ini penuh cinta untuk kalian berdua loh. Yang lahap ya Nang-Nangnya Papa," kata Satria.
Akhirnya, selama setengah jam barulah semuanya selesai makan. Satria berinisiatif untuk memandikan satu bayinya, sementara Indi sekaligus sarapan dan setelahnya memandikan satu anaknya yang lain. Semua sudah selesai, Satria berpamitan untuk berangkat bekerja.
"Mama, aku berangkat bekerja dulu yah. Hati-hati yah di rumah. Jangan terlalu kecapekan. Nanti siang Nang-Nangnya makan lagi kan?" tanya Satria.
"Iya, nanti siang makan lagi. Kan masih ada di lemari es yang aku simpan. Nanti tinggal dipanaskan saja. Aman, Mas," balas Indi.
"Bisa menyuapi dua anak sekaligus?" tanya Satria.
Indi kemudian menganggukkan kepalanya. "Iya, bisa, Mas. Belajar juga pasti bisa. Mama kan pinter multitasking, Pa. Aman ...."
Satria tersenyum. Memiliki bayi membuat hidup wanita berubah. Semula hanya bisa mengerjakan satu pekerjaan, begitu sudah memiliki anak akan bisa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus atau multitasking. Indi sudah membuktikan itu.
"Mama hebat. Nanti sore aku pulang yah. I Love U, Mama Indira," kata Satria.
"Semangat juga bekerjanya, Papa. We Love U, Papa. Bye ... Hati-hati ...."
__ADS_1
Akhirnya Satria benar-benar berangkat bekerja. Senang bisa melewati hari pertama MPASI nya Nakula dan Sadewa. Selain itu, Indi juga mengurus si kembar dengan sangat baik. Satria kepikiran untuk membelikan oleh-oleh untuk istrinya sore hari nanti. Bentuk terima kasih karena istrinya itu benar-benar menjadi Mama yang luar biasa untuk Nakula dan Sadewa.