Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat

Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat
Meminta Maaf kepada Istri dan Anak


__ADS_3

Masih Berada di Solo ....


Sia-sia sudah Papa Atmajaya mendatangi Anthony dan meminta pria itu untuk bertanggung jawab atas Karina. Sebab, Anthony justru menyingkap tabir yang lain bahwa bukan hanya dia menikmati tubuh Karina. Melainkan ada beberapa orang yang melakukan hal yang sama terhadap Karina.


Hati nuraninya sebagai seorang Papa berkata bahwa dia sudah gagal mendidik anaknya. Mendidik dan menjaga anak perempuannya satu-satunya saja Papa Atmajaya tidak berhasil. Yang ada anaknya itu justru menjadi barang yang bisa dipakai dan dicicipi oleh pria hidung belang di luar sana.


Papa Atmajaya pun pulang tanpa kemenangan. Sekarang, Papa Atmajaya merasa marah dan rasanya ingin mengamuk kepada Karina. Benar-benar kecewa dengan Karina.


"Sekarang Papa akan benar-benar mengurungmu, Karina. Besok pengawal Papa akan mengantarkanmu ke Rumah Sakit. Periksakan dirinya dengan medical cek up menyeluruh, terutama di bagian kelamin. Tidak pernah ada yang tahu kalau kamu tertular penyakit kelamin."


Papa Atmajaya menginstruksikan itu. Mendengar pengakuan Anthony, Papa Atmajaya merasa membutuhkan medical cek up terutama di kulit dan kelamin untuk Karina. Jika sampai Karina tertular penyakit yang tidak-tidak keluarga Atmajaya akan benar-benar merasa sangat malu.


Di sisi lain, Anthony terdiam di rumahnya. Sejak pisah rumah dengan Viona, pria itu tinggal sendiri. Hanya terkadang ke apartemen untuk bermain-main dengan Karina saja. Sekarang, barulah Anthony merasa tengah melakukan instropeksi diri. Tuhan seolah membuka semua dosanya.Jelas-jelas Anthony sudah tahu bahwa Karina dipakai banyak pria di luar sana, tapi Anthony seolah menutup mata dan tetap mencari kesenangan dan kenikmatan sendiri.


"Ya Tuhan, ampuni Anthony ... begitu banyak dosa yang aku lakukan. Aku menelantarkan istriku sendiri, wanita baik-baik untuk wanita yang datang dengan pesona sesaat. Ampuni aku, Ya Tuhan. Jangan timpakan salahku kepada putriku ...."


Di titik ini barulah Anthony bisa menangis. Seakan pria itu merasa ketakutan jika sampai karma nantinya akan ditimpakan kepada Arbella, putri semata wayangnya. Memang sering kali begitulah manusia, tak jauh berbeda dari Anthony. Kala menikmati kesenangan hanya senang, senang, dan senang. Gula manis terus-menerus dicicipi tanpa ada rasa bosan. Namun, ketika gula itu berubah menjadi racun di kemudian hari barulah merasa berdosa, ingin tobat.


"Maafkan aku, Viona. Untuk wanita baik-baik dan terhormat sepertimu, aku justru mencari kesenangan di luar sana. Aku juga bahkan tidak tahu, apakah aku sekarang bersih mengingat lubang yang kumasuki dimasuki juga oleh begitu banyak pria," gumam Anthony dengan menjambaki sendiri rambutnya.


...🍀🍀🍀...


Satu Bulan Kemudian ....

__ADS_1


Tidak terasa waktu sudah berjalan satu bulan. Dalam satu bulan, Anthony memang mengunjungi Viona dan Arbella. Semua itu karena Anthony merasakan sakit pada dirinya.


Ya, terdapat luka di senjata milik Anthony. Bahkan ini terjadi sepuluh hari usai perceraiannya. Awalnya Anthony tak menyadari luka itu karena tidak diikuti dengan rasa nyeri. Akan tetapi, luka itu cukup mengganggu juga dan berair. Oleh karena itu, dengan menahan rasa malu, Anthony memilih memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit.


"Bapak sering jajan yah?" tanya Dokter yang memeriksa Anthony sekarang.


"Tidak itu, Dokter."


"Berhubungan dengan lebih dari satu wanita? Bisa saja wanita yang usai berhubungan dengan Bapak itu yang menularkan virus Treponema pallidum sehingga membuka luka di area kelamin."


Anthony terdiam sekaligus mengingat lagi aktivitasnya. Barulah Anthony teringat dengan sosok Karina. Jadi, mungkin saja virus dan bakteri Treponema pallidum ini ditularkan oleh Karina yang memang sering berganti-ganti pasangan.


"Apa wanita bisa terkena dan menularkannya?" tanya Anthony dengan penuh ragu.


Sekarang barulah Anthony benar-benar tersadar. Inikah hukumannya karena menodai ranjang dengan wanita yang tidak benar. Kesenangan di awal berubah menjadi penyakit di kemudian hari.


"Apa saya positif H-I-V, Dokter?" tanya Anthony dengan begitu lirih.


Dokter itu kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak, belum sampai ke virus itu, Pak Anthony. Namun, Pak Anthony terkena si ... fi ... lis."


Ya Tuhan, diagnosa yang disampaikan oleh Dokter membuat Anthony terpukul dan sedih. Rupanya luka di ujung pusakanya itu bukan sekadar luka, tapi infeksi bakteri dan membuatnya terkena penyakit itu.


"Apa masih bisa sembuh?" tanya Anthony lagi.

__ADS_1


"Bisa, karena masih tahap primer. Virus ini baru masuk 10 hingga 90 hari ke dalam tubuh setelah Bapak tertular. Saya akan berikan obat dan nanti bisa sembuh. Lebih perhatikan aktivitasnya ya, Pak. Jangan sembarangan, melakukan o-ral dan a-nal. Saat sembuh harus lebih menjaga diri."


Sungguh ini tamparan untuk Anthony. Dia yang tidak menjaga diri. Akhirnya sekarang terkena penyakit memalukan seperti ini. Keluar dari ruangan Dokter pun Anthony merasa malu, karena beberapa mata yang memperhatikan dirinya. Sebab, orang yang pernah terkena penyakit kelamin seperti ini sangat memalukan. Pertama, ada ketakutan tidak bisa sembuh atau tertular positif HIV. Kedua, mendapat malu karena beberapa orang di Rumah Sakit memandangnya aneh.


Oleh karena itu, Anthony menundukkan wajahnya. Menunggu di apotek pun rasanya sangat malu. Dulu, dia belum bisa menyadari hal ini. Sekarang, barulah malu dan sakit itu dia alami.


Usai dari Rumah Sakit, Anthony barulah mengunjungi Viona dan Arbella. Pria itu membelikan boneka kecil untuk putrinya.


"Permisi," sapa Anthony dengan mengetuk pintu rumah Viona.


Selang beberapa saat lamanya ada Viona yang menggendong Arbella dan membukakan pintu. Terlihat Arbella tersenyum lebar melihat Papanya.


"Pa ... pa," kata Arbella yang begitu lucu.


"Iya, Arbe Sayang ... ini Papa."


Viona mempersilakan Anthony untuk masuk. Ini menjadi pertemuan pertama keduanya setelah perceraian keduanya satu bulan lalu. Terlihat ada kecanggungan di antara keduanya. Namun, Viona sudah berjanji bahwa dia tidak akan menutup akses komunikasi dengan Anthony. Ada komitmen untuk membesarkan Arbella bersama.


"Papa bawakan boneka untuk Arbe nih," kata Anthony dengan menyerahkan boneka beruang yang dia beli sepulang dari Rumah Sakit.


Beberapa saat bertemu dan mengobrol akhirnya Anthony berbicara dengan serius. Terlebih kepada Viona.


"Vio, aku datang sekaligus ingin meminta maaf. Maafkan aku, Vio ... aku baru saja melakukan pemeriksaan ternyata aku terkena bakteri Treponema pallidum, aku mengidap si-fi-lis tahap primer. Aku sudah mendapat ganjaranku, Vio. Aku benar-benar meminta maaf, selama menjadi suamimu, aku melakukan hal yang buruk, aku mencari kesenangan di luar sana bahkan ketika kamu usai melahirkan. Tuhan tampaknya bersikap adil dengan hukuman ini."

__ADS_1


Anthony benar-benar meminta maaf. Sementara apa yang Anthony sampaikan dan terkait sakit yang dialami Anthony juga membuat Viona terkejut. Walau sudah bercerai, tetap saja Viona merasa kasihan kepada Anthony. Viona tetap memberikan maaf, tapi tetap pada keputusannya bahwa tidak ada kesempatan kedua untuk Anthony. Itulah sikap Viona yang masih selalu Viona pertahankan.


__ADS_2