
Beralih Sejenak ke Kota Solo ....
Jika potret keluarga Satria dan Indi adalah potret keluarga yang sempurna dan bahagia kayaknya keluarga cemara. Di bagian tempat yang lain, ada potret keluarga yang sesungguhnya terpisah, tapi berusaha untuk bekerja sama untuk mengasuh anaknya. Hubungan pasangan suami dan istri boleh berakhir, tapi sejatinya hubungan Papa dengan anaknya atau Mama dengan anaknya tidak akan pernah berakhir sampai selamanya.
Itulah yang terjadi pada keluarga Anthony dan Viona. Keduanya memang sudah bercerai, tapi Anthony masih datang ke rumah Viona dan berusaha memberikan kasih sayang untuk Arbella. Sama seperti hari ini, Anthony meminta izin kepada Viona untuk mengajak Arbella main ke kids zone yang berada di salah satu Mall yang berada di kota Solo.
"Vio, aku mau mengajak Arbe ke Kids Zone boleh enggak?" tanya Anthony.
Putrinya yang sudah berusia dua tahun lebih itu kadang kala membutuhkan aktivitas di luar rumah. Oleh karena itu, Anthony terpikir mengajak Arbe bermain di salah satu Mall.
"Ma Mama ...."
Arbe membalas dengan menunjuk Mamanya. Seolah gadis kecil itu ingin mengatakan bahwa dia ingin Mamanya juga ikut. Anthony terdiam. Sebab, selama ini Anthony hanya sesekali bermain ke rumah Viona saja, tapi kalau mengajak berjalan-jalan tidak pernah. Paling-paling hanya mengajak Arbe ke minimarket terdekat dan membeli beberapa camilan saja.
"Arbe sama Papa saja yah," balas Viona.
Ketika Viona menolaknya, akhirnya Arbe malahan menangis dengan menggeleng-gelengkan kepalanya. Kalau bisa berbicara dengan jelas, pastilah Arbe ingin Mamanya juga ikut serta. Jujur saja, Viona menjadi canggung kalau pergi dengan Anthony. Sebab, sejak bercerai komunikasi keduanya hanya sebatas tentang Arbella saja. Tidak ada komunikasi yang lain. Walau kadang Anthony bercerita dan mengingat masa lalu, tapi Viona tidak banyak memberikan respons.
"Kok malahan nangis, kan pergi sama Papa tidak apa-apa," kata Viona dengan mengusapi puncak kepala putrinya itu.
"Ama ... Mama ... Ma."
Arbe menyahut demikian dengan terisak-isak. Anthony yang semula diam, kemudian melirik Viona. Lantas, pria itu pun berbicara.
"Vio, ayo kita pergi bersama. Untuk Arbe. Aku memohon," kata Anthony.
__ADS_1
"Kalian berdua saja juga bisa kan?" tanya Viona.
"Ya, bisa ..., tapi Arbe ingin pergi dengan Mama dan Papanya. Sesekali tidak apa-apa. Kita melakukannya untuk Arbe, putri kita."
Viona tak menjawab apa pun. Namun, dia menimbang-nimbang dalam hatinya, hingga akhirnya Viona menganggukkan kepalanya. "Baiklah, aku ganti baju dulu."
"Iya, aku tunggu."
Viona sejujurnya sungkan, tapi dia mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia pergi karena Arbe. Sebagai pasangan yang sudah bercerai, kini menjadi Co-Parenting sepertinya dan Anthony, memang harus ada komunikasi dan kesepakatan bersama. Selain itu, juga berusaha profesional bahwa kedekatan mereka berdua hanya untuk anaknya semata.
Menunggu beberapa menit, akhirnya Anthony menggendong Arbe dan membawa masuk ke mobilnya. Kebetulan waktu mereka bertiga keluar, ada beberapa tetangga yang berada di luar, dan menatap aneh kepada Anthony dan Viona. Maklum, beberapa tetangga juga sudah tahu bahwa Viona sudah bercerai, sehingga dekat lagi dengan mantan suami membuat para tetangga menatapnya aneh. Namun, kedekatan ini semata-mata hanya untuk Arbella saja, supaya Arbe tidak kehilangan sosok orang tua, walau tentu dengan porsi yang berbeda.
"Ayo, biarkan saja. Kita bisa bersatu dulu untuk Arbe, setelah itu kembali sendiri-sendiri," kata Anthony.
Viona menganggukkan kepalanya. Dia memasuki mobil milik Anthony dan memilih duduk di belakang. Sebab, car seat milik Arbe berada di belakang kursi kemudi milik Anthony. Sembari mengemudikan mobilnya beberapa kali Anthony melirik Viona dari spion di mobilnya. Komunikasi keduanya acap kali macet. Sebab, memang tidak mudah berkomunikasi kembali dan tiba-tiba akrab dengan mantan pasangan.
Memasuki Mall, Anthony mengajak Arbella bermain di Kidz Zone terlebih dahulu. Viona pun pamit sebentar untuk membeli beberapa barang.
"Thony, aku jalan-jalan sebentar yah, nanti aku ke sini lagi," kata Viona.
"Iya, Viona. Santai saja."
Diam-diam Anthony memperhatikan sejenak punggung Viona yang berjalan menjauh. Kadang ada penyesalan yang menghinggapi dada. Dulu, dia sudah memiliki istri yang baik, tapi ketidakpuasan yang membuat Anthony mencari kesenangan di luar rumah. Melakukan hubungan terlarang nan liar dengan wanita lain. Sehingga kadang kecewa setelah kehilangan. Terlebih upaya merujuk Viona menghadapi jalan buntu, Viona yang sudah jera tidak mau kembali kepada mantan suaminya.
Akhirnya sekarang, Anthony mengajak Arbe bermain bersama. Mencapit boneka hingga bermain di play ground mereka lakukan berdua. Terlihat Arbe yang semakin besar juga senang dengan aktivitas seperti ini. Hiburan bagi anak-anak ketika bisa main di kidz zone. Tak jarang Arbe berteriak-teriak tertawa karena begitu bahagia.
__ADS_1
"Seneng yah, Be ... main sama Papa?" tanya Anthony.
Arbe kecil pun menganggukkan kepalanya. Tentu dia senang. Apalagi Arbe tidak memiliki banyak kesempatan dan waktu untuk bermain dengan Papanya. Hanya bisa bertemu dan bermain saat Papanya datang, itu pun bisa dua kali dalam seminggu, atau hanya di akhir pekan. Memang tidak sempurna. Ini adalah bukti nyata anak-anak sesungguhnya yang paling merasakan dampak dari perpisahan kedua orang tuanya.
Apalagi anak sekecil Arbe yang belum bisa mengungkapkan isi hati. Dia hanya tahu bahwa Papanya tidak setiap hari berada di rumah. Andaikan dia ingin bonding dengan Papanya juga sangat susah karena Mama dan Papanya tinggal terpisah.
"Num, Pa ...."
Beberapa saat bermain-main, Arbella merasa haus. Anthony bingung harus memberi minum anaknya apa. Takut salah, akhirnya Anthony menelpon Viona dulu, meminta Viona datang kepada mereka. Hanya lima menit, Viona sekarang sudah mendatang mantan suami dan putrinya itu.
"Vio, Arbe haus. Minta minum. Bawa susu enggak?" tanya Anthony.
Viona menganggukkan kepalanya. "Di Stroller di bagian bawah ini semua perlengkapannya Arbe, Thony. Kamu pasti tidak tahu yah?" tanyanya.
Namun, pertanyaan Viona itu membuat hati Anthony serasa dicubit. Sebagai Papa memang tidak banyak yang dia ketahui tentang putrinya sendiri. Bahkan sejak Arbe masih bayi, Anthony juga tidak banyak terlibat dalam pengasuhan Arbe. Semua itu karena Anthony terlalu banyak menghabiskan waktu panjang dengan Karina dulu.
"Kelihatan jelas aku bukan Papa yang baik yah, Vi ...."
Anthony mengatakan itu dengan rasa sebak di dalam dada. Sementara Viona usai membuatkan susu untuk Arbe kemudian menatap mantan suaminya.
"Kamu hanya tidak terbiasa saja. Wajar kok," balas Viona.
"Hm, kamu hanya berusaha menenangkan saja."
"Realita pasangan yang sudah bercerai seperti ini, Thony. Kita bisa bersama hanya karena Arbe saja. Sama seperti katamu usai itu kita sendiri-sendiri lagi. Jalannya memang seperti ini," kata Viona.
__ADS_1
Anthony menghela napas panjang. Banyak yang dia sesali. Namun, penyesalannya sudah begitu terlambat. Sebab, apa yang ingin dia gapai, nyatanya semakin menjauh. Realita di depan mata sungguh tidak sejalan dengan angan.