
Karina benar-benar tidak tahu video yang mana yang tersebar. Sebab, Karina sudah lupa juga. Namun, yang dia ingat adalah pria yang berstatus sebagai pengusaha itu pernah merekam videonya. Bukan hanya satu video, melainkan beberapa video. Ya, Karina masih ingat bahwa pria itu hampir tiap kali tidur dengannya pastilah mengambil video.
Tentu Karina menyesal. Sebab, tidak mengira sekarang video itu bocor. Termasuk inisial K yang juga ramai di Twitter. Karina memang bukan artis, tapi beberapa saat ada beberapa hal yang justru trending melalui twitter. Bahkan Papa Atmaja juga masih marah-marah sekarang.
"Papa menyekolahkan kamu tinggi-tinggi supaya kamu menjadi orang, bisa meneruskan bisnisnya Papa. Akan tetapi, kamu justru mencoreng namanya Papa," kata Papa Atmaja lagi.
"Maafkan Karin, Pa," balas Karina dengan menundukkan wajahnya.
"Sekarang, kamu tidak boleh tinggal sendiri, Rin. Kamu harus pulang ke rumah. Kamu sudah menyalahgunakan kepercayaan Papa," balas Papa Atmaja lagi.
Karina merasa kesal sebenarnya. Dia merasa senang tinggal sendiri. Lagipula, sejak memutuskan untuk sekolah di Belanda, Karina sudah terbiasa tinggal sendiri. Merasa bebas kala tinggal sendiri, sekarang ketika harus pulang ke rumah Papanya, membuat Karina kehilangan kebebasannya.
"Masuk ke kamar. Kamu sudah membuat Papa kehilangan kepercayaan. Putuskan semua cowok-cowok yang sekarang bersamamu."
Karina tidak bisa memberikan jawaban apa pun. Dia memilih menaiki anak tangga yang masuk ke dalam kamarnya. Setelah itu, Karina di dalam kamarnya menangis. Beberapa kali bahkan Karina menjambaki dirinya sendiri, merasa kesal, sebal, dan marah, tapi tak bisa melampiaskan.
Hingga akhirnya, Karina mengambil handphone miliknya dan kemudian menghubungi Anthony. Hanya saja, yang ada dipikiran Karina sekarang adalah Anthony. Oleh sebab itu, Karina memilih untuk segera menghubungi pria yang selama ini berhubungan dengannya itu.
Anthony
Berdering
"Halo, Anthony ... kamu yang membocorkan video kita?" tanya Karina dengan rasa kesal di dalam dada.
__ADS_1
"Kenapa, Sayangku? Kamu sendiri kan, yang berusaha mendatangi istriku dan merusak pernikahanku. Sebelum kamu melakukan semua, aku yang merusakmu terlebih dahulu," balas Anthony.
Pria yang sekarang berbicara dengan telepon itu berbicara dan tertawa puas. Jauh sebelum Karina menghancurkan pernikahannya, Anthony memilih merusaknya terlebih dahulu.
Rupanya, pernah terjadi percekcokan antara Anthony dan juga Karina. Kala itu Karina mengancam akan mendatangi istrinya Anthony. Selain itu, Karina akan membeberkan perselingkuhan keduanya. Hingga akhirnya, hari ini waktunya untuk membuka video Karina yang tengah melakukan kegiatan di atas ranjang itu. Sungguh, Karina benar-benar marah dengan Anthony.
"Jangan harap hanya membocorkan video itu aku akan takut, Anthony. Aku akan berkata jujur ke Viona. Biar Viona tahu bagaimana tahu kelakuan suaminya itu," balas Karina.
"Silakan saja kalau berani ... aku yakin kamu tidak akan berani," balas Anthony.
"Jangan mencoba melawanku, Karin ... atau aku bisa menghancurkanmu," kata Anthony sekarang. Setelahnya, Anthony mematikan panggilan telepon itu.
Karina semakin kesal ketika telepon itu ditutup sepihak oleh Anthony. Hingga akhirnya, Karina membanting handphonenya sendiri ke tempat tidurnya. Dia membutuhkan pelampisan untuk menyalurkan amarahnya. Namun, karena sedang berada di rumah orang tuanya, Karina tidak bisa melakukan apa-apa.
***
Hari ini, Papa Atmaja berusaha mengunjungi rekan lamanya yaitu Rama Bima. Tentu, bukan membicarakan bisnis seperti yang sudah-sudah. Akan tetapi, ada misi khusus yang ingin Papa Atmaja sampaikan kepada Rama Bima.
"Assalamualaikum, Bima ...."
"Waalaikumsalam, Atmaja, duduk."
Akhirnya di ruangan kerja Rama Bima sekarang berhadap-hadapan di kursi sofa itu dengan Papa Atmaja. Ini pun pertemuan yang terbilang lama sejak batalnya hubungan ingin mempertunangkan Satria dengan Karina beberapa bulan yang lalu. Di akhiri dengan Satria yang memilih pergi dari Solo menuju ke Jogjakarta.
__ADS_1
"Ada apa, Atmaja?" tanya Rama Bima.
"Putriku terkena skandal, Bim ... kamu sudah mengetahuinya belum?"
Rama Bima tampak mengernyitkan keningnya karena dia sendiri tidak tahu skandal apa yang menimpa Karina. Selain itu, Rama Bima ketika sudah di rumah juga jarang memegang handphone sehingga sama sekali tidak tahu dengan pemberitaan atau info yang mungkin saja bisa diketahui dengan handphone.
"Tidak, aku tidak tahu," balas Rama Bima.
"Videonya beredar di jejaring twitter. Aku mencoba bertanya langsung kepada Karina dengan siapa dia melakukan itu. Akan tetapi, Karina mengaku tidak tahu. Nama Karina dan nama besar Atmaja benar-benar hancur, Bim ...."
Memang ada kalanya nama baik dan reputasi seseorang tidak bisa kembali ketika terjadi satu permasalahan yang besar. Papa Atmaja sendiri juga merasa nama baik dan reputasinya sudah hancur sekarang. Tatapan orang-orang yang tidak mengenakan, bahkan juga beberapa karyawannya yang bersikap berbeda. Itu tentu saja menyebabkan rasa tidak nyaman.
"Video dewasa?" tanya Rama Bima.
"Iya," jawab Papa Atmaja dengan wajah yang masam.
"Mengasuh anak itu tidak mudah, At ... kadang kita menggenggamnya terlalu keras juga tidak bisa. Kalau diberi kebebasan juga tidak bisa. Dilematik. Anak-anak harus dididik dengan zamannya," kata Rama Bima.
"Aku memberi kebebasan untuk Karina dan Karan karena aku percaya kepada anak-anakku. Terlebih sejak ibunya sudah berpulang, mungkin itu cara untuk menyembuhkan dirinya," balas Papa Atmaja.
"Walau begitu, tidak bisa sepenuhnya bebas juga, At ... mengasuh anak laki-laki dan anak perempuan sama-sama susahnya. Sekarang bagaimana?" tanya Rama Bima.
Papa Atmaja menghela napas panjang dan setelah itu mulai mengedikkan bahunya. Dia masih tidak tahu harus bagaimana.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, Bim ... tidak bisakah kita beraliansi? Untuk memperbaiki citraku?" tanyanya.
Aliansi? Aliansi apakah yang dikehendaki Papa Atmaja untuk memperbaiki citranya? Apakah mungkin nama besar Atmaja yang hancur bisa diperbaiki dengan menjalin aliansi dengan keluarga Negara?