Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat

Gadis Tanpa Nasab & Putra Ningrat
Kegilaan Karina


__ADS_3

Selang beberapa hari kemudian, Karina meneguhkan hatinya sendiri untuk mendatangi Anthony. Bukan, melainkan ke kediaman Anthony secara langsung. Jika Anthony pikir dengan membocorkan video itu akan mengurungkan niat Karina dan membuat Karina menjadi takut, Anthony salah besar. Justru, apa yang dilakukan Anthony memicu Karina berani melangkah.


Buktinya sekarang, Karina menuju ke salah satu perumahan elit di area Solo Baru. Rumah yang Karina datangi sekarang adalah rumah Anthony dan istrinya yang bernama Viona. Bahkan karena begitu berani, Karina hanya seorang diri sekarang.


Begitu sudah tiba di perumahan elit yang mengusung desain minimalis itu, Karina memarkirkan mobilnya dan kemudian dia memencet bel pintu rumah tiga lantai itu. Selang beberapa menit terlihat wanita muda yang membukakan pintu. Tampak wanita muda itu mengernyitkan keningnya karena dia tidak tahu siapa yang datang sekarang.


"Siapa yah? Lalu, mau mencari siapa?" tanya wanita itu. Sebab, sebelumnya wanita itu benar-benar tak mengenali Karina.


"Anthony ada?" tanya Karina.


"Anthony ada, sebentar aku panggilin."


Akhirnya wanita muda itu mempersilakan Karina untuk masuk, sementara dia menaiki anak tangga memanggilkan Anthony. Sebelumnya tidak pernah ada wanita yang datang ke rumah dan mencari Anthony. Akan tetapi, sekarang justru ada wanita yang mencari Anthony.


"Pa, ada yang nyariin tuh di bawah," katanya.


"Hm, siapa emangnya?" tanya Anthony.


"Wanitanya masih muda, kulitnya eksotik gitu. Gak tahu deh, aku lupa tanya siapa namanya."


Sontak Anthony menghela napas panjang. Dari ciri yang disampaikan agaknya Anthony tahu siapa dia. Kalau itu benar-benar Karina, maka Anthony akan menghancurkan Karina.


"Untuk apa kamu ke mari?"


Itu adalah pertanyaan yang seketika Anthony pertanyakan kala melihat Karina di sana. Sementara wanita yang berdiri di belakang Anthony kian bertanya-tanya saja apa hubungan suaminya dengan wanita itu. Kenapa, terlihat ada amarah di nada suara Anthony.


"Ada apa, Anthony? Kamu taku?" Karina tersenyum dan menunjukkan tidak ada ketakutan di matanya. "Kamu tidak mengira kan aku akan datang ke mari, ke rumahmu?"

__ADS_1


"Dia siapa, Pa?" tanya Wanita yang kini berdiri di belakang Anthony.


Belum Anthony memberikan jawaban, tapi Karina tidak keberatan untuk menjawab terlebih dahulu. "Aku adalah Karina, penghangat ranjang suamimu itu. Jadi, kamu adalah Viona kan?" tanya Karina.


Tentu saja Viona tercekat. Tidak mengira bahwa suaminya memiliki wanita penghangat ranjang. Semua itu apakah karena Viona usai melahirkan dan belum dalam kondisi terbaiknya. Biasanya, Viona begitu cantik, harum, dan menawan. Namun, semua berubah usai dia melahirkan. Berat badan yanag belum kembali ideal, masa nifas yang sampai 50 hari, dan juga sekarang aroma bayi dan ASI yang lebih banyak menempel di badannya. Mungkinkah semua itu yang membuat suaminya memiliki wanita penghangat ranjang yang lain.


"Apa benar, Pa?"


"Jangan dengarkan dia, Ma ... dia tidak benar," balas Anthony.


"Tidak benar apa? Semuanya sudah terjadi sejak tiga bulan belakangan. Saat kamu pasca melahirkan dan tidak bisa memenuhi kepuasaan batin suamimu. Gimana yah ... aku sebenarnya kasihan sih kepadamu, tapi suamimu itu memang pria brengsek yang tidak bisa menahan nap-sunya. Dia menikmati sekali tiap berhubungan denganku," kata Karina.


Viona menggelengkan kepalanya beberapa kali, kemudian buliran air mata jatuh begitu saja dari sudut matanya. Dia tidak mengira bahwa suaminya sudah memiliki wanita penghangat ranjang selama tiga bulan belakangan. Jika memang tiga bulan, itu sesuai dengan usia anaknya sekarang. Ya, bayi kecilnya Arbella yang sekarang baru berusia tiga bulan.


"Diam kamu, Karin! Kamu ******. Bisa-bisa berbangga diri dengan mengatakan semua itu!"


"Kalau aku ******, kamu apa, Thon? Kamu b*jingan! Kamu yang memulai semuanya. Kamu yang membocorkan video kita!"


Karina juga berteriak. Dia tidak takut. Justru, dia dengan beraninya mengumpat sosok Anthony.


"Video apa?" tanya Viona dengan suara yang bergetar.


"Tidak ada video apa-apa, Ma. Jangan dengarkan dia," balas Anthony mendahului.


Karina tersenyum culas, kemudian mulai berbicara lagi dan menatap Viona. "Video aku dan suamimu itu beradu di ranjang dong. Apa lagi coba? Jangan mudah percaya. Pria yang tidak mendapatkan kepuasan batin, mereka akan mencari teman tidur, Vio! Jangan naif!"


Air mata Viona kian mengalir dengan begitu derasnya. Dia sungguh tidak menyangka bahwa suaminya akan melakukan tindakan seperti itu di belakangnya, tanpa sepengetahuannya. Sebab, di rumah Anthony adalah sosok yang baik. Anthony juga menunjukkan rasa sayangnya kepada Viona dan Arbella, putrinya. Namun, sekarang kenapa ada wanita lain yang mengaku sebagai teman ranjang suaminya.

__ADS_1


"Ma, jangan dengarkan dia! Dia hanya mengada-ada saja. Dengarkan Papa, Ma," balas Anthony.


Lagi, Viona menggelengkan kepalanya. Dia menekan dadanya dengan tangannya karena merasa sesak mendengar kabar ini. Sungguh, citra suaminya selama ini tidak seperti itu. Akan tetapi, sekarang kenapa Anthony memiliki selingkuhan lain.


"Makanya, jangan terlalu percaya pada tipe pria berengsek seperti dia! Cek mutasi rekeningnya, berapa puluh juta uang yang dia keluarkan dalam tiga bulan ini. Kalau kamu sampai gak tahu sih kebangetan banget," kata Karina sekarang.


"Diam kamu Karin!"


Anthony kembali membentak. Mungkin karena bentakan yang keras, sampai terdengar ada suara tangisan bayi. Ya, bayi memiliki refleks terhadap suara yang keras. Sehingga Arbella yang tengah tertidur pun menjadi terbangun karena teriakan Papanya sendiri.


"Sialan!"


Anthony kemudian mengumpat kesal. Dia kemudian maju beberapa langkah, dia tarik rambut Karina. Kesal sekali dengan sikap dan tindakan Karina.


"Kamu pikir dengan menjambakku seperti ini membuatmu puas dan aku takut? Tidak, Anthon. Berengsek kamu!"


Karina membalas, dia juga menarik rambut Anthony. Dia memukul beberapa kali dada Anthony. Seolah puncak amarah, kecewa, dan kekesalan Karina luapkan sekarang. Melihat pertikaian Anthony dan Karina, Viona menangis tersedu-sedu, tangisannya bersatu dengan tangisan bayinya yang kian keras.


Hingga akhirnya, Karina menendang pangkal paha Anthony. Sontak saja Anthony mengaduh dan memegangi area di sana yang sakit.


"******!"


"Apa, kamu itu yang meniduri ******? Aku gak mau tahu, kamu harus tanggung jawab! Kalau tidak, aku akan menghancurkan kamu dan keluargamu sampai bisnismu! Kamu berhadapan dengan orang yang salah Anthony!"


Usai mengatakan itu, Karina menatap Viona yang masih menangis di sana. "Bye, Viona. Sebenarnya aku tidak mau melakukan ini, tapi bagaimana lagi jika suamimu yang memulai terlebih dahulu. Sabar yah menghadapi suami brengsek seperti dia."


Setelahnya, Karina pun pergi. Setidaknya ini adalah peringatan untuk Anthony. Walau dia harus menghancurkan rumah tangga Anthony dan Viona, Karina tak menyesal. Bagaimana pun Anthony harus tanggung jawab untuk semuanya. Sebab, Karina sangat yakin bahwa Anthony lah yang menyebarkan video itu.

__ADS_1


__ADS_2