I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Pertama Kali Jacob Kerumah Caca


__ADS_3

“Sudah memikirkan waktu yang pas kalian untuk melakukan pertunangan?” tanya Jimmy yang sudah selesai makan sarapannya.


“Secepatnya,” jawab Jacob singkat.


“Hahaha,” suara tawa kompak di meja makan.


Semua orang yang di meja makan sedang mentertawakan jawaban Jacob yang di kira mereka adalah Jack.


“Kau sudah tidak sabar Jack?” tanya Jimmy sambil tertawa.


“Hmm,” jawab Jacob.


“Sudah ada sinyal hijau buat apa di tunda. Lebih cepat lebih baik,” ucap Deni.


“Bella setuju, dengan begitu bunda Caca akan semakin cepat menjadi ibu kami selamanya.” Jawab Bella.


“Jika bisa, besok saja.” Jawab Kenzo dengan singkat.


“Bella sudah ingin berlibur dengan bunda Caca, bisa di bacakan dongeng setiap malam ketika mau tidur, dan selalu bisa menikmati masakkan bunda Caca.” Jawab Bella.


“Masakkan Caca memang yang paling enak, mungkin itu yang membuat Jack jatuh cinta pada Caca. Benarkan Jack?” tanya Deni.


“Bukan, alasanya karena dia adalah my…” Jacob hampir melepaskan perkataan menyebut Caca my lotus.


“My apa?” tanya Kenzo.


“My queen, ratuku selamanya di kehidupanku.” Ucap Jacob yang sudah mengetahui sebutan Jack untuk Caca.


Hal itu membuat Kenzo sedikit tidak curiga, namun dirinya tetap saja memiliki feeling bahwa yang di hadapan mereka bukanlah Jack.


“Hahahha, kau sudah memiliki sebutan romantic saja untuk Caca.” Ucap Deni.


“Tapi memang benar, Bunda Caca itu seperti ratu dari dongeng yang dikirimkan untuk kita. Sempurna. Kita bagaikan rakyat yang mencintai ratunya.” Ucap Bella.


“Peri, Bunda lebih cocok di sebut dengan peri untuk diriku.” Jawab Kenzo.


“Dia adalah dunia ku dan hidupku,” jawab Jacob.


“Hahahaha, kalian sekeluarga terlalu tidak sabar untuk segera memiliki Caca. Masing-masing membanggakan Caca. Tapi aku mengucapkan selamat dan aku turut bahagia. Akhirnya ada senyuman setiap waktu yang kalian tampilkan.” Ucap Deni.


“Mengubah warna monochrome menjadi pelangi di kehidupan kalian, terutama kau Jack.” Ucap Jimmy.


“Seperti itulah,” ucap Jacob.


“Jadi lebih baik nanti saat kita dirumah Caca kita akan mendiskusikannya dengan orangtuannya juga.” Ucap Jimmy.


“Iya, nanti kita akan menghubunginnya.” Ucap Jacob.


“Baiklah, ayo kita berangkat Bella, Kenzo!


“Ayo daddy!” Ucap Bella.

__ADS_1


Jacob dan Jimmy semobil, sementara Kenzo, Bella dan Deni di mobil yang lain. Mereka pergi menuju sekolah Kenzo dan Bella bersama-sama.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di sekolah, Jacob turun dari mobil untuk mengantarkan Kenzo dan Bella ke dalam kelas.


“Ayo akan daddy antarkan kalian ke dalam kelas,” ucap Jacob.


“Tidak seperti biasanya Jack mau mengantarkan anak-anaknya ke depan kelas.” Ucap Deni dalam hatinya.


Kenzo merasa feelingnya benar, setelah kejadian pertama kali Jack mengantarkan mereka kedepan kelas yang mengundang mata guru dan orangtua murid lainnya yang membuat tidak nyaman. Jack tidak pernah mau mengantarkan mereka lagi untuk menghindari hal tersebut.


“Daddy! Semua mata wanita itu tertuju pada daddy lagi, apa daddy baik-baik saja?” tanya Bella.


“Tidak apa-apa karena sebentar lagi aku dan Caca akan mengantarkan kalian.” Jawab Jacob dengan santainya.


Alasan yang di katakana oleh Jacob membuat Kenzo dan Bella tersenyum. Bella tersenyum yang mengartikan akan seperti anak-anak lainnya. sementara Kenzo tersenyum mengartikan Jacob yang memberikan alasan yang masuk akal untuk menutupi siapa dirinya sebenarnya.


Bella dan Kenzo memberikan salam cium tangan setelah itu mereka masuk dalam kelas. Kemudian Jacob kembali ke mobilnya lalu menuju rumah Caca bersama Jimmy.


“Jack, jika memang pernikahan ini akan di percepat lebih baik kita harus mengatur jadwal secepatnya untuk menikah di Arab Saudi sesuai dengan keinginanmu.” Ucap Jimmy.


“Maksudnya?” tanya Jacob.


“Kau berencana untuk menikah di masjid laki-laki itu dengan dia menjadi saksi kalian. Kau juga berencana  untuk mengajak seluruh keluarga Caca untuk haji bersama.” Ucap Jimmy.


“Oke, atur saja jadwalnya seminggu lagi.” Jawab Jacob.


“Kau yakin?” tanya Jimmy.


dengannya.” Ucap Jacob.


“Baiklah,” jawab Jimmy.


Setelah beberapa waktu perjalanan mereka sampai di gang rumah Caca. Kemudian Jimmy turun dan mengajak Jacob keluar.


“Ayo! Kenapa diam saja?” tanya Jimmy yang sudah mulai jalan.


Jacob mengikutinya dari belakang karena Jacob tidak mengetahui arah jalan rumah kost Caca. Ini adalah perama kalinya Jacob kerumah Caca. Agar tidak di ketahui keberadaannya Jacob berusaha hanya mengikuti alur saja.


Jimmy sedikit heran dengan tingkah laku Jack yang sejak tadi banyak diam dan semakin dingin walaupun biasanya juga seperti itu. Namun tingkatnya berbeda dengan biasanya. Namun tidak membuat Jimmy curiga dengan semua itu.


“Tok…tok..tok!” suara pintu Caca.


“Asalamualaikum,” ucap Jacob ketika Caca membuka pintunya.


“Waalaikumusalam, masuklah.” Jawab Caca.


“Iya,” jawab Jimmy.


“Silahkan duduk,” ucap Caca yang mempersilahkan mereka berdua untuk duduk.


“Terimakasih,” ucap Jacob yang tersenyum.

__ADS_1


 Jacob menahan dirinya untuk tidak langsung memeluk Caca dan mencium dirinya karena dia harus menyembunyikan keberadaannya. Semua orang tidak boleh mengetahui bahwa dia adalah Jacob bukan Jack.


“Tahan Jacob,” ucap Jacob dalam hatinya yang memperhatikan Caca terus.


Caca sangat tidak nyaman dengan tatapan Jacob yang terus menerus memberikan tatapan ingin menyerang itu.


“Tunggu di sini aku akan membawakan beberapa cemilan,” ucap Caca yang meninggalkan mereka di ruang tamu menuju dapur.


Caca datang membawa teh hijau dan sepiring brownies alpukat.


“Silahkan di cicipin,” ucap Caca.


“Tentu,” ucap Jacob yang langsung mencicipin tehnya.


“Auuuu,” ucap Jacob yang kepanasan.


“Seharusnya kau tunggu sebentar, jangan langsung di minum.” Ucap Caca yang memberikan tisu.


Jacob yang tidak konsentrasi dari tadi karena


matanya terus-terusan tertuju pada Caca. Sehingga dirinya tidak sengaja meminum


the yang masih panas.


“Makasih,” ucap Jacob yang memperhatikan Caca mengusap mulutnya dengan tisu.


“O maaf,” ucap Caca kemudian duduk kembali di tempatnya.


“Tidak apa-apa,” jawab Jacob yang tersenyum sambil memberikan tatapan ramah


Suasana saat itu menjadi senyap tanpa suara.


“Ehem…” ucap Jimmy untuk memecahkan suasana yang canggung beberapa detik setelah kejadian itu.


“Jadi bagaimana selanjutnya?” tanya Caca tiba-tiba yang memulai pembicaraan.


“Kita perlu mendiskusikan semua ini dengan kedua orangtua mu Ca, bukan kah begitu Jack?” tanya Jimmy.


“Iya. Itu wajib karena mereka berperan penting untuk mengambil keputusan.” Jawab Jacob.


“Itu ide yang bagus, baiklah aku akan meghubungi Bagas” jawab Caca.


“Biarkan Jimmy saja yang menghubunginya,” jawab Jacob.


“Baiklah jika seperti itu, maaf jika merepotkan.” Ucap Caca.


“Tidak apa-apa sekarang mereka juga keluargaku Ca. Bentar, aku akan menghubungi Bagas.” Ucap Jimmy.


Jimmy menekan tombol panggil ke nomor Bagas di laptopnya. Jimmy yang menghubungi Bagas dengan cara videocall.


Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang5 dan Vote ya setelah membaca.

__ADS_1


Tempat,waktu dan kejadian hanyalah sebuah karya fiksi author.


__ADS_2