
Ruang aula yang digunakan untuk pameran perhiasan di Tiongkok yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Banyak tamu-tamu besar yang hadir untuk melihat keluaran terbaru dari perusahan tersebut. Di tambah dengan adanya perancang perhiasan yang terkenal dan jarang menghadiri pesta seperti ini.
Siapa lagi kalau bukan Miss L yang selalu di kenal banyak kalangan pecinta perhiasan. Banyak tamu yang datang adalah kalangan pengusaha dengan pasangannya masing-masing. Dan beberapa orang yang tidak membawa pasangannya juga namun tertarik terhadap perhiasan.
Dekarasi berwarna biru langit dan putih memberikan warna sejuk dan semangat di aula pameran tersebut. Gelas berisi wine telah berjajar rapi di hidangkan di atas meja, begitupula dengan beberapa makanan yang sudah di hidangkan di atas meja.
Karpet biru yang ada di pentas untuk model yang akan berjalan di acara inti tersebut juga sudah terpasang dengan baik beserta dekorasi panggung lainnya seperti lampu dan juga monitor besar si sisi kanan dan kiri panggung. Posisi panggung yang berbentuk T dengan kursi yang ada di pinggirnya masing-masing untuk tamu yang di undang.
Semua persiapan sudah siap, acara akan di mulai sejam mendatang. Pertama acara pameran modeling yang akan membawakan beberapa koleksi perhiasan yang sangat berharga. Kedua adalah acara pesta santai yang akan di hadari para perusahaan perhiasan, perancang dan juga tamu undangan yang berada di aula sebelah yang berdekor biru putih tersebut.
Billy yang berada di depan kaca sudah siap dengan penampilan sempurna yang di milikinya. Menggunakan style jaz mewah berwarna navy. Rambut yang sedikit panjang menjulur dari telinga dirinya. Saat ini dirinya tidak ingin mengkucir rambut panjang yang di milikinya dan membiarkannya terurai.
“Perfect.” Ucap Billy di depan kaca kemudian mengambil kunci mobil.
Billy berjalan dari kamar menuju ruang parkir untuk mengendarai mobilnya. Mengambil ponselnya dan menelpon seseorang saat berjalan menuju parkiran.
“Jangan pergi dulu. Aku akan menjemputmu, bersiaplah.” Ucap Billy dalam panggilan itu dan segera mematikan tanpa mendengarkan jawaban.
Beberapa menit perjalanan, Billy tiba di hotel di mana Lauren menginap.
“Kamar berapa atas nona Lauren?” tanya Billy kepada petugas.
“Maaf tuan kami..”
“Aku pacarnya ingin membuat kejutan.” Jawab Billy.
“55”
__ADS_1
Billy dengan segera meninggalkan meja itu dan memasuki lift menuju lantai dan nomor kamar. Dua orang petugas wanita itu terpesona dengan ketampanan Billy dan mereka sangat iri kepada pelanggan yang berada di dalam kamar tersebut bisa mendapatkan Billy sebagai lelaki yang tampan dan romantis.
Padahal Billy mengatakan hal seperti itu untuk mempercepat dirinya mendapatkan informasi. Dilihat dari peraturan hotel yang tidak boleh sembarangan memberikan informasi mengenai informasi pelanggan yang menginap di hotel mereka. Cara itu memang benar-benar ampuh, buktinya dengan sekejab Billy mendapatkan informasinya.
Billy yang tiba di depan pintu kamar Lauren langsung menekan tombol belnya. Berdiri di depan pintu dengan gagahnya menunggu pintu terbuka. Tidak beberapa lama menekan tombol bel tersebut, Lauren membukanya.
“Cepat sekali kau tiba?” tanya Lauren yang membuka pintu kamarnya.
“Sudah siap?” tanya Billy.
“Sebentar! Kau masuklah dulu, aku akan memakai sepatuku.” Jawab Lauren yang mempersilahkan Billy untuk masuk ke dalam kamar hotelnya untuk menunggu dirinya memakai sepatunya.
Billy duduk di sofa dan Lauren pergi meninggalkan Billy mengambil sepatunya di dalam koper yang terletak di atas kasur. Lauren datang duduk di samping Billy untuk memakai sepatunya.
“Cantik.” Jawab Billy yang melihat Lauren memakai sepatunya di samping dia duduk.
“Terimakasih.” Jawab Lauren.
Model rambut yang di kepang sebelah dengan uraian di sebelah kanan. Anting dan juga lehernya terlihat jelas memperlihatkan wajah cantiknya dari sebelah kiri. Dengan lipstick berwarna pink yang tidak terlalu terang membuat perpaduan pada dirinya benar-benar perfect dan cantik.
Billy berdiri dengan merapikan jasnya dan mengkancingnya kembali.
“Sudah siap?” tanya Billy.
“Tunggu di luar aku akan mengambil card id hotel.” Jawab Lauren.
Billy menunggu di depan pintu dan Lauren menutup kamarnya. Billy yang menyodorkan tangan kirinya untuk di peluk Lauren dan Lauren melakukan itu. Mereka pergi ke pameran dengan posisi seperti itu, dan semua tamu hadir pasti melihat mereka biasa saja karena belum mengetahui latarbelakangnya. Namun tetap saja, ada aura yang berbeda saat mereka memasuki ruangan.
__ADS_1
“Kau duduklah di sini, aku akan masuk ke ruangan dulu.” Ucap Lauren yang harus mengatur pertunjukan dengan manajer yang bertanggung jawab terhadap pameran yang akan di bawakan oleh para model.
Lauren membuat sebuah design kalung berbentuk naga, bunga lotus dan juga beberapa ukiran china kuno yang menjadi khas pada design yang di buat olehnya. Lauren mengatur para model yang akan memperkenalkan kalungnya. Ada beberapa designer lain yang datang dan juga memamerkan design milik mereka.
Ketika semuanya sudah selesai, Lauren kembali duduk di samping Billy untuk menikmati pameran yang akan segera di mulai. MC mulai membuka acara dan memperkenalkan beberapa koleksi yang di pakai oleh para model di atas panggung. Semua model berjalan di atas panggung dengan menggunakan koleksi dari designer mereka masing-masing.
Semua orang bertepuk tangan ketika MC membacakan satu persatu koleksi dengan setiap design memiliki makna masing-masing. Tidak bisa di pungkiri bahwa Billy sangat tertarik dengan kalung yang berbentuk naga dan juga bunga lotus.
“Sepertinya kalung naga yang mengelilngi bunga lotus itu menarik diriku. Jadi teringat seseorang.” Jawab Billy dalam hati.
“Aku akan mempertanyakan hal itu nanti kepada Lauren, siapa designer yang merancang itu.” Jawabnya dalam hati dan melihat Lauren namun saat di bacakan kepada MC ternyata itu adalah designer milik Lauren dan membuat Billy sangat terkejut.
“Aku menginginkan perhiasan itu, berapapun biayanya.” Jawab Billy membisikkan Lauren sambil menujuk ke arah model yang menggunakannya.
“Sayangnya itu kalung yang sudah di pesan seseorang dan hanya ada satu-satunya di dunia ini.” Jawab Lauren.
“Siapa?” tanya Billy.
“Kau akan mengetahuinya nanti.” Jawab Lauren kemudian dia berdiri untuk bertepuk tangan meriah karena acara pertama selesai.
Billy bingung dengan pernyataan yang di berikan oleh Lauren. Dan mereka segera pergi ke aula kedua setelah selesai acara di aula yang pertama. Orang-orang menikmati hidangan dan juga mengucapkan selamat kepada Lauren.
Billy hanya diam berdiri di samping Lauren, menikmati pemandangan orang-orang yang mengucapkan selamat kepada Lauren. Saat acara pesta di iringi dengan music dansa, Lauren meminta Billy ikut berdansa dengannya.
“Apakah tuan Billy bersedia berdansa denganku sebagai ucapan terimakasih menemaniku dan maaf karena sejak tadi aku cuekin.” Ucap Lauren memberikan tangannya.
“Dengan senang hati.” Jawab Billy yang menerima ajakkan Lauren.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hallo Readers! Terimamakasih atas dukungannya like, koment dan votenya. Mampir juga kuy di karya author yang berjudul Sky Blue Love 💙 jangan lupa di dukung juga ya 😊🙏🙏🙏🙏