
Jack dan Caca yang tertidur pulas hingga menjelang subuh. Mereka sangat lelap sekali menikmati tidurnya dan terbangun membersihkan diri dan menunaikan ibadah subuh. Saat bangun tidur Jack sudah menyediakan madu flora untuk di konsumsi Caca. Setelah itu baru membersihkan diri dan sholat berjamaah.
Mereka melaksanakan aktifitas seperti biasannya, namun hari ini karena akan melaksanaan pernikah Jimmy dan Siska, Jack tidak masuk ke kantor. Jack hanya akan mengantarkan dan menemani Kenzo dan Bella ke sekolah. Caca yang tidak ikut dengan mereka tetap berada di dalam kamar untuk
beristirahat.
Caca yang sejak pagi sudah memikirkan kado apa yang cocok untuk diberikan kepada Jimmy dan Siska. Dia terus memikirkannya namun tidak menemukan satu kadopun yang cocok menurut dirinya. Terus menerus mencoret-coret kertas dengan pulpen yang sedang dia gunakan itu.
Jack pulang dari sekolah Kenzo dan Bella langsung masuk kedalam kamar menemui istrinya. Sedangkan Kenzo dan Bella pergi masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri setelah dari sekolah. Jack mengkejutkan Caca karena kedatangannya yang tidak di sadari oleh Caca. Caca terlalu serius dengan buku kosong yang sedang dia coret-coreng dengan pulpen yang digunakannya.
“Apa yang sedang ditulis mylotus?” tanya Jack yang berdiri di hadapan Caca.
Caca yang duduk di kasur dengan merenggangkan kakinya dengan meluruskan keduannya lalu ditimpah oleh bantal dan di atasnya ada buku kosong itu.
“Sejak kapan kau disitu hubby?” tanya Caca yang terkejut Jack sudah berdiri di depannya.
“Sejak dirimu terus mencoret-coret itu.” Jawab Jack.
“Anak-anak sudah pulang?” tanya Caca.
“Mereka sedang mandi. Coba lihat apa yang kau tulis.” Jawab Jack yang mengambil buku kosong dengan coretan tulisan berantakan oleh Caca.
Jack melihat beberapa tulisan yang ditulis oleh Caca dengan judul menentukan kado pernikahan Jimmy dan Siska. Ada yang tertulis sebuah pakaian couple, makanan, emas, intan dan lainnya. Jack tersenyum dan tertawa melihat tulisan acak yang sedang difikirkan oleh istrinya.
“Jangan memikirkan apapun yang akan mengganggu kadunganmu. Katakan saja padaku dan serahkan semuanya padaku. Semuanya akan beres.” Jawab Jack tersenyum dan mengelus kepala Caca dengan tangan kanannya.
“Jadi apa pendapatmu hubby?” tanya Caca dengan tatapan manja di depan Jack.
“Sama seperti yang sudah dilakukan oleh Brian kepada kita.” Jawab Jack.
“Memberikan tiket bulan madu?” tanya Caca.
“Iya.” Jawab Jack dengan tersenyum.
“Hmmm. Ide yang bagus. Jadi dimana hubby akan mememsannya?” tanya Caca.
“Bagaimana menurut istri tercintaku?” tanya Jack kepada Caca tentang pendapatnya mengenai tempat yang pas untuk bulan madu Jimmy dan Siska.
__ADS_1
Caca langsung berfikir untuk menentukan tempat yang pas untuk Jimmy dan Siska melakukan bulan madu bersama. Caca tidak membutuhkan waktu yang lama dalam berfikir, dia langsung bisa menemukan tempat yang pas menurutnya dan langsung mengkatan kepada Jack.
“Kenapa tersenyum? Sudah mendapatkan tempatnya?” tanya Jack.
“Bagaimana jika kita memberikan mereka tiket bulan madu di bali?” tanya Caca.
“Bali?” tanya Jack.
“Iya pulau dewata, salah satu tempat yang sering dikunjungi oleh para touris.” Jawab Caca.
“Indonesia?” tanya Jack.
“Iya. Selain memudahkan mereka setelah mengantarkan nenek dan kakek. Mereka bisa langsung pergi bulan madu kesana.” Jawab Caca.
“Ide yang bagus. Baiklah aku akan memerintah Son untuk memesan tiket untuk mereka.” Jawab Jack.
“Terimakasih hubby.” Jawab Caca langsung memeluk Jack dengan gembira.
“Tentu saja mylotus.” Jawab Jack yang balik memeluk Caca.
“Sayang Jack Sandreas.” Ucap Caca melepaskan pelukkannya dan memasangkan wajah imut di hadapan Jack.
Mereka berdua tertawa bersama dengan tingkah konyol mereka berdua yang seperti anak-anak itu. Kemesraan yang begitu tulus dan memancarkan kebahagian yang begitu indah jika dilihat orang lain. Namun, Caca tidak ingin menunjukkannya kepada siapapun kecuali ketika berdua. Bahkan jika di depan Kenzo dan Bella mereka harus mengetahui batasannya.
Tapi Jack yang selalu manja kepada Caca, tidak bisa mengendalikan diri dimanapun berada. Tapi mereka sama-sama selalu jujur mengatakan apa yang sedang mereka rasakan itu. Menikmati setiap waktu dengan baik dan keharmonisan. Jack tidak ingin melewatkan waktu dengan tidak menunjukkan betapa dia mencintai Caca.
Setelah bercanda mesra, Jack mulai mempertanyakaan keadaan istrinya apakah sudah makan atau ada hal yang ingin dimakan.
“Mylotus!” panggil Jack.
“Iya hubby.” Jawab Caca.
“Sudah minum ramuannya?” tanya Jack.
“Sepertinya sudah tidak perlu, mualku juga sudah sangat jarang. Kecuali di pancing dengan bau yang menyengat.” Jawab Caca.
“Apakah tidak perlu untuk dikonsumsi terus?” tanya Jack.
__ADS_1
“Aku sudah baik-baik saja hubby. Sepertinya anak kita kuat dan tidak ingin aku menderita terus menerus.” Jawab Caca.
“Benarkah?” tanya Jack yang mengelus perut Caca dan berbicara dengan calon anaknya.
“Little baby! Kamu harus kuat dan tidak boleh membuat bunda menderita. Daddy yakin anak daddy sangat baik dan juga sangat kuat seperti daddy.” Jawab Jack yang mencoba berkomunikasi.
“Hahahha. Ini masih saja jalan dua bulan hubby. Dia belum bisa mengerti.” Jawab Caca.
“Tidak apa-apa biarkan aku selalu berkomunikasi dengannya.” Jawab Jack.
“Mylotus. Bagaimana jika kita besok ke dokter untuk memeriksa kandunganmu?” tanya Jack.
“Apakah Max tidak bisa memeriksanya?” tanya Caca.
“Aku akan cemburu jika dia yang memeriksanya. Aku akan mencarikan dokter wanita yang khusus untuk memeriksamu.” Jawab Jack dengan wajah serius.
“Haahah. Kenapa kau begitu cemburuan sekali Jack? Apa yang membuatmu menjadi orang yang seperti ini?” tanya Caca.
“Karena aku tidak suka berbagi dengan orang lain apa yang aku miliki. Apalagi itu tentang dirimu.” Jawab Jack.
“Hahahha. Jadi jika anak kita lahir?” tanya Caca.
“Tentu saja kita berdua akan membesarkannya dan memberikan kasih sayang tidak terbatas.” Jawab Jack.
“Kau yakin akan berbagi cinta dengan anakmu?” tanya Caca.
“Tentu saja tidak. Dia hanya kuberikan 20% saja cintamu untuknya selebihnya untukku.” Jawab Jack.
“Hahaahhaha. Tentu saja tidak seperti itu. 100% cintaku untuk anakku dan 100% cintaku untuk suamiku.” Jawab Caca yang mengelus kepala Jack yang ada pada pangkuannya.
Sejak tadi Jack berbicara di depan perut Caca dengan little baby sudah memeluk Caca. Kepala Jack ada di pangkuan Caca.
“Kenapa begitu?” tanya Jack.
“Kasih sayang seorang ibu untuk anaknya tidak bisa di bandingkan dengan kasih sayang istri kepada suaminya. Begitupula dengan sebaliknya. Semua itu berbeda namun yang sama adalah bahwa cinta yang diberikan tidak akan pernah bisa di gantikan dengan apapun didunia ini.” Jawab Caca yang menjelaskan hal itu kepada Jack sambil mengelus kepala Jack dipangkuannya.
Caca menjelaskan semuannya kepada Jack sehingga Jack lebih mengerti apa makna cinta seorang istri dan makna cinta seorang ibu. Jack terus mendengarkannya hingga tertidur di pangkuan Caca.
__ADS_1
“Aku beruntung bertemu denganmu. Aku akan selalu mencintaimu bagaimanapun masalalu yang selama ini telah kau lewati hingga seperti seorang yang membutuhkan kasih sayang.” Jawab Caca dalm hatinnya dan mencium kening dan bibir Jack saat Jack sudah tertidur dalam pangkuannya.