
Terimakasih sudah berkunjung ke story saya.
Jangan lupa dukung Author dengan like + koment + bintang 5 dan Vote ya setelah membaca.
“Memang bunda akan menikah dengan daddy, hehhe Kenzo bercanda.” Jawab Kenzo sambil tertawa menggoda Caca.
“Ken.....” ucap Caca yang mamanggil dengan panjang.
“Pesta ini untuk bunda, ayolah sekarang turun dan lihat apa yang menunggu bunda di halaman mansion.” Ucap Kenzo.
“Tapi bunda tidak percaya diri dengan penampilan seperti ini,” ucap Caca yang tidak pernah bermakeup apalagi menggunakan baju mahal seperti ini.
“Tenang saja, bunda Caca yang paling cantik pada pesta malam ini bahkan di seluruh dunia.” Jawab Kenzo.
“Kenapa kau masih kecil begini sudah pandai berkata manis,” ucap Caca.
“Tidak apa-apa Bun, percaya dirilah. Bunda Caca cantik seperti biasanya yang selalu menggunakan jilbabnya. Lihat, bunda sangat cantik bukan?” tanya Kenzo yang menunjuk diri Caca di depan cermin.
“Tapi bunda tidak terbiasa menggunakan sepatu highlist ini.” Ucap Caca.
“Kenzo akan menuntun bunda, sudahlah ayo!” jawab Kenzo.
Jack yang sudah bersiap untuk memainkan piano dengan instrument lagu romantis love story di temanin oleh Bella. Sedangkan Caca dan Kenzo berjalan menuju pesta.
Caca dan Kenzo keluar dari mansion menuju pesta dengan iringan musik instrument piano yang di mainkan oleh Jack.
Caca yang melihat dekorasi halaman ini sangat terharu dan tersenyum.
“Bunda suka?” tanya Kenzo.
“Tentu, ini indah Ken.” Jawab Caca.
“Baguslah kalau bunda Caca suka.” Ucap Kenzo.
“Siapa yang memainkan instrument ini?” tanya Caca yang senang mendengar musik ini.
“Ayolah Bun kita lihat , agar Bunda tau siapa yang memainkannya.” Jawab Kenzo yang menggandeng tangan Caca untuk mengikutinya.
Mereka pun berjalan menuju Jack yang sedang bermain piano. Semua mata orang-orang yang hadir di pesta itu tertuju pada Caca dan Kenzo yang berjalan menuju Jack.
“Mungil,” ucap salah satu mafioso.
“Cantik,” ucap salah satu mafioso lainnya.
Semua orang mengatakan Caca sangat cantik pada malam ini.
“Sempurna,” ucap Selly.
“Jack tidak salah memilih wanita pendek ini,” ucap Billy yang baru melihat Caca.
“Iya, walaupun kecil tapi cantik dengan karakternya sendiri.” Ucap Max.
“Tentu saja, adik ku pasti sempurna.” Ucap Jimmy.
__ADS_1
“Comel,” ucap Deni.
“Tunggu dulu, kau tadi bilang apa Jim?” tanya Billy.
“Caca itu adik ku sekarang.” Jawab Jimmy.
“Sejak kapan?” tanya Max.
“Mengapa kau mengakuinya seperti itu?” tanya Deni.
Mereka semua yang sedang duduk di meja yang sama memalingkan pandangannya dari Caca ke Jimmy.
“Mengapa kalian melihat ku seperti itu?” tanya Jimmy.
Billy, Max dan Deni yang masih memberikan tatapan tajam pada Jimmy membuat Jimmy tertawa.
“Hahahah, karena aku sekarang sudah menjadi abangnya Caca dan Bagas. Keluarga Caca sudah mengakui ku sebagai anaknya semenjak sehari yang lalu.” Jawab Jimmy.
“Apa?” mereka bertiga yang terkejut mendengar pernyataan Jimmy.
“Ceritanya panjang. Dan kalian di larang iri. Hahahahha,” ucap Jimmy yang tertawa sambil meminum bir yang ada di tangannya.
“Aku juga akan mendapatkan pengakuan itu,” ucap Deni yang selalu tidak mau kalah dari Jimmy.
“Hahahah, kau selalu saja mengikuti ku sama seperti saat orangtua Shinta masih ada.” Ucap Jimmy.
“Terserah dong,” ucap Deni sambil memberikan uluran lidahnya mengejek Jimmy.
“Sudahlah kalian sudah besar bukan lagi anak-anak,” ucap Max.
Setelah sampai Caca melihat siapa yang memainkan piano tersebut.
“Jack!” panggil Caca yang terkejut dengan apa yang ia lihat.
Jack masih memainkan piano itu sampai bait akhir istrument not nada yang ada.
“Bagaimana penampilan ku?” tanya Jack yang membalikkan badannya untuk menatap Caca.
“Mengagumkan!” ucap Caca sambil melihat Jack yang berdiri.
Mereka berdua saling pandang cukup lama dan melamun pada hayalan sendiri melihat orang yang ada di depan mereka.
“Aku tidak salah memilih mu, sempurna.” Ucap Jack dalam hatinya yang melihat Caca dari ujung kaki hingga kerudungnya.
“Kenapa laki-laki ini terlalu sempurna si?” tanya Caca dalam hatinya sambil melihat Jack dari ujung kaki hingga atas kepala.
“Plok...Plok” suara tepuk tangan Jack yang memberi sinyal.
Kue ulang tahun untuk Caca pun datang di hadapan Caca dan Jack.
“Selamat ulang tahun calon istri ku,” ucap Jack pada Caca.
“Kau melakukan semua ini?” tanya Caca dan menghiraukan Jack yang memanggilnya seperti itu.
__ADS_1
“Tentu, bagaimana?” tanya Jack.
“Mengapa kau mengetahui hari lahirku yang sebenarnya?” tanya Caca yang heran.
“Apa yang tidak bisa aku ketahui tentang dirimu?” tanya Jack.
“Karena kau Jack Sandreas.” Jawab Caca.
“Benar,” jawab Jack.
“Tapi apakah ini tidak berlebihan?” tanya Caca yang merasa bahagia namun juga heran.
“Ini masih kejutan pertama, lihat saja kejutan selanjutnya.” Ucap Jack.
“Selamat ulang tahun Bunda,” ucap Bella.
“Selamat ulang tahun Bunda,” ucap Kenzo.
“Terimakasih sayang.” Jawab Caca.
“Para hadirin sahabat-sahabat dan keluarga ku yang hadir, terimakasih atas kehadiran kalian. Pesta ini untuk merayakan ulang tahun Wika Chalista sekaligus hari dimana aku akan mengatakan perasaanku padanya.” Ucap Jack.
Caca yang terkejut dengan ucapan Jack hanya melotot melihatnya.
“Dan kalian semua harus mengetahui mulai saat ini aku akan mengejar dia dan akan menjadikannya nyoya Sandreas. Dan kalian akan menjadi saksi dari ucapanku ini.” Ucap Jack lagi.
Semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah sambil berkata “ terima, terima, terima.”
“....” Jack memberikan aba-aba dengan menaikan tangan kanannya untuk diam.
“Mungkin dia masih terkejut dan malu. Bisakah anda membuat permohonan dan memotong kue itu?” ucap Jack pada mereka dan menyuruh Caca untuk memotong kue.
“Tentu,” Caca yang menggendong Bella untuk bersama-sama memotongnya.
Mereka yang melihat semuanya tepuk tangan kembali.
Caca memberikan potongan kue pertama pada Bella kemudian Kenzo lalu Jack.
“Potongan pertama untuk Bella, lalu Kenzo.” Ucap Caca yang memberikan potongan kue pada mereka berdua.
“Ini untuk mu yang menyiapkan semua ini, anggap saja ucapan terimakasih.” Ucap Caca sambil malu-malu.
“Aku mau kau menyuapi ku sebagai ucapan terimakasih.” Jawab Jack .
“Jangan yang aneh-aneh Jack,” ucap Caca.
“Enak,” ucap Jack yang meraih tangan Caca yang sedang memegang kue.
“Jack!” ucap Caca yang semakin malu karena tingkahlaku Jack saat ini di lihat oleh banyak orang.
“Kalian silahkan mencicipin hidangan yang sudah di sediakan dan nikmatilah pesta ini.” Ucap Jack agar memalingkan wajah mereka yang membuat Caca malu.
“Tenanglah mereka semua hanya bawahan ku semua,” ucap Jack.
__ADS_1
“Bawahan mu semua?” tanya Caca yang melihat orang yang hadir sekitar 120 orang.
“Tentu,” ucap Jack.