I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Ikan Sudah terpancing


__ADS_3

Max masuk kedalam ruangan ganti untuk membuka pakaian operasinnya dan memakai jaz dokternya kembali. Kemudian masuk kedalam toilet untuk membersihkan tangan dan wajahnya.


“Ikan sudah terpancing, tinggal melanjutkan rencana berikutnya.” Ucap Max di depan kaca.


“Akhirnya aku bisa merobek kulit manusia lagi lalu mengobatinya lagi, pekerjaan ini memang sangat cocok untuk diriku.” Ucap Max saat membasuh darah yang ada di tangannya dengan ekspresi wajah yang sangat senang.


Benar seperti yang di katakana oleh Max bahwa ikan sudah terpancing. Maksdunya adalah Hanz sudah mulai tertarik pada Max atas kemapuan yang sudah dia tunjukkan tadi. Saat ini Hanz sedang menunggu dirinya di depan ruang ganti itu. Saat Max keluar, dirinya langsung di sambut oleh Hanz.


“Dokter Max memang menakjubkan sesuai dengan latar belakang pekerjaannya.” Jawab Hanz saat Max keluar.


“Tuan Hanz terlalu berlebih. Aku hanya tidak tega melihat pasien meninggal jika aku bisa turun tangan kenapa tidak? Saya siap meneri kosekuensinya.” Ucap Max yang santai.


“Oh tidak-tidak tentu ini adalah hal yang bagus. Dengan tindakkan mu tadi rumah sakit kita tidak terkena masalah. Setelah shiff mu habis ayo minum bersama.” Jawab Hanz mengajak Max untuk pergi makan malam.


“Aku pasti akan datang, sebuah kehormatan bisa di undang oleh tuan Hanz.” Jawab Max.


“Baiklah aku pergi dulu.” Jawab Hanz kemudian Max membungkukkan badannya.


Hanz meninggalkan Max setelah mengajaknya untuk makan malam sambil minum bir. Kemudian Max pergi keruangannya namun di cegah oleh seorang yang tadi bertemu dengan dirinya.


“Tuan terimakasih telah membantu bos kami,” ucapnya.


“Sudah menjadi tugasku.” Jawab Max.


“Tuan bolehkah saya bertanya?” tanya orang itu.


“Apa?” tanya Max balik.


“Siapakah nama tuan?” tanyanya.


“Max,” jawab Max.


“Max Sandreas?” tanyanya denga terkejut.


“Stttttt, diamlah kalau kau sudah mengetahui siapa aku.


“Baik tuan, saya mohon maaf.” Jawabnya.


“Nanti aku akan menemui bosmu, sekarang pergilah aku ingin istirahat.” Jawab Max.


“Baik tuan, saya permisi.” Jawabnya.


Max berjalan menuju ruangannya untuk mengistirahatkan dirinya. Namun di perjalanan menuju ruangan dirinya lagi-lagi di ganggu oleh beberapa dokter dan suster yang bertemu dengan dia saat itu meggosipkan dirinya.


“Dokter Max,” panggil seseorang saat Max lewat.


Max hanya memberikan senyuman tipis dan orang-orang yang mendapatkan senyuman itu langsung menggila seperti baru mendapatkan undian. Ia undian senyuman pria tampan. Sementara Max sudah sangat tidak nyaman dengan perlakuan mereka.


Namun Max harus tahan dengan penyamarannya. Coba saja di rumah sakit milikya, tidak perlu senyum bahkan karyawan baik dokter maupun suster dan staf lainnya tidak berani menatap dirinya.


Max masuk kedalam ruangannya lalu membaringkan dirinya di atas sofa sambil menutup wajahnya.

__ADS_1


“Jadi rindu terhadap rumah sakitku. Segera selesai dengan tugas disini akan membuatku senang.” Ucap Max.


“Aku harus bisa membuat Hanz percaya padaku sehingga aku bisa mengambil beberapa informasi pada dirinya.” Ucap Max.


Saat Max ingin terlelap tiba-tiba pintu ruangannya bunyi.


“Tok..tok…tok….”


“Baru aja mau istirahat sudah ada saja yang mengganggu. Jangan bilang wanita-wanita itu.” ucapnya.


Max membuka pintu ruangannya ternyata itu adalah Kazumi


“Boleh saya masuk?” tanya Kazumi.


“O kau, silahkan.” Jawab Max.


Max mempersilahkan Kazumi masuk ke ruangannya.


“Ada apa?” tanya Max.


“Terimakasih. Aku ingin mengucapkan dengan benar rasa terimakasihku padamu. Karena sudah menolongku dua kali satu hari ini.” Jawab Kazumi.


“Tidak apa-apa, aku menerimanya. Aku kira kau tidak tau bagaimana cara mengucapkan terimakasih.” jawab Max.


“Maaf jika aku berbuat seperti itu karena keadaan. Jadi bolehkah aku mengajak mu makan malam di restoran nenekku. Tenang saja ramen nenekku paling enak di kota ini. Sebagai ucapan terimakasihku padamu.” Ucap Kazumi.


“Baiklah, tapi tidak bisa hari ini. Jawab Max.


“Iya,” jawab Max.


Kazumi keluar dari ruang Max setelah memberikan kartu namanya, kemudian ada seorang dokter laki-laki masuk kedalam ruangan Max.


“Kau benar-benar hebat bisa mendapatkan perhatian wanita galak itu.” ucap seorang.


Max hanya diam saja.


“Kau harus mengetahui banyak pemuda di sini yang mengincar Kazumi setahun ini namun tidak ada yang membuat dirinya tertarik.” Jawabnya.


“Pergilah jika ingin menggosip.” Usir Max pada perawat laki-laki yang seperti waria itu.


“Tapi….”


“Keluarlah. Blakkkk.” Suara pintu ruangan Max tertutup.


Beberapa jam setelah itu shiff malam Max sudah selesai lalu dirinya pergi ke sebuah restoran yang sudah di pesan oleh Haru.


“Maaf jika aku terlambat,” ucap Max.


“Tidak, aku juga baru sampai 5 menit yang lalu. Silahkan duduk!” Jawab Haru.


“Terimakasih tuan,” jawab Max.

__ADS_1


“Kalian tunggu di depan pintu.” Ucap Haru pada rekan bawahannya.


“Baik tuan,” jawabnya.


Mereka berdua sedang mengobrol pekerjaan dan berbicara ringan tentang riwayat kehidupan Max selama ini. Namun Max memberika sebagian cerita benar dan sebagaian salah agar semuanya tidak di ketahui kebenarannya pada Hanz.


Hanz memberikan penawaran untuk membuatnya menjadi rekan Kazumi dan menjadwalkan dirinya sama seperti Kazumi dan rekan lainnya. Max di perintahkan untuk memberikan pengalamannya kepada rekan-rekan yang ada di bawahnya.


Max menerima tawaran itu agar mengambil kepercaan Hanz. Dengan begitu tujuan Max akan semakin dekat. Seperti dugaan Max bahwa Ikan sudah terpancing. Mereka mengobrol hingga larut malam. Saat Max berjalan menuju apartemenya ternyata bertemu dengan Kazumi.


Ternyata arah rumah Kazumi dengan Apartemen Max berhadapan.


“Bukankah itu Kazumi?” tanya Max pada dirinya sendiri kemudian terus melangkah untuk memastikan.


“Baru pulang dari shift malam mu?” tanya Max.


“Kau? Mengagetkan ku saja.” Ucap Kazumi.


“Seorang gadis tidak baik berjalan sendiri di tengah malam. Untung saja ini jalan raya jadi banyak kendaraan berlalu lalang.” Ucap Max.


“Sudah menjadi kebiasaanku. Kenapa kau di sini?” tanya Kazumi.


“Aku mau kembali ke apartemen ku di jalan…” jawab Max.


“Hahahhaha, sungguh kebetulan atau kesengajaan.” Jawab Kazumi tertawa dan menebak.


“Maksudmu?” tanya Max.


“Restoran Iga Sapi dan Ramen yang ada di depan apartement mu adalah rumahku.” Jawab Kazumi.


“Benarkah?” tanya Max.


“Iya, aku sungguh terkejut ternyata kita bersebrangan.” Jawab Kazumi.


“Sungguh kebetulan yang tidak terduga.” Jawab Max.


“Dengan respond mu seperti itu berarti benar-benar kebetulan.” Jawab Kazumi.


“Maksudmu?” tanya Max.


“Iya selama aku bekerja di rumah sakit itu banyak pria yang mendekatiku. Salah satu caranya menyewah di apartement mu itu agar bisa dekat denganku. Dan itu tidak sekali dua kali. Namun sudah ada 7 orang seperti itu. Jadi aku kira kau tadi seperti itu.” Jawab


Kazumi.


“Hahahah. Aku memilih apartement ini agar bisa berjalan kaki menikmati suasana malam setelah bekerja sebagai dokter. Bahkan aku tidak mengetahui identitasmu sampai saat kau membuatku tertarik dengan kejadian sore tadi.” Jawab Max dengan jujur.


“Benarkah?” tanya Kazumi.


“Tentu. Sudahlah waktu sudah malam nanti kita mengobrol lagi. Silahkan masuk kedalam.” Ucap Max pada Kazumi saat sampai di depan restorannya.


“Baiklah selamat malam.” Ucap Kazumi.

__ADS_1


Mereka berpisah begitu saja sebelum Kazumi mengetahui maksud pernyataan Max tadi


__ADS_2