
Waktu berjalan dengan sangat cepat, hari demi hari telah terlewati sehingga tidak terasa sudah mendekati resepsi pernikahan Jack dan Caca empat hari yang akan mendatang. Mereka merencanakan akan kembali ke Indonesia saat jadwal libur Kenzo dan Bella sudah berjalan.
Jimmy sibuk menghubungi Bagas yang berada di Indonesia untuk mempersiapkan seluruh kegiatan resepsi pernikahan Jack dan Caca di kampung halaman Caca nantinya. Dari dekorasi pesta, makanan, souvenir, photographer, makeup MUA, desainer pakaian dan juga hal-hal kecil lainnya.
“Bagaimana dengan persiapannya?” tanya Jimmy lewat video call Bagas.
“Hampir selesai.” Jawab Bagas.
“Sudah sampai di mana?” tanya Jimmy.
“Boking tempat masih belum bisa di pastikan. Adat istiadat di sini sudah di siapkan seluruhnya. Hanya itu saja kan? Selebihnya dari kalian?” tanya Bagas balik.
“Iya, selebihnya aku dan paman Son yang akan mempersiapkannya.” Jawab Jimmy.
“Aku berfikir untuk membuat resepsinya di pantai namun Bunda dan Ayah tidak menyetujuinya. Mereka ingin melakukan hal yang sederhana saja di halaman depan rumah.” Jawab Bagas.
“Jika seperti itu kemauan mereka. Maka laksanakan saja. Namun kira-kira di halaman rumah bisa menampung berapa tamu?” tanya Jimmy.
“Hanya 100 orang saja itu sudah memakai halaman tetangga samping rumah kanan kiri.” Jawab Bagas.
“Baiklah itu saja. Bagaimana dengan undangan?” tanya Jimmy.
“Hanya keluarga dan kerabat terdekat saja. Dan hanya masyarakat kampung sini saja.” Jawab Bagas.
“Baiklah. Kau atur semua itu. Soal biaya nanti akan aku transfer.” Ucap Jimmy.
“Iya. Jadi bagaimana dengan persiapan yang lain sudah siap?” tanya Bagas.
“Sudah.” Jawab Jimmy.
“Photogarfer?” tanya Bagas.
“Photogarfer, makeup MUA dan disainer kami memiliki orang-orang dengan kemampuan itu.” Jawab Jimmy.
“Baguslah. Bagaimana denga souvenir?” tanya Bagas.
“Itulah yang membuatku jadi bingung. Aku sudah mempertanyakan kepada Caca namun dia tidak menyetujui semua ideku.” Jawab Jimmy.
“Apa yang kau ajukan?” tanya Bagas.
“Handpone, kalung emas satu gram, mp3.” Jawab Jimmy.
“Hahahhaa. Itu terlalu mahal dan berlebihan.” Jawab Bagas.
“Jadi bagaimana?” tanya Jimmy.
__ADS_1
“Bagaimana dengan barang-barang yang lebih berguna. Seperti tasbih, alquran, jilbab, peci atau parfume?” tanya Bagas.
“Aku lebih suka dengan parfume.” Jawab Jimmy.
“Boleh juga. Bagaimana dengan parfume yang di produksi di arab. Perusahaan Sandreas memiliki kerjasama dengan pabrik parfume di sana kalau aku tidak salah ingat.” Jawab Bagas.
“Kau benar. Baiklah ini saja, aku akan mengurusnya.” Jawab Jimmy.
“Tapi jangan terlalu banyak. Netto 20ml saja dan di bungkus dengan kotak imut saja. Tamu tidak akan mengetahui isinya.” Jawab Bagas.
“Baiklah. Aku akan memberitahukan Caca dan Jack soal ide ini.” Jawab Jimmy.
“Kemungkinan mereka akan menyetujuinnya. Karena kita tidak ingin membuat terlalu mencolok sekali.” Jawab Bagas.
“Kau benar. Oke soal souvenir selesai. Bagaimana dengan makanan tamu nantinya?” tanya Jimmy.
“Kami disini memiliki budaya jika ada masyarakat yang melaksanakan pesta maka tetangga terdekat akan membantu memasak makanan.” Jawab Bagas.
“Apakah itu tidak akan merepotkan?” tanya Jimmy.
“Tidak. Itu sudah menjadi kebiasaan budaya sini.” Jawab Bagas.
“Bagaimana jika kita memesan nasi kotak saja. Dan memesan makanan dan minuman dari restoran terdekat di sana.” Jawab Jimmy.
“Tidak perlu abang Jimmy. Semuanya serahkan saja padaku.” Jawab Bagas.
“Baiklah jika seperti itu.” Jawab Bagas.
“Oke semuanya berarti sudah kelar. Lalu, bagaimana dengan kuliahmu?” Jawab Jimmy.
“Alhamdulilah lancar. Untuk semester awal ini mendapatkan nilai memuaskan sehingga aku dapat mengambil matakuliah di semester atas.” Jawab Bagas.
“Bagusla, pertahankan hal itu.” Jawab Jimmy.
“Oke. Kapan kalian sampai di Indonesia?” tanya Bagas.
“Sekitar 3 hari lagi. Karena hari ini Kenzo dan Bella baru selesai dengan ujian mereka. Besok mereka akan mengikuti event sekolah untuk murid dan orangtua. Dan lusa mereka akan mendapatkan hasil ujiannya. Makanya lusa baru bisa berangkat.” Jawab Jimmy.
“Baiklah. Titip salam dengan keponakanku dan kakak Caca beserta abang Jack.” Jawab Bagas.
“Oke juga titip salam dengan bunda dan ayah. Baiklah aku tutup.” Jawab Jimmy mematikan tombol merah di layar laptopnya.
“Oke.” Jawab Bagas menutup ponselnya.
Panggilan telepon video call itu selesai. Bagas melaksanakan aktifitasnya sedangkan Jimmy masih sibuk dengan file-file di meja kerjanya. Jimmy memilih beberapa file yang sudah ia siapkan tadi untuk di tanda tanganin oleh Jack. Selesai memilih filenya, Jimmy bergegas menuju ruang kantor Jack.
__ADS_1
“Ini yang harus kau tanda tanganin untuk hari ini dan seminggu yang akan datang. Selebihnya ada beberapa file yang sudah aku transfer ke e-mail untuk di cek kembali.” Jawab Jimmy.
“Oke. Kerja bagus.” Jawab Jack.
“Jack tadi aku sudah membicarakan tentang souvenir pernikahan kalian di Indoensia dengan Bagas. Jadi kami memutuskan untuk souvenirnya adalah parfume katsturi.” Jawab Jimmy.
“Hmm. Baiklah aku setuju.” Jawab Jack sambil menandatangani beberapa berkas yang di bawa oleh Jimmy.
“Hari ini kau harus lembur menyiapkan semuanya sebelum ke Indonesia.” Jawab Jimmy.
“Baiklah. Lagian akan ada kau sebagai CEO di sini.” Jawab Jack.
“Tapi kau yang memegang semua kekuasaan. Aku hanya membantumu.” Jawab Jimmy.
“Hahahha CEO berasa sekertaris.” Jawab Jack.
“Dua peran yang tidak bisa aku hindari.” Jawab Jimmy.
“Ini sudah selesai. Aku akan mengecek yang ada di email.” Jawab Jack.
“Baiklah aku tinggal dulu.” Jawab Jimmy.
Jack dan Jimmy terus bekerja di kantor hingga larut, dan tertidur di kantor. Sedangkan Caca masih membacakan buku dongeng kepada Kenzo dan Bella di kamarnya.
“Bunda tidak lupa dengan besok?” tanya Bella.
“Iya sayang. Bunda akan memberitahukan daddy untuk ikut kita bersama besok.” Jawab Caca.
“Ye asyik.” Jawab Bella yang tersenyum.
“Bunda sudah selesai membacakan dongeng untuk kalian. Jadi sekarang kalian harus tidur karena ini sudah hampir tengah malam.” Jawab Caca.
“Baiklah Bunda.” Jawab Bella.
“Bunda!” panggil Kenzo yang berbisik di telinga kanan Caca karena saat itu Caca berada di posisi tengah antara Kenzo dan Bella.
“Kenapa belum tidur?” tanya Caca yang berbalik badan ke arah Kenzo.
“Sepertinya daddy akan sibuk besok. Di lihat lusa kita akan kembali ke Indonesia jadi..” ucap Kenzo belum selesai sudah di stopkan oleh Caca dengan jari telunjukknya di arahkan ke mulut Kenzo.
“Tenanglah. Malam ini dia akan lembur bekerja. Dan besok dia akan datang tepat pada waktunya karena dia sudah berjanji dengan bunda.” Jawab Caca.
“Hmmm, baiklah. Kita lihat saja besok, jika di mengikari janjinya seperti biasanya aku akan benar-benar membencinya.” Jawab Kenzo.
“Sayang, tidak boleh seperti itu. Daddy sangat menyayangi kalian, hanya saja cara dia berbeda dengan yang lainnya. Bukan berarti dia tidak memiliki waktu untuk kalian namun dia benar-benar sibuk pada pekerjaannya.” Jawab Caca.
__ADS_1
Setelah Caca menjelaskan kepada Kenzo, ia tertidur dalam timangan Caca yang menepuk punggung Kenzo.