I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Tidak Boleh Terlalu Lelah


__ADS_3

Jangan lupa like di setiap episodenya. Author langsung up banyak untuk hari ini. Hehehe. Makasih udah mau mendukung author selama ini. Menyemangati Author untuk selalu up dan mendoakan author selalu sehat. Semoga doa baik dari kalian akan kembali kepada kalian juga. Sayang kalian readers. Oh ya jangan lupa dukung karya author yang berjudul SKY BLUE LOVE. Mohon


dukungannya.


Caca dan Bagas yang membuktikan kepada Siska, Jack dan Jimmy bahwa mereka adalah bagian dari keluarganya sekarang membuat kesan yang terharu. Jack langsung memeluk Caca dan mencium keningnya. Bagas yang memeluk Jimmy sebagai seorang adik laki-laki yang manja terhadap abangnya. Mereka tertawa bersama melihat tingkah mereka.


“Aku janji akan mengikuti jejak bunda dan ayah ketika aku memiliki keluarga di masadepan.” Ucap Jimmy melirik Siska.


“Bilang saja jika sudah tidak sabar menanti hari esok.” Jawab Joko yang terdengar dari suara ponsel Bagas yang belum di matikan.


Mereka semua kaget, saling menatap satu sama lain dan tertawa bersama setelah melihat ponsel Bagas. Bagas mengambil ponselnya yang berada di meja ruang tamu itu. Akhirnya panggilan itu berakhir karena sudah terlalu malam di Indonesia. Jimmy dan Siska juga harus kembali ke apartemen karena Nenek dan Kakek Siska ada di sana. Jimmy dan Siska berpamitan dengan mereka.


“Baiklah anak-anak. Disini sudah terlalu malam. Bunda dan Ayah akan beristirahat.” Jawab Aisyah mematikan ponselnya.


“Baiklah. Aku akan mengantarkan Siska untuk kembali ke apartement. Kami juga harus membeli makanan untuk keluarga disana.” Jawab Jimmy.


“Kami pulang Caca. Semangat dalam mengandung ya.” Ucap Siska yang memeluk Caca sebelum pergi meninggalkan mereka.


“Dah abang Jimmy dan kakak ipar.” Jawab Bagas.


Mereka pergi meninggalkan mansion dan kembali ke apartemen. Kenzo, Bella, Deni dan Son datang kembali ke ruang tamu. Bella berlari menuju tempat ruang tamu sambil tetawa dan Deni ingin segera mengkatakan kepada Bagas untuk menemaninya pergi ke Paris.


“Kalian sudah menyimpannya?” tanya Jack kepada Bella yang tiba duluan daripada Kenzo dan lainnya.


“Sudah daddy.” Jawab Bella.


“Kemarilah!” ucap Caca memerintah Kenzo dan Bella duduk di samping kanan kirinya.


Bella duduk di sebelah kanan Caca dan sebelah kiri Jack. Kenzo berada di sebelah kiri Caca. Mereka duduk di satu sofa panjang bersama-sama. Son pergi untuk mempersiapkan mobil mengantar Deni dan Bagas ke Paris. Deni duduk di samping Bagas untuk membahasnya.


“Bagas kau ingin jalan-jalan tidak?” tanya Deni dengan wajah bersemangatnya.


“Kemana?” tanya Bagas semangat bertanya.


“Paris. Kota romantis.” Jawab Deni dengan nada yang masih semangat.


“Gratis?” tanya Bagas.

__ADS_1


“Tentu saja.” Jawab Deni dengan sombongannya.


“Aku mau. Kita kesana dalam rangka apa? Kapan?” Bagas yang bersemangat untuk melakukan travel ke Paris.


“Pergilah temani Deni menjemput Kakak Meriska agar bisa menghadiri pesta pernikahan Abang Jimmy dan Siska.” Ucap Caca.


“Oh. Jadi karena ingin bertemu Kakak Meriska jadi mengajakku. Ayo!” jawab Bagas semangat.


“Baiklah, bersiaplah untuk pergi sekarang.” Jawab Deni yang berlari menuju lift untuk mempersiapkan diri pergi.


“Sekarang?” tanya Bagas terkejut.


“Tentu saja. Pergilah bersiap, jangan lupa passport jangan sampai ketinggalan.” Jawab Caca.


“Mendadak sekali.” Jawab Bagas mengambil ponselnya yang berada di meja.


“Bagas kemarilah!” ucap Nana sebelum Bagas meninggalkan mereka.


Bagas berjalan mendekati Caca. Menundukkan badannya untuk mendekati Caca. Mendekatkan telingannya ke wajah Caca. Caca membisikkan Bagas sesuatu.


“Ingat untuk menyatukan mereka tapi jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak di perbolehkan. Kau ikut sebagai penyatu juga pelindung.” Jawab Caca dalam membisikkan ke telinga Bagas.


“Berhenti cemburu dengan adikku sendiri.” Ucap Caca.


“Tidak. Aku tidak cemburu.” Jawab Jack tidak ingin mengaku.


“Hahaha. Baiklah. Kenzo, Bella bagaimana sekolah kalian hari ini?” tanya Caca kepada mereka berdua.


“Baik-baik saja bunda.” Jawab Bella.


“Baguslah, besok bunda dan daddy yang akan mengantarkan kalian ke sekolah karena uncle Deni dan Paman Bagas tidak bisa mengantarkan kalian.” Jawab Caca.


“Tidak.” Jawab Jack dan Kenzo bersamaan.


“Kenapa kalian dengan kompak melarangku?” tanya Caca terkejut dengan jawaban Jack dan Kenzo yang bersamaan tidak memperbolehkannya mengantarkan ke sekolah.


“Bunda sedang hamil adikku, jadi biarkan daddy saja yang mengantar kami seperti biasanya. Bunda jangan khawatir tentang kami, tapi kami yang khawatir tentang bunda.” Jawab Bella.

__ADS_1


Caca mendengarkan alasan Bella mengenai alasan Kenzo dan Jack menolak pernyataannya. Caca melihat Kenzo menganggukkan kepalanya. Wajah Caca ke arah Jack yang kemudian menerima anggukkan dari Jack. Mereka berdua menyetui jawaba yang diberikan oleh Bella kepada Caca.


“Bunda jangan terlalu kelelahan. Bunda harus lebih banyak istirahat.” Jawab Bella.


“Aku tidak apa-apa. Seperti orang yang sakit parah saja.” Jawab Caca.


“Tidak bunda. Menurut buku…..” Kenzo menjelaskan dengan detail bahwa seseorang yang baru saja menjalani masa kehamilan fase pertama tidak boleh terlalu lelah dan lebih baik perbanyak instirahat.


“Hahahah. Anak bunda sudah seperti dokter kandungan saja.” Jawab Caca yang tetawa mendengarkan pernyataan Kenzo.


“Aku juga tidak ingin menanggung resiko. Jadi lebih baik sekarang ikutin apa yang aku katakan mylotus.” Jawab Jack yang bekeras untuk tidak mengizinkan Nana berpergian dan terlalu lelah.


“Baiklah aku mengikuti kemauan kalian semua.” Jawab Caca tersenyum dan memeluk Kenzo, Bella dan juga Jack.


Mereka benar-benar bahagia dalam pembicaraan singkat itu.


“Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku.” Jawab Caca.


“Tentu saja bunda. Kami akan menjadi pengawal dan pelindung bunda selamanya apalagi saat bunda hamil.” Jawab Kenzo.


“Hahaha. Baiklah dokter kecil, perawat kecil dan pengawal pribadi.” Caca memberikan julukan kepada Kenzo, Bella dan Jack sambil tertawa.


Sejam kemudian, Bagas dan Deni sudah bersiap untuk pergi ke kota Paris untuk menjemput Meriska. Son sudah menyiapkan kendaraan untuk mengantar Bagas dan Deni.


“Cepatlah Bagas!” saat Deni mengetuk pintu kamar Bagas untuk segera keluar.


“Sebentar.” Jawab Bagas yang masih menggunakan tas ranselnya kemudian membuka pintu kamarnya.


“Abang tidak membawa apapun?” tanya Bagas yang melihat Deni tidak membawa tas apapun.


“Kita bisa membeli pakaian di saja selagi memiliki uang.” Jawab Deni.


“Hmmm, baiklah. Aku hanya membawa 1 set baju di tas ransel kecilku dan kameraku.” Jawab Bagas.


“Jadi kau sudah siap untuk berangkat?” tanya Deni.


“Tentu saja.” Jawab Bagas.

__ADS_1


Mereka turun ke bawah dan berpamitan dengan Jack dan lainnya. Deni yang bersemangat untuk bertemu dengan Meriska sedangkan Bagas bersemangat untuk melihat kota romantis itu. Mereka masuk kedalam mobil yang di setir oleh Son sendiri. Son mengantarkan mereka ke bandara untuk menaiki pesawat mereka.


__ADS_2