
Happy reading guys!!!
Jangan lupa Like dan Komennya.
Setelah diantar oleh Lucas ke hotel, Bagas langsung masuk kedalam kamar hotel dan beres-beres karena waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi. Bagas membersihkan dirinya dan memikirkan pertemuan yang tidak sengaja yang sedang ia alami.
Anggota Jack yang bertugas untuk menyiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan Jack dan keluarga Caca hari ini sudah menyelesaikan tugasnya dan bergegas untuk menjemput Jack ke hotel.
Setelah beberapa waktu perjalanan mereka untuk menjemput Jack sampai pada waktu yang di targetkan. Di kamar hotel Jack dan Caca sedang melaksanakan sholat subuh berjamaah begitu juga dengan kamar Aisyah dan Joko. Dan setelah itu mereka bersiap-siap untuk keluar kamar dan berkumpul di lobi bawah hotel dan ternyata Bagas dan anggota Jack sudah berkumpul di tempat.
“Bos semuanya sudah kami siapkan silahkan masuk kedalam mobil dan biarkan barang-barang ini kami yang bawa.” Ucapnya.
Jack hanya mengaggukkan kepalanya dan mengajak semua orang masuk ke dalam mobil. Mereka menuju bandara untuk terbang menggunakan helicopter Jack menuju mansion. Seperti biasanya di dalam helicopter tersebut memiliki beberapa ruangan kamar yang bisa mmebuat nyaman penumpangnnya.
“Tuan boleh saya masuk?” tanya seseorang pelayan wanita.
“Ada apa?” tanya Jack yang berada di dalam ruang bersama dengan Caca.
“Nyoya Katie dan Tuan Andrew baru saja tiba di mansion. Informasi ini saya dapatkan dari bi Selly sebelum kita lepas landas tadi,” ucap pelayan.
“Baiklah,” ucap Jack kemudian menutup pintu ruangnnya.
“Siapa?” tanya Caca yang baru saja keluar dari kamar mandi.
“Pelayan. Hanya memberitahukan bahwa Andrew dan Katie sudah tiba di mansion.” Jawab Jack.
“Ibu mertua dan Ayah mertua.” Jawab Caca.
“Iya, jangan gugup. Mereka tidak akan menyakitimu, mereka adalah orang yang baik. Namun jangan heran jika mereka berdua akan mengujimu, menggodamu terlebih dahulu.” Ucap Jack.
“Tapi aku sedikit takut. Selama aku kenal kalian, aku belum pernah bertemu dengan mereka.” Ucap Caca.
“Tidak akan terjadi apa-apa, jadi tenanglah.” Jawab Jack.
“Tapi aku dengar-dengar dari orang lain jika bertemu dengan ibu mertua itu sangat menakutkan. Aku takut mendapatkan ibu mertua yang tidak menyukai ku bagaimana? Aku harus bersikap seperti apa ketika bertemu dengannya agar di sukainnya?” tanya Caca.
“Hahha! Tenang saja mereka semalam ini hanya sedang menenangkan fikiran dan hati mereka untuk berkeliling di berbagai tempat yang memiliki kenangan tersendiri bagi mereka.” Ucap Jack.
“Maksudnya dengan menenangkan fikiran?” tanya Caca.
__ADS_1
“Sudah jangan di fikirkan, intinya kamu bersikaplah seperti biasanya dan jangan terlalu kaku dan gugup nanti. Pertemuan pertama dengan Katie pasti akan baik-baik saja.” Jawab Jack.
“Kenapa tidak menjawab pertanyaan ku?” tanya Caca.
“Belum saatnya kau mengetahuinnya, nanti setelah semuanya selesai akan aku ceritakan padamu.” Ucap Jack.
“Baiklah, kau akan menceritakan semuanya tentang mu dan keluargamu sebelum kita tidur sesuai dengan janji kita. Kalau tidak aku yang bercerita kau yang akan bercerita.” ucap Caca.
“Oke, sekarang istirahtlah kembali karena perjalanan kita 3 jam lagi baru sampai.” Ucap Jack sambil mengeluskan rambut kepala Caca dengan tangannya.
“Kau mau kemana?” tanya Caca yang melihat Jack mau keluar ruangan.
“Hanya ingin lihat pilot sebentar saja,” jawab Jack.
“Baiklah.”
Setelah beberapa waktu kemudian helicopter mereka tiba di mansion. Di dalam mansion semua orang sudah menunggu kedatangan mereka. Dan semua persiapan malam hari untuk pesta resepsi mereka di mansion juga sudah di siapkan dengan baik.
“Nenek! Dialah bunda Caca yang sudah kami ceritakan.” Ucap Bella yang menunjuk Caca.
“Wah! Jadi ini yang namanya Caca,” ucap Katie.
“Apkah ini ibu mertua?” tanya Caca berbisik pada Jack.
Mereka semua bersalaman dan kemudian tertawa seperti keluarga lainnya yang sedang bahagia di hari pernikahan anak-anaknya. Kemudian Selly mengantarkan keluarga Caca ke kamar yang sudah di siapkan sedangkan Caca dan Jack di suruh untuk menghadap Andrew yang sudah menunggu mereka di ruangnnya.
“Selly antarkan keluarga Caca untuk beristirahat setelah perjalanan. Dan bawa anak-anak untuk tidur siang. Sementara Caca dan Jack temuilah Andrew yang sudah menunggu kalian di ruangannya.” Ucap Katie.
“Iya nyoya,” jawab Selly.
Aisyah, Joko dan Bagas mengikuti Selly yang menunjukkan kamar mereka. Kenzo dan Bella juga mengikuti mereka.
“Uncle kami ikut dengan uncle Bagas ya?” tanya Bella.
“Baiklah, tapi panggil saja aku paman Bagas. Oke!” jawab Bagas.
Kenzo dan Bella masuk bersama ke dalam kamar Bagas dan menyuruh Selly untuk pergi dan membiarkan Kenzo dan Bella tidur siang di kamar Bagas. Sementara di dalam ruangan Andrew….
“Ada apa?” tanya Jack ketika sudah masuk ke dalam ruangan dan bertemu dengan Andrew.
__ADS_1
“Dasar anak bandal, kau tidak memelukku setelah 6tahun tidak bertemu?” ucap Andrew
Mereka kemudian berpelukkan. Awalnya Caca heran terhadap mereka yang seperti bukan keluarga yang harmonis namun ternyata dugaan Caca salah.
“Jadi bagaimana keadaan kalian berdua setelah beberapa tahun ini?” tanya Jack.
“Kenapa kau baru bertanya sekarang? Bahkan kau tidak pernah memberi kami kabar selama ini dan memberitahu jika kau akan bernikah. Kalau saja Jimmy dan Billy tidak memberitahu kami, apa mungkin kami berada di sini sekarang.” Ucap Katie.
“Hahaha, semua aku lakukan agar tidak mengganggu liburan kalian.” Ucap Jack yang tertawa.
“Dasar anak ini,” pukul Andrew pada bahu Jach.
“Jangan heran dengan mereka berdua,” ucap Katie pada Caca yang dari tadi hanya melihat drama mereka.
Caca kemudian tersenyum membalas perkataan Katie.
“Oh jadi ini adalah menantuku?”tanya Andrew.
“Hy paman,” ucap Caca sambil memberi salam kepada Andrew.
“Paman? Ayah jangan pernah panggil aku paman lagi,” ucap Andrew.
“Iya Ayah,” jawab Caca.
“Bagus-bagus. Jadi apa yang membuatmu mau menikah dengan batu es ini atau bara api ini?” tanya Andrew.
“Pasti kau mengetahui sifat Jack yang sedingin Es dan emosinya seperti Api tidak pernah lembut pada siapapun.” Ucap Andrew.
“Tidak ada alasan aku mau menerimanya semuanya adalah takdir bahwa dia adalah suamiku.” Jawab Caca.
“Ha, itu jawaban yang tidak sesuai dengan dugaanku. Tidak apa-apa jika kau malu untuk mengakuinya. Tapi pesanku pada dirimu adalah menjadilah wanita yang kuat yang berdiri di belakang Jack. Kau harus menjadi wanita yang sabar dan kuat untuk mendapinginnya.” Ucap Andrew.
“Maksudnya ayah?” tanya Caca.
“Apapun yang terjadi tetaplah berada di samping Jack dan jangan pernah berfikir untuk meninggalkannya karena selama ini sudah cukup dia mengalami hal-hal yang menyedihkan.” Ucap Katie yang berbisik pada Caca.
“Tetaplah berada di sampingnnya apapun yang terjadi.” Jawab Andrew.
“Insyallah Ayah, Ibu aku akan selalu berada di samping Jack selamanya.” Ucap Caca yang malu-malu.
__ADS_1
“Sudahlah lebih baik kalian istirahat dulu karena nanti malam aka nada resepsi kalian.” Ucap Katie.
Mereka pun meninggalkan tempat.