I Love You Mr.Mafia

I Love You Mr.Mafia
Kenzo Mengetahui Caca Hamil


__ADS_3

Waktu malam kembali dengan suasana yang sama. Jack dan Caca kembali tidak tidur di atas ranjang yang sama. Caca kembali tidur di sofa sedangkan Jack di atas tempat tidur. Saat itu Caca sudah tertidur pulas di atas kasur. Jack pulang larut malam membuat Caca tidak menyadari suaminya sudah pulang.


Jack naik tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di samping Caca. Memeluk istri tercintanya untuk mengistrihatkan tubuhnya. Caca terbangun karena pelukkan Jack namun dirinya tetap diam berpura-pura tidur. Menjepit hidungnya dengan kedua jari tangannya untuk menghentikan rasa mualnya ketika mencium aroma tubuh Jack.


Saat Jack sudah tertidur pulas, Caca menyingkirkan pelukkan Jack dengan perlahan tanpa membangunkannya. Caca memindahkan dirinya untuk tidur di sofa. Memejamkan matanya kembali dan tertidur di atas sofa seperti malam sebelumnya.


Jack yang terbangun di pagi hari sedang mencari keberadaan istrinya. Tangan kanan Jack meraba-raba kasur untuk mencari keberadaan istri tercintanya namun tidak di temukan. Jack melihat tubuhu istrinya itu berada di sofa. Dengan sigap Jack berjalan mengangkat tubuh Caca ke atas kasur tanpa membangunkan.


Jack pergi untuk mandi dan menunaikan ibadah sholat subuh. Saat waktu azan sudah terdengar dari ponsel mereka, Jack baru membangunkan istrinya. Memastikan apakah istrinya benar-benar lagi PMS atau ada kesalahan yang telah di perbuat dirinya tanpa sepengetahuan.


Caca yang di bangunkan oleh Jack bergegas untuk membersihkan dirinya dan melaksanakan sholat subuh bersama Jack.


“Jadi bukan karena PMS?” tanya Jack dalam hatinya setelah selesai sholat dan melipat sajadah.


“Mylotus?” Panggil Jack dengan lembut.


“Iya hubby.” Jawab Caca.


“Kenapa dua hari ini tidur di sofa? Tubuhmu belum membaik seharusnya tidur di kasur bukan sofa?” tanya Jack.


“Tidak apa-apa, hanya tidak ingin tidur di sofa.” Jawab Caca yang berbohong.


“Bukan karena tidak ingin tidur denganku?” tanya Jack.


“Bukan seperti itu, aku ingin tidur di sofa aja.” Jawab Caca dengan cepat meninggalkan Jack di ruang sholat.


Jack meraih tangan Caca untuk menghentikannya jalan keluar.


“Katakan padaku, apakah aku sudah melakukan kesalahan yang membuatmu marah? Karena aku merasa setelah kepulangan kita dari honeymoon kau seperti menjauhiku, terkhususnya tiga hari ini?” tanya Jack.


“Kau terlalu banyak berfikir hubby. Tidak ada kesalahan apapun.” Jawab Caca kemudian memeluk Jack untuk menenangkan Jack.


Hanya semenit Caca memeluk Jack, rasa mual menghantuinnya kembali.


“Bersiaplah! Aku akan turun dahulu ke daprur.” Jawab Caca melepaskan pelukkannya dan berjalan keluar.

__ADS_1


“Aneh, ditanya kenapa tidak kenapa-kenapa. Sebenarnya apa yang sedang kau sembunyikan Caca?” tanya Jack dalam hatinya yang merasakan bahwa Caca sedanga menyembunyikan sesuatu dari dirinya.


Caca yang sudah tidak tahan ingin muntah tidak sengaja masuk kedalam kamar Kenzo. Caca langsung menutup kamar Kenzo dan berjalan dengan cepat menuju kamar mandi. Kenzo yang mendengarkan suara muntah Caca membuat dirinya terbangun.


“Siapa yang ada di kamarku sepagi ini?” tanya Kenzo yang membuka matanya melihat sekeliling.


Melihat pintu kamar mandi yang terbuka, Kenzo langsung turun dari tempat tidur untuk memeriksanya.


“Bunda!” panggil Kenzo  yang terkejut melihat Caca yang mual-mual.


“Oh, maaf membangunkanmu. Tadi bunda hanya ingin membangunkanmu untuk sholat subuh. Tapi bunda merasa mual jadi langsung ke kamar mandi.” Jawab Caca menyembunyikan dan membuat alasan dengan cepat yang masuk akal.


“Apakah perlu memanggil dokter? Mungkin bunda masuk angin.” Tanya Kenzo.


“Tidak perlu sayang. Bunda baik-baik saja, sekarang bersihkan dirimu. Fajar akan segera berakhir. Bunda tinggal dulu ke dapur.” Jawab Caca setelah mengelus kepala Kenzo dan pergi meninggalkan kamarnya.


“Bunda benar-benar aneh. Aku harus menyelidikinya.” Jawab Kenzo dengan cepat mengikuti Caca tanpa sepengetahuannya.


Caca yang sudah berada di dapur langsung duduk di meja makan dan Selly yang mengetahui bahwa Caca habis muntah mendatanginya.


“Bibi buatkan sup ayam gingseng untuk memberikanku tenanga.” Jawab Caca.


“Baiklah. Kau tunggu di sini dan jangan melakukan apapun. Aku akan membuatkan susu hangat terlebih dulu. Seharusnya orang hamil itu jangan terlalu banyak berjalan.” Jawab Selly.


“Hamil?” tanya Kenzo dalam hatinya saat mengintip Caca dan Selly yang berada di meja makan.


Kenzo yang terkejut dengan kabar ini pergi meninggalkan tempat agar tidak ketahuan. Berjalan menuju kamar dengan mencerna informasi yang baru saja ia dengar.


“Jadi ini adalah alasan bunda beberapa hari ini terlihat pucat. Dan tadi saat muntah itu adalah gejalannya seperti informasi yang ada di buku-buku itu.” Kenzo yang berfikir tentang buku-buku yang pernah i abaca tentang kehamilan.


Tidak heran dengan seorang Kenzo, mereka memang sudah dilatih Jack untuk sering membaca buku-buku pengetahuan. Kenzo yang tersenyum dengan kabar ini merasa sangat bahagia. Dan melanjutkan pemikirannya itu saat di dalam kamar mandi membersihkan dirinya.


“Tapi kenapa bunda merahasiakan semua ini?” tanya Kenzo.


“Aku akan mempertanyakan hal ini secara langsung kepada Bunda.” Jawab Kenzo sendiri dalam hatinya.

__ADS_1


Seperti biasanya mereka melaksanakan kegiatan sarapan bersama di meja makan keluarga. Kenzo terus memperhatikan gerak gerik Caca. Dia melihat Caca yang akan menutup mulutnya saat sangat dekat dengan Jack.


Kenzo juga melihat, Caca yang berusaha untuk menjauh dari Jack. Karena biasanya Caca akan duduk di samping kanan Jack, namun saat ini Bella dan Caca bertukar posisi duduk. Caca juga sudah dua hari ini tidak ikut makan bersama dengan mereka. Hanya mengambilkan makanan untuk Jack, Bella dan dirinya.


Kenzo yang sangat mendetail memperhatikan kebiasaan Caca saat ini dan kemari. Semuanya di rangkapnya menjadi sebua kesimpulan-kesimpulan yang tidak seperti kebiasaan Caca yang biasa. Dan semua itu menunjukan perubahaan yang tidak di sadari banyak orang.


Kenzo tetap diam tanpa bertanya saat di meja makan hingga pergi ke sekolah. Namun saat dirinya sudah pulang dari sekolah, Kenzo masuk kedalam kamar Caca secara diam-diam.


Melihat Caca yang tertidur dengan pulas, Kenzo melihat keadaan sekitar dan tidak ada hal yang aneh di lihatnya. Saat melihat sebuah mangkok dan gelas yang tercium aroma herbal membuat Kenzo menjadi curiga. Dia meninggalkan kamar dan menuju di mana keberadaan Selly.


“Boleh aku bertanya?” tanya Kenzo yang mengkagetkan Selly yang sedang menyirami bunga anggrek di taman depan mansion.


“Ada apa tuan muda Kenzo?” tanya Selly.


Kenzo mengayukan jari tangannya untuk Selly mendekatkan telingannya ke arah dirinya untuk berbisik.


“Bunda benar-benar hamil?” tanya Kenzo.


Selly terkejut dengan menatap Kenzo dengan kedua bola mata yang ingin copot saja.


 “Jadi itu benar? Kenapa bunda tidak ingin memberitahu kabar bahagia ini kepada semua orang?” tanya Kenzo melihat ekspresi Selly.


Selly tidak menjawab karena sudah berjanji kepada Caca untuk merahasiakannya.


“Baiklah jika kau tidak ingin mengatakan apapun. Aku akan langsung bertanya kepada bunda.” Jawab Kenzo meninggalkan Selly dan masuk kedalam kamar Caca.


“Ada apa sayang?” tanya Caca yang baru saja terbangun.


“Ada yang ingin aku tanyakan.” Jawab Kenzo.


“Katakanlah.” Jawab Caca.


“Bunda kenapa tidak mengatakan bahwa bunda sedang hamil?” tanya Kenzo to the point.


“Dari mana kamu mengetahuinya apakah dari bibi Selly?” tanya Caca.

__ADS_1


“Tidak. Aku mengikutin dan memperhatikan bunda. Beritahu aku alasannya mengapa menyembunyikan?” tanya Kenzo.


__ADS_2