
Angin pantai yang berhembus pada malam itu dengan hiasan bulan purnama dan bintang-bintang bersinar dengan terang. Pesta resepsi yang di adakan di kampung halaman Caca menjadi sebuah bukti bisu tentang sebuah perjalanan cinta seorang mafia berdarah dingin bisa takluk dengan seorang wanita biasa seperti Caca.
Jack yang benar-benar terharu dengan ungkapan perasaan yang Caca terhadap dirinya di depan semua orang. Dia tidak menyangka bahwa pernyataan yang selama ini ia tunggu-tunggu bisa di dengar oleh banyak orang. Sebuah hasil yang selama ini ia perjuangkan, dan hal ini yang benar-benar membuatnya ingin sekali menculik Caca dan menghabiskan waktu hanya berdua saja.
Semua orang sedang menikmati hidangan yang sudah di sediakan, sedangkan Jack dan Caca yang duduk di kursi pelaminan itu sedang mengobrol.
“Terimkasih.” Ucap Jack.
“Untuk?” tanya Caca.
“Telah memberikan aku kesempatan dan akhirnya kau mencintaiku.” Jawab Jack.
“Ayo kita mulai dari awal seperti pasangan suami istri lainnya.” Jawab Caca tersenyum dan menggenggam tangan Jack.
“Kau tau? Ingin rasanya aku membawa mu pergi dari sini dan menghabiskan waktu kita berdua.” Jawab Jack.
“Sekarang?” tanya Caca.
“Tentu.” Jawab Jack mengaggukkan kepalanya dengan senyuman nakal.
Caca yang memberikan tatapan sinis dengan membalas tatapan Jack.
“Baiklah aku hanya bercanda. Tapi ingat setelah ini kita bulan madu ya?” tanya Jack.
“Oke.” Jawab Caca.
“Serius?” tanya Jack.
“Iya. Terserah mau ke mana, aku akan selalu mengikutimu.” Jawab Caca.
“Yes.” Jawab Jack dengan gembira.
“Kami berdua tidak di ajak?” tanya Bella dan Kenzo yang duduk di samping mereka sejak tadi.
“Ini khusus orang dewasa jadi kalian tinggallah bersama para uncle.” Jawab Jack.
“Baiklah kami mengalah. Tapi ingat bawakan kami oleh-oleh setelah kalian kembali.” Jawab Kenzo.
“Anak bunda memang pintar dan pengertian.” Jawab Caca yang mengelus kepala Kenzo dan Bella.
Mereka tertawa di tempat itu, dan Bagas ikut bergabung dengan mereka. Bagas melaporkan sebuah rencana yang sudah mereka buat kemarin.
“Kakak ingat saat nanti melempar bunga maka arahkan ke barat.” Ucap Bagas kepada Jack dan Caca.
__ADS_1
“Oke sudah mempersiapkan semuanya?” tanya Caca.
“Tentu. O ya sebentar.” Ucap Bagas yang membisikkan sesuatu dan membuat Caca terkejut dan tersenyum. Bagas memanggil Meriska untuk mendekat bersama dengan mereka. Setelah itu,Bagas meninggalkan mereka karena takut jika Caca memberitahu Meriska dia akan terkena omelannya.
“Sebelum acara ini berakhir, nanti ada acara pelemparan bunga dari pengatin yang akan di tangkap oleh para tamu yang jomblo. Jadi aku mau mohon bantumu ya sahabatku.” Ucap Caca.
“Oke beres.” Jawab Meriska.
“Tenang saja, aku akan memperkenalkanmu pada Deni.” Jawab Caca.
“Siapa yang memberitahumu?” tanya Meriska yang malu.
“Kau tidak bisa menutupi apapun padaku.” Jawab Caca.
“Ah sudahlah aku kembali ke tempatku. Dan aku ingin mencicipi bolu itu.” Meriska yang mengahlikan topic dan meninggalkan tempat.
“Pasti ini ulah Bagas. Lihat saja anak itu aku akan mencarinya.” Ucap Meriska dalam hatinya sambil berjalan turun dari pelaminan.
“Ada apa dengan sahabatmu?” tanya Jack.
“Sepertinya saudara-saudaramu akan menyusul kita dalam waktu dekat.” Jawab Caca.
“Maksudnya?” tanya Jack.
“Ada satu permintaanku sebelum kita bulan madu.” Ucap Caca.
“Bantu aku untuk mempersatukan Deni dengan sahabatku.” Jawab Caca.
“Ada apa dengan mereka? Dan aku biasanya tidak suka ikut campur dengan urusan kehidupan orang lain apalagi dengan persoalan cinta.” Jawab Jack.
“Ayolah hubby.” Ucap Caca yang merengek manja terhadap Jack.
“Baiklah aku usahakan.” Jawab Jack kepada Caca yang tidak tega dengan mimik imut yang di ekspresikan oleh Caca.
“Terimakasih.” Jawab Caca kemudian mencium pipi Jack dengan cepat.
“Kau sudah berani mengambil tindakan lebih dulu.” Ucap Jack.
“Tentu saja sebagai ucapan terimakasih.” Ucap Caca.
“Ah dasar istriku.” Ucap Jack dalam hatinya.
Bagas yang menjalankan rencananya bersama Deni untuk melancarkan acara lamaran Jimmy terhadap Siska sudah mulai beraksi. Deni yang memberitahukan hal ini kepada Andre, Katie, Billy dan Max. hampir saja hal ini di ketahui oleh Jimmy karena keheboan yang biasa di lakukan oleh Billy.
__ADS_1
Sedangkan Bagas memberitahukan hal ini kepada Caca, Jack, Aisyah dan Joko. Semua berjalan dengan baik hanya tinggal melanjutkan rencana menjadi nyata. MC mulai memandu acara terakhir yaitu melemparkan bunga.
Semua orang mengikuti acara itu baik para tamu dari masyarakat maupun keluarga Jack. Billy, Max, Jimmy, Deni, Kazumi yang merasa dirinya belum memiliki pasangan maka wajib untuk mengikuti game ini. Semua ini hanyalah untuk keseruan yang biasa di lakukan oleh pengantin untuk membawa kebahagian bagi yang lain agar cepat menyusul mereka dalm sebuah ikatan pernikahan.
“Sudah siap?” tanya Meriska sebagai MC.
Caca dan Jack menganggukkan kepalanya begitupula dengan Bagas yang sudah di samping Jimmy.
“Kita hitung, satu, dua, tiga.” Ucap Meriska kemudian hitungan ketiga Jack dan Caca melemparkan bunga itu ke barat di mana Jimmy berada.
Tanpa ada niat untuk menangkap bunga yang di lempar oleh Jack dan Caca, Jimmy dengan respond cepat menerima bunga itu jatuh di hadapan dirinya. Dengan Bagas yang sedikit menyenggol Jimmy ke sedikit arah di mana bunga terjatuh.
“Wah ternyata bunga jatuh tepat pada Jimmy. Selamat, semoga segera menyusul Caca dan Jack. Semoga segera mendapatkan pengantin wanitanya.” Ucap MC.
“Katakan cinta!” ucap Bagas.
“Ayolah katakana sesuatu kepada seorang wanita yang sudah hadir di sini.” Ucap Jack yang memberikan suara.
“Ayoklah Jimmy jadikan dirimu lelaki sejati.” Ucap Caca.
“Katakan!” ucap Deni yang memberikan sorakan.
“Katakan!” ucap para tamu yang mendengarkannya.
Jimmy yang terbengong dengan situasi saat ini benar-benar kosong dalam fikiran. Mendengar soraka para orang-orang terdekat membuatnya melihat Siska yang berada di hadapannya membuat dirinya bergerak sendiri mendekati di mana Siska berdiri.
Semmua orang terus memberikan semangat kepada Jimmy yang berjalan menuju arah Siska. Siska yang tidak mengerti dengan maksud semua ini hanya berdiri dalam diam menyaksikan semuanya dan melihat Jimmy yang berjalan ke arah dirinya.
Semua orang menjadi diam ketika Jimmy mulai berbicara.
“Siska!” panggil Jimmy.
“Iya.” Jawab Siska.
“Aku mencintai mu sejak lama, jadi bisakah kita melanjutkan ke hubungan yang lebih serius seperti Jack dan Caca?” tanya Jimmy yang spontan dengan nada yang cepat dan tidak mengerti apa yang dia ucapkannya.
“Terima.” Ucap Caca yang pertama bersorak kemudian di ikutin semua orang.
Siska yang benar-benar sok mendengar pernyataan Jimmy yang tidak pernah dia sangka-sangka ini. Siska menutup wajahnya dengan kedua tanganya saat Jimmy tiba-tiba menjatuhka dirinya memohon di hadapan Siska sambil menyerahkan bunga itu.
“Seharusnya kau lebih romantic. Seperti will you marry me?” ucap Siska.
“Tapi. Aku terima maksudmu. Aku juga sudah lama menyukaimu.” Jawab Siska yang menerima bunga itu.
__ADS_1
Jimmy berdiri kembali dan langsung memeluk Siska. Sementara penonton yang menyaksikan hal itu berteriak memberikan tepuk tangan dan mengucapkan selamat. Kenzo datang membawa sebuah cincin pasangan yang sudah di sediakan oleh Deni dan Bagas.
“Uncle Jimmy pasangkanlah ke jari aunty Siska.” Ucap Kenzo yang menyerahkan sebuah kotak cincin kepada Jimmy.