
Happy reading guys!!!
Jangan lupa Like dan Komennya.
Setelah beberapa jam kemudian keluarga Caca tiba di kota S. Caca yang sudah tiba sebelum keluarganya telah berada di dalam hotel bersama Kenzo dan Bella. Selly masuk keruangan Caca untuk meberitahukan kedatangan keluarganya.
“Nona Caca keluarga anda telah tiba,” ucap Selly.
“Bibi Selly tetap memanggil saya nona walaupun saya sudah meminta memanggil dengan nama saja. Tapi tidak apa-apa jika itu yang membuat bibi nyaman. Jadi di manakah mereka sekarang?” tanya Caca pada Selly.
“Mereka sudah di dalam kamar hotel ini juga, ayo saya antar.” Ucap Selly.
“Kenzo, Bella! Ikut bunda untuk bertemu dengan kakek dan nenek mu.” Ucap Caca.
Mereka mengaggukkan kepalannya kemudian menuju kamar Joko dan Aisyah. Caca datang ke kamar mereka dengan mengucapkan salam dan memeluk kedua orangtuanya. Kemudian memperkenalkan Kenzo dan Bella. Sedangkan Selly keluar dari kamar itu dan Bagas masih berada di kamar Jimmy.
“Ayah, Bunda! Ini Kenzo dan ini Bella. Anak-anak salam Kakek dan Nenek.” Ucap Caca.
Kenzo dan Bella memberikan salam kepada Joko dan Aisyah.
“Tampan dan Cantik,” ucap Aisyah.
Aisyah dan Joko langsung mencium Kenzo dan Bella seperti cucu mereka sendiri. Sementara Bella dan Kenzo yang belum terlalu mengerti bahasa yang di ucapkan Joko dan Aisyah meminta Caca untuk mentrasletkannya.
Caca mengartikan semua yang di ucap orangtuannya kepada Kenzo dan Bella. Kenzo dan Bella tersenyum dan sangat menikmati pelukkan dan ciuman yang diberikan Joko dan Aisyah. Selama ini Kenzo dan Bella baru sekali bertemu dengan Katie dan suaminya sekitar mereka umur empat tahun. Setelah itu mereka tidak pernah bertemu dengan mereka. Oleh karena itu kasih sayang dari seorang kakek dan nenek belum terlalu erat mereka rasakan.
“Hy Kak. Ini pasti Kenzo dan ini Bella.” Ucap Bagas yang baru masuk di kamar hotel itu.
“Bella, Kenzo! Ini paman Bagas, adik Bunda.” Ucap Caca yang memperkenalkan Bagas.
Malam itu mereka bercerita sambil senda gurau di dalam kamar hotel. Saat tengah malam meraka masing-masing berpisah di kamar masing-masing. Jack tidak bisa bersama dengan mereka karena memastikan akad mereka besok akan berjalan lancar.
Max dan Akashi tiba di kota S setelah kedatangan orangtua Caca, kemudian di susul dengan kedatangan Billy. Mereka semua berkumpul di kamar Billy. Max, Akashi, Billy, Deni, Jimmy dan Jack.
__ADS_1
“Aku membutuhkan bantuan kalian,” ucap Jack saat mereka semua sudah berkumpul.
“Tenanglah Jack, kami semua akan membantumu.” Ucap Billy.
“Ini bukan hanya soal akad besok dan resepsi ku nantinya. Namun juga tentang kepribadian Jacob….” Jack menceritakan segalanya apa yang terjadi beberapa hari ini.
“Maksudmu Jacob sekarang lebih sering mengambil ahli tubuh mu?” tanya Max sebagai dokter pribadinya Jack.
“Iya, aku mau kalian melindungi Caca dan keluarganya saat Jacob suatu saat akan mengambil ahli tubuh ini. Aku hanya khawatir jika terjadi sesuatu pada mereka walaupun selama ini dia tidak menyakiti Caca. Tapi kalian sudah mengetahui bagaimana kepribadianya.” Jawab Jack.
“Kami akan menjaganya jadi kau tenanglah.” Ucap Max.
Mereka mendiskusikan beberapa hal di mulai dari acara akad besok hingga semua informasi yang sudah di dapatkan dari mereka masing-masing tentang lambang kalajengking tersebut. Mereka berdiskusi hingga tengah malam.
Bulan yang menerangi malam berganti dengan terbitnya matahari yang memulai di pagi hari. Tibalah hari akad pernikahan Jack dan Caca. Semua sudah di persiapkan dengan baik, mereka semua sedang siap-siap untuk menghadirinya di masjid kota S tersebut.
“Nona Caca sangat cantik,” ucap sesorang yang merias wajah Caca.
“Bunda sangat cantik,” ucap Bella.
“Benarkah?” tanya Caca yang wajahnya memerah.
Mereka semua mengaggukkan kepalanya kemudian Caca melihat kembali dirinya di cermin.
“Benarkah ini diriku? Cantik.” Ucap Caca dalam hatinya.
“Bunda berangkat karena daddy dan lainnya sudah berangkat sepuluh menit yang lalu.” Ucap Kenzo.
“Baiklah sayang, ayo kita berangkat.” Ucap Caca.
“Kau sangat cantik sayang,” ucap Aisyah yang sudah menunggu di mobil.
Mereka berangkat menuju masjid di kota S dari hotel tersebut. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk sampai karena jarak antara masjid dengan hotel sangatlah dekat sekitar 4Km saja.
__ADS_1
Pria tua paruh baya yang mengislamkan Jack saat itu bernama Abu Latif Habibi. Seorang imam di masjid tersebut. Dan dialah yang akan menjadi saksi pernikahan Jack sekaligus orang yang akan menikahkan Jack dan Caca di masjid tersebut.
Ayah Caca, Jack, Abu Latif Habibi dan teman-teman Jack sudah berada di dekat meja di mana Jack akan mengucapkan janji suci. Sementara Caca, Aisyah dan perempuan lainnya masih di tempat ruang sholat wanita yang di tutupin kain panjang sebagai penghalang diantaranya.
“Semuanya sudah siap?” tanya Latif.
“Sudah,” jawab Jack dan Joko.
Latif memulai melapaskan istifar dan berdoa sebelum akad di mulai yang di ikuti semuanya.
“Baiklah kita mulai,” ucap Latif yang di terjemahkan oleh seseorang yang menguasai bahasa setempat dan bahasa inggris sebagai komunikasi antara Joko dan Jack.
“Jack Sandreas Bin James Alexia, Saya nikahkan anak saya Wika Chalista binti Muhammad Joko dengan maskawin berupa satu set perhiasan giok.” Ucap Joko.
“Saya terima nikah dan kawinnya Wika Chalista Binti Muhammad Joko dengan maharnya tersebut di bayar
tunai.” Ucap Jack.
“Bagaimana Saksi?” tanya Latif.
“Sah,” ucap semua orang yang hadir.
Setelah mengucapkan janji suci tersebut, Caca keluar untuk duduk di samping Jack.
“Sangat cantik,” ucap Jack dalam hatinya melihat tampilan Caca yang menggunakan gaun pengantin.
Latif memerintahkan Caca untuk mencium tangan Jack dan memerintah Jack untuk mencium kening kepala Caca. Saat melakukan itu Caca sangat canggung namun tidak dengan Jack.
“Kau sungguh cantik,” bisik Jack saat Caca mencium tangan Jack
Dengan rasa yang canggung Caca mencium tangan Jack dan dengan senang Jack mencium kening kepala Caca. Setelah itu membacakan doa agar diberi keharmonisan dan kelancaran mereka.
Tidak lupa setelah berdoa, Caca dan Jack meminta restu kepada Joko dan Aisyah sebagai budaya kampung halaman Caca. Caca dan Jack memeluk dan meminta izin Aisyah dan Joko secara bergantian.
__ADS_1
Kebahagian itu terpancar di wajah semua orang terutama Jack. Keberlangsungan akad ini tidak banyak di hadiri orang lain karena sangat tertutup. Hanya beberapa orang saja sehingga setelah akad selesai mereka langsung mengadakan sesi photo bersama dan menikmati acara hingga waktu sholat jumat tiba.
Setelah itu mereka semua kembali ke hotel untuk mempersiapkan acara pesat kecil yang akan di adakan malam ini di hotel. Namun yang akan mengikuti sholat jumat akan tetap tinggal di masjid hingga selesai seperti Jack dan Joko yang tetap tinggal.Selebihnya pergi menuju hotel untuk beristirahat sejenak.